Selasa, 17 Januari 2017

NEGARA DAN BANGSA HANCUR JIKA POLISI TIDAK ADIL

Berkaitan dengan peristiwa di Bandung dan bebarapa Kota Di Jawa Barat bbrpa terakhir ini, berikut fakta fakta tindakan Polda Jabar yang TIDAK ADIL dan MEMBELA salah satu fihak yang terlibat konflik

1) Kapolda Jabar mengundang beberapa ormas untuk meminta masa mengimbangi masa  FPI pada hari kamis dan hanya GMBI sbg binaan Kapolda yang hadir
2.) Memfasilitasi apel pagi  GMBI di halaman  Mapolda Jabar satu hari sebelum peristiwa
3) Pada hari kejadian yakni  hari Kamis,Polisi  membiarkan adanya anggota n simpatisan GMIB membawa balok dan senjata tajam (padahal UU Darurat melarang hal tsb dan itu tidak sesuai Protap Polri).
4)Pada hari kejadian polisi melakukan pembiaran intimidasi,ucapan penghinaan,penganiayaan dan pengrusakan mobil oleh oknum GMBI
5).Kapolda Jabar membiarkan aksi GMIB berlangsung hingga mlm hari melebihi batas waktu jam 18.00 yang diatur oleh UU, dan polisi jabar baru  membubarkan GMBI setelah didesak oleh FPT
6) Kapolda  Jabar menyengajakan menengok anggota GMIB yg jadi korban di Tasikmalaya yg butuh waktu sekitar 3 jam ke sana.Sementara para korban kebrutalan oknum  GMBI di pihak ulama dan santri yang dirawat  di RSAl Islam tidak ditengok kapolda. Jarak Mapolda dan RSAI AL ISLAM hanya 10 menit karena berada di jalan yg sama yakni Jalan Soekarno Hatta
7)Oknum FPI yg diduga pelaku perusakan Posko GMBI di Bogor langsung ditangkap dan dijadikan tersangka.Sedangkan oknum GMIB dan simpatisannya yg melakukan  pengeroyokan dan  penganiayaaan ulama dan santri di depan Mapolda Jabar tidak ditindak,tidak ditahan dan sampe sekarang tidak ada penjelasan dari Mapolda jabar
8) Ada kesengajaan pemihakan opini dimana  Kahumas Polda Jabar bertindak melawan hukum dan melawan instruksi Kapolri yg melarang bikin berita hoax.Humas Polda Jabar menulis berita hoax diwebsite  atau funpage yg menyebutkan bahwa  PW Muhamadiyah Jabar menuduh dan mengecam tindakan FPI yg anarkis (yang kemudian dibantah oleh PW Muhamadiyah)
Sejalan dengan ketidak adilan ini, humas Polda jabar juga tidak melakukan protap mapolri yang menggelar konfrensi pers tentang rentetan peristiwa tersebut

Dengan fakta fakta ketidak adilan ini maka terbukti bahwa Kapolri telah salah menunjuk Irjen Anton Charlian sebagai Kapolda Jabar yang tindakannya bertentangan dengan tugas utama Polri yakni  menciptakan keamanan dan perlindungan kepada seluruh elemen masyarakat .Jika ini dibiarkan maka sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga layak jika Kapolri  Tito yang sedang berusaha membangun Polri yang berintegritas dan profesional memeriksa bahkan mencopot Irjenpol  Anton  Charliwan sebagai Kapolda Jawa Barat

Sodik Mudjahid
Anggota DPR
Dapil Jabar 1
Fraksi Gerindra

Label: ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda