Laporan dari Kuala Lumpur, Malaysia (1): Galang Dukungan Global, ACT Hadiri Konferensi Rohingya di Kuala Lumpur
Imam N. Akbari, Direktur Global Humanity Response, institusi yang diinisiasi ACT, mengatakan,”Solidaritas untuk muslim Rohingya terus kita dilakukan. Tak hanya lintasdaerah di Indonesia, juga lintasnegara dan juga lintas NGO (non-governmental organization) internasional.” Kamis (2/8), Imam ke Kuala Lumpur, Malaysia menghadiri Konferensi NGO dari negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI). Berikut laporannya, dimuat berseri.
Meneguhkan ikhtiar membantu Rohingya, aksi di Tanah Air dan pemberian bantuan natura seta medis, belum cukup. Perlu jalur diplomasi. Maka ACT perlu hadir pada konferensi internasional mengenai Rohingya. Harapannya, hasil dari konferensi ini, melahirkan persatuan dan kesamaan visi NGO-NGO yang difasilitasi OKI untuk bisa memberikan pressure terhadap Myanmar, PBB, pemerintah di negara masing-masing, serta pihak-pihak terkait agar berbuat sesuatu untuk Rohingya. Minimal, dalam waktu dekat NGO mempunyai akses untuk dapat masuk ke sana.
ACT pada event itu, menjalin kemitraan dengan Dr. Abdul Hamid Musa Ali, tokoh Rohingya Society in Malaysia membahas rencana dukungan kemanusiaan untuk Rohingya, bersama sejumlah NGO di sana. Selain itu, di dalam negeri, ACT siap mengunjungi sejumlah pihak, baik komunitas atau organisasi keagamaan Budha, Majelis Ulama Indonesia, Ormas Islam, media massa, DPR, hingga Presiden, jika Indonesia belum melakukan tindakan signifikan untuk menghentikan penindasan muslim Rohingya. Semua ini dilakukan, agar seluruh pihak terkait dapat melakukan tugasnya sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Jumat, Konferensi berlangsung, bertajuk Humanitarian Consultation Meeting on Rohingyas, terasa pas benar dengan isu Rohingya yang mengglobal. Konferensi berlangsung di Taming Sani Grand Ball Room, The Royale Chulan Hotel, dibuka pukul 9 waktu Malaysia.
Sejumlah tokoh memberikan sambutan. Antara lain: 1.President Mercy Malaysia; 2.Humanitarian Affairs OIC (OKI) Mr. Amb. Atta el Manan Bakhit; 3.Jusuf Kalla sebagai President Indonesian Red Cross; 4.Perwakilan UN; dan 5. Perwakilan Rohingya.
Acara dilanjutkan dengan diskusi dan rekomendasi hingga waktu berbuka puasa. Saya mewakili ACT menggunakan kesempatan itu untuk bersilaturahim dengan delegasi yang hadir untuk menjaga kontak dan menjajaki kemungkinan sinergi global jangka pendek, terutama dalam membantu Muslim Rohingya.*


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda