Bom Terminal Kampung Melayu
Tidak Perlu Kaget, Bukankah Kita Sudah Terbiasa dengan Pola-Pola Pengalihan Isu Seperti Ini ???*
Kenapa tiba-tiba ada ledakan bom ?, mari kita cek peristiwa apa saja belakangan ini yang mewarnai pemberitaan nasional :
1. POLRI sedang tersudut, satu hari lalu Kapolri habis dicecar dalam raker bersama Komisi III DPR RI terkait sepak terjang POLRI yang diduga tebang pilih, yaitu kriminalisasi Umat Islam baik Ulamanya maupun aktivisnya.
2. Beberapa isu yang coba dikembangkan oleh pemerintah untuk memperburuk citra Umat Islam gagal total, dari pembubaran HTI (banyak protes dan serangan balik dari Umat), kriminalisasi Ulama (juga mengalami protes keras dari Umat bahkan DPR RI).
3. Upaya membela Ahok jelas sudah gagal total, dan ada pihak-pihak yang tidak terlihat bernafsu mengkriminalisasi Umat Islam. Sebagai upaya politik balas dendam.
4. Kali ini bom terjadi di terminal, jelas sangat aneh dan absurd, kemaren-kemaren (yang tentu juga janggal-janggal) bom biasanya meledak di kawasan elit, markas kepolisian, atau kawasan yang lekat dengan simbol asing khususnya amerika dan rumah ibadah. Anehkan kalau sekarang terjadi di terminal tempat rakyat jelata berkumpul, boleh jadi para perancang bom ini berhitung untuk mengurangi dampak yang tidak diinginkan baik secara ekonomi dll, jadi terminal yang dihantam.
5. Perlu diingat malam ini 24/5/2017 umat kristiani sedang bersiap merayakan hari besar mereka, tapi ternyata bukan gereja yang dihantam bom. Jika nanti POLRI (seperti biasa) mengaitkan dengan motif agama (baca : Islam), ya gak nyambung lah.
6. Nampaknya, patut diduga perancang aksi bom ini memang ingin mengaitkan dengan isu agama dengan memanfaatkan momentum jelang hari besar kaum kritiani, tapi lagi-lagi mereka coba main aman supaya tidak ada dampak yang terlalu merugikan, akhirnya terminal lah yang dijadikan lokasi aksi tersebut.
7. Kapolri dan Kapolda cepat sekali tiba di lokasi, apa jangan-jangan memang sudah...hmmm...you know what i mean lah. (Oya, Kapolri padahal kabarnya akan bertolak ke Mekkah malam ini)
8. Bisa juga kita cermati, kemarin bersamaan dengan dipermalukannya Kapolri di DPR RI, GNPF-MUI baru saja mengadakan konpers yang isinya akan terus 'melawan' kriminalisasi terhadap Ulama dan ketidakadilan terhadap Umat Islam. Maka diadakan lah aksi bom hari ini, dan pas juga dengan momen hari besar umat kristiani.
9. Tiga hari lagi ramadhan, Umat Islam sedang bersiap untuk mengisi ramadhan setelah mendapat 'kemenangan' dalam aksi-aksi kemarin melawan ketidakadilan, jika nanti POLRI mengaitkan ini dengan isu agama (baca : jihad dan Islam) maka terlihat sekali ada yang ingin merusak citra Umat Islam.
10. Belakangan mahasiswa juga demo di depan istana dari kawan-kawan KAMMI yang notabene organisasi kemahasiswaan Islam. Ada kaitannya gak ya ? Bisa aja kalau mau dikaitkan.
11. Penguasa negri ini baru saja menebar ancaman dan menakut-nakuti (baca : teror) pihak-pihak yang konon menentang pancasila dengan kalimat "gebuk". Nah, dengan adanya aksi ini dan biasanya akan dikaitkan dengan isu agama (baca : Islam) sudah keliatan kan pihak yang akan "digebuk" setelah ini siapa ???.
12. Apa lagi ya ??? Tambahin sendiri deh...intinya kita sih udah biasa lah dan paham pola-pola pihak penguasa yang macam begini.
*Sampai kapan permainan kotor seperti ini dilanjutkan oleh pihak yang berkuasa ???*

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda