Kamis, 07 September 2017

CIPTA KONDISI PERANG akan segera dimulai di negara MYANMAR demi selamatkan kekayaan Alam yang di rampok kapitalis rakus.

sebagai Mantan Perwira TNI Angkatan Darat tentunya saya paham betul bagaimana perang diciptakan dan apa keuntungan dari sebuah perang mulai dari bisnis jual beli senjata, obat-obatan, pembangunan proyek infastruktur yang nantinya di bayar dari hasil kekayaan alam di wilayah pertempuran.
Konflik Myanmar bisa mempengaruhi stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara dan bahkan bisa lebih dahsyat yaitu Perang akan bergeser ke Asia Tenggara dan sudah PASTI indonesia akan terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung tergantung diplomasi politik luar negeri.

ttd

Panglima Besar PETA
************/*/**************

BELA MYANMAR, CINA KERAHKAN KEKUATAN PENUH, DARI MILITER HINGGA WARGA SIPIL

Gelombang besar mujahidin yang bergerak ke Myanmar membuat Cina khawatir aset penting mereka terganggu.

Tak tanggung-tanggung, Menteri Pertahanan China mengungkapkan akan mengerahkan kekuatan tempurnya demi membela Myanmar.

Seperti dilansir dari situs Russia Today, Menteri Pertahanan China Chang Wanquan meminta kepada militer, polisi, dan warga sipil agar siap membela dan mempertahankan kedaulatan Myanmar.

“Ancaman keamanan nasional semakin serius. Terutama, datang dari wilayah laut. Karena itu, militer, aparat penegak hukum, serta warga negara sipil harus mempersiapkan diri dalam perang rakyat,” ungkapnya.

Kekhawatiran Wanquan ini sangat beralasan. Aksi mujahidin yang akan habis-habisan demi membela etnis Rohingya bakal merusak pipa gas dan minyak bernilai ratusan trilyun milik Cina.

Berikut data kepemilikan saham Cina di Myanmar :

Pipa gas (mulai beroperasi 1 Juli 2013, dengan kapasitas 193,6 juta kubik kaki per hari) dan pipa minyak (mulai beroperasi 1 Desember 2013 dengan kapasitas 400 ribu barrels per hari) dari Kyauk Phyu ke perbatasan China sepanjang 803 km. Dikelola oleh CNPC (China)

Blok-blok minyak dan gas di Semenanjung Rakhine, di mana Daewoo International (Korea), ONGC (India), MOGE (Myanmar), GAIL (India), KOGAS (Korea), Woodside Petroleum (Australia), CNPC (China), Shell (Belanda/Inggris).

Daerah Semenanjung Rakhine dilaporkan memiliki cadangan terbukti sebesar 7,836 triliun kaki kubik gas dan 1,379 miliar barel minyak, yang beberapa blok di antaranya berproduksi sejak 2013, ditawarkan tahun ini sebagai temuan baru. Beberapa blok lain, jatuh tempo kontraknya tahun 2017 ini.

Terakhir, blok-blok minyak dan gas di daratan Arakan di kelola North Petro-Chem Corp (China), Gold Petrol (Myanmar), Interra Resources (Singapura), Geopetrol (Prancis).

Di daerah terakhir itu, dilaporkan memiliki cadangan terbukti sebesar 1,744 triliun kaki kubik gas dan 1,569 miliar barel minyak, yang beberapa blok di antaranya jatuh tempo kontraknya pada tahun 2017 ini.

CHINA LINDUNGI MYANMAR

Bulan Maret 2017

Negara CHINA menolak usulan Tim PBB untuk Investigasi Adanya Pembersihan Etnik di Myanmar.

Bulan Juni 2017

Negara China kembali menolak rencana diturunkannya Tim PBB ke Myanmar untuk investigasi Pembantaian Rohingya di Myanmar.

Tgl 30 Agustus 2017

Negara China menolak keras usulan Dewan Keamanan PBB (UNSC) untuk pembahasan isu pembantaian Rohingya di Myanmar.

Saat ini, Negara China mengancam Turkey yg ingin membela & melindungi Muslim Rohingya dari pembantaian sadis & biadab di Maynmar.

SUDAH SAATNYA
BOIKOT SEMUA PRODUK NEGARA CHINA
DAN SEMUA NEGARA PENDUKUNG MYANMAR

Sumber : AFP,  The New York Times, The Washington Post, The Elevennews & Hagiasovia.com

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda