NEGARA DAN BANGSA HANCUR JIKA POLISI TIDAK ADIL
Berkaitan dengan peristiwa di Bandung dan bebarapa Kota Di Jawa Barat bbrpa terakhir ini, berikut fakta fakta tindakan Polda Jabar yang TIDAK ADIL dan MEMBELA salah satu fihak yang terlibat konflik
1) Kapolda Jabar mengundang beberapa ormas untuk meminta masa mengimbangi masa FPI pada hari kamis dan hanya GMBI sbg binaan Kapolda yang hadir
2.) Memfasilitasi apel pagi GMBI di halaman Mapolda Jabar satu hari sebelum peristiwa
3) Pada hari kejadian yakni hari Kamis,Polisi membiarkan adanya anggota n simpatisan GMIB membawa balok dan senjata tajam (padahal UU Darurat melarang hal tsb dan itu tidak sesuai Protap Polri).
4)Pada hari kejadian polisi melakukan pembiaran intimidasi,ucapan penghinaan,penganiayaan dan pengrusakan mobil oleh oknum GMBI
5).Kapolda Jabar membiarkan aksi GMIB berlangsung hingga mlm hari melebihi batas waktu jam 18.00 yang diatur oleh UU, dan polisi jabar baru membubarkan GMBI setelah didesak oleh FPT
6) Kapolda Jabar menyengajakan menengok anggota GMIB yg jadi korban di Tasikmalaya yg butuh waktu sekitar 3 jam ke sana.Sementara para korban kebrutalan oknum GMBI di pihak ulama dan santri yang dirawat di RSAl Islam tidak ditengok kapolda. Jarak Mapolda dan RSAI AL ISLAM hanya 10 menit karena berada di jalan yg sama yakni Jalan Soekarno Hatta
7)Oknum FPI yg diduga pelaku perusakan Posko GMBI di Bogor langsung ditangkap dan dijadikan tersangka.Sedangkan oknum GMIB dan simpatisannya yg melakukan pengeroyokan dan penganiayaaan ulama dan santri di depan Mapolda Jabar tidak ditindak,tidak ditahan dan sampe sekarang tidak ada penjelasan dari Mapolda jabar
8) Ada kesengajaan pemihakan opini dimana Kahumas Polda Jabar bertindak melawan hukum dan melawan instruksi Kapolri yg melarang bikin berita hoax.Humas Polda Jabar menulis berita hoax diwebsite atau funpage yg menyebutkan bahwa PW Muhamadiyah Jabar menuduh dan mengecam tindakan FPI yg anarkis (yang kemudian dibantah oleh PW Muhamadiyah)
Sejalan dengan ketidak adilan ini, humas Polda jabar juga tidak melakukan protap mapolri yang menggelar konfrensi pers tentang rentetan peristiwa tersebut
Dengan fakta fakta ketidak adilan ini maka terbukti bahwa Kapolri telah salah menunjuk Irjen Anton Charlian sebagai Kapolda Jabar yang tindakannya bertentangan dengan tugas utama Polri yakni menciptakan keamanan dan perlindungan kepada seluruh elemen masyarakat .Jika ini dibiarkan maka sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga layak jika Kapolri Tito yang sedang berusaha membangun Polri yang berintegritas dan profesional memeriksa bahkan mencopot Irjenpol Anton Charliwan sebagai Kapolda Jawa Barat
Sodik Mudjahid
Anggota DPR
Dapil Jabar 1
Fraksi Gerindra

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda