Tamim Pardede tidak mau berdamai dengan pemerintah.
Ditemui pada selasa lalu di rutan mabes polri, tamim pardede menyatakan bahwa dia tidak akan bergeming terhadap kemungkinan adanya tawaran pembebasan dirinya dari rezim ini. "Saya merasa lebih senang tinggal didalam sel lalu mati di tempat eksekusi nanti daripada harus berdamai dengan rezim ini. Seharusnya rezim ini sebelumnya membantah tuduhan saya dengan fakta dan data bahwa mereka tidak seperti yang saya tuduhkan, gitu dong bro" tandasnya.
Saat ditanya mengenai bukti keterlibatan rezim ini dengan ideologi komunisme dia menjawab " Sangat mudah difahami oleh orang yang benar benar tahu seperti apa itu sosialisme, pemikiran lenin sebagaimana termaktub dalam novaya zhizn 1905 menjelaskan mengenai ideologi memisahkan antara agama dan politik kenegaraan, anda bisa cek di novaya zhizn alinea ke 4,5 & 7. Dan hal tersebut diucapkan oleh jokowi saat kunjungannya ke barus beberapa bulan lalu, ditambahkan lagi pernyataan juru bicara kepresidenan yang menyampaikan bahwa jokowi melarang panglima dan kapolri dalam melakukan sweeping segala hal yang berbau komunis, beberapa dedengkot komunisme saat ini ada di partai pendukung pemerintah, maka sangat lebay banget kalau mereka masih juga menghindar dari tuduhan saya yang sangat serius ini" begitu tandasnya.
Intinya Tamim Pardede tidak mau lagi berdamai dengan aktivis komunisme ataupun elemen pendukungnya. Ditanya tentang kebenaran kepakarannya dalam tekhnologi dia menegaskan, bahwa kampungnya kapolri (Tito Karnavian:red) sendiri saya yang bantu banyak hal mengenai penanggulangan bencana kebakaran lahan gambut. "Apa yang bisa dilakukan pemerintahan jokowi dan tito sendiri dalam menyelamatkan kampung halamannya?nonsens bro. Kasus kebakaran begitu aja harus dikeroyok beberapa negara mending kalau berhasil, nol no solution. Kalau bukan si tampan dari medan ini kampungnya tito karnavian akan tetap jadi neraka, nah sekarang saya tidak mau lagi bantu ini pemerintah abal abal, gak bermanfaat bagai menolong srigala yang giginya sedang kecucuk tulang, gua malah dimusuhin, bah apa hebatnya ini rezim?" jelasnya berapi api.
Tamim Pardede ditangkap terkait ujaran kebencian beberapa waktu lalu oleh tim cyber crime mabes polri. Dan saat ini dia meringkuk di tahanan sel titipan mabes polri sembari mempersiapkan tuntutannya diangkat sampai ke mahkamah internasional nanti. " Saya akan bongkar habis apa yang sedang terjadi di negeri ini,bahwasanya pemerintah negaranya yang berhaluan kiri sedang menjajah rakyatnya sendiri.
Prof. Tamim Pardede sang mentor biokimia molekuler tim riset TNI AD
by: Hendra Masajid
Label: Politik

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda