TANTANGAN UMMAT
Pengukuhan pengurus GAPKI (Gabungan Pengusaha Kebun) di
Hotel Borobudur. Menteri Pertanian yang membidangi tidak hadir. Luhut Binsar
Panjaitan ambil kendali, dan dia memang diberi kewenangan oleh Keppres untuk
mengambil alih tugas-tugas kementerian (dengan nama Pengendalian dan
Percepatan).
Dari sambutannya dapat disimpulkan:
1. Pembangunan infrastruktur, dialokasikan kepada RRC.
2. Sektor Perkebunan dan Migas, jatahnya Iran.
- Kontrak: 50 tahun.
- Karena ambil "borongan" maka berbagai harga
dapat diskon.
INILAH REALITAS POLITIK YANG KITA HADAPI !!!
1. Kiblat beralih dari USA dan Arab Saudi/Timteng kepada RRC
dan IRAN.
2. Aktifitas bisnis Iran di Indonesia akan memperkuat juga
Financial dan SDM gerakan-gerakan Syiah.
3. Kebisingan yang dibuat Ahok hanya "pengalih
perhatian" dari strategi-strategi besar lainnya.
4. Biarkan para ustadz Indonesia sibuk dengan Timur Tengah,
tapi halaman belakang Muslim Indonesia sudah terambil.
Setelah sektor Perdagangan dan Perbankan (hilir dan hulu
Ekonomi Moneter), sekarang sektor Infrastruktur serta Perkebunan & Migas
(hilir dan hulu Ekonomi Real) mereka kuasai. Belum lagi sektor Media untuk
mengendalikan Opini Publik.
Kondisi dimaksud cukup mengenaskan. Cuma sedikit jadikan
Ahok kompor gas 3 kiloan yang meledak yang suara ledakannya misalnya "
Nabi saja tidak bisa lenyapkan prostitusi", "Pelacur dan rumah kos
pelacur di beri sertifikat", "apa ada orang mabuk minum bir?"
,dll memang telah membuat kita terusik. Di samping gaya cengengesan Big Boss
yang juga sering menjadi headline TV yang memang kebanyakan dari kalangan
mereka.
Plan untuk "Rampok Indonesia" dan geser
"sakralitas" umat Islam sebagai kelompok mayoritas bangsa dan
lemahkan fungsi dan wibawanya ternyata berjalan sesuai schedule.
WASPADA
Maha Benar Allah yang mengatakan bahwa kita harus bershaff
dalam dakwah dan jihad, kita harus membentuk Team Work dakwah yang handal.
Serta harus menyadari bahwa menjadi muslim bukan sekedar harus menjadi orang
baik, tapi menularkan kebaikan itu pada semua orang. Dan itu harus dilakukan
secara progresif.
Hati-hati dengan "Tokoh kaleng Rombeng" semacam
Ahok. Karena setidaknya dia begitu ampuh buat pengalihan isu. Di samping
"Tokoh Kaleng Rombeng" lainnya. Kita tidak harus menghabiskan energi
untuk hadapi model tokoh macam itu. Cukup Tim kecil saja yang mengurusinya.
Sementara kita harus fokus pada persoalan besar baik dalam skala global dan
lokal
Allah SWT bersama kita, Allah SWT sebaik-baik pembuat makar.
Label: Internasional, Kabar Terbaru, Politik


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda