Luar Biasa, Polisi Miliki Senjata Mematikan yang TNI tak Punya
[Diklaim Hanya Menimbulkan Efek Kejut, Ini 'Sanggahan' TNI]
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto mengakui senjata berat pesanan polisi tak dimiliki oleh tentara nasional indonesia (TNI).
*Menurut Wuryanto, amunisi pesanan Polri yang diperuntukkan Brimob berdampak mematikan.* Saat ini sebanyak 5.932 butir peluru yang dibeli Polri untuk Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40 x 46 milimeter itu sudah digeser ke Gudang amunisi Mabes TNI dari Bandara Soekarno-Hatta.
"Sesuai katalog ada 5.932 butir dalam 71 koli, itu disertai dengan katalog. Di situ sangat jelas dalam katalog itu bahwa amunisi itu adalah amunisi tajam, mempunyai radius mematikan 9 meter dan jarak capai 400 meter," kata Wiryanto.
Wuryanto melanjutkan keistimewaan amunisi ini. *Setelah meledak pertama, kemudian meledak kedua, efek amunisi dapat menimbulkan pecahan-pecahan, lubang-lubang kecil yang melukai maupun mematikan.* Granat bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras.
Selengkapnya:
http://teropongsenayan.com/72456-luar-biasa-polisi-miliki-senjata-mematikan-yang-tni-tak-punya
=============
Dapatkan update berita seputar dinamika politik di Indonesia via:
- BBM Teropongsenayan 5A6E376C
- Download Aplikasi Berita TeropongSenayan di: http://bit.ly/1TExPz9
- Group Whatsapp #9: https://chat.whatsapp.com/DLn5nEliW0RE8HLNDWKvP2

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda