Selasa, 12 September 2017

MERASA DIBEKINGI JOKOWI..? KETUA UMUM PEMUDA BUDDHIS JUSTRU MENUDUH ARSA SEBAGAI PENYEBAB GENOSIDA ROHINGYA

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Umum Pemuda Buddhis Indonesia, Bambang Patijaya menuding pejuang Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menjadi penyebab genosida Rohingya yang terjadi akhir-akhir ini. Menurutnya, ARSA telah melakukan penyerangan terhadap pos polisi dan militer.

“Dari sumber yang dapat dipercaya sekitar tanggal 24 Agustus 2017 itu, ARSA menyerbu pos polisi dan pos militer dan di situ ada korban dari pihak militer,” katanya kepada Kiblat.net di Gedung Muhammadiyah Jakarta pada Selasa (05/09).

https://m.kiblat.net/2017/09/06/soal-genosida-rohingya-pemuda-buddhis-indonesia-salahkan-arsa/

****

Bagi kami ujaran Bambang Patijaya adalah sebuah statement konyol dan tanpa data akurat, bahkan lebih dari itu Ketum Pemuda Buddhis Indonesia secara gamblang sama dengan menyatakan bahwa genosida terhadap etnis Rohingya adalah sebuah kewajaran.

Padahal konflik Rohingya sudah terjadi sejak tahun 1948, hingga detik ini belum tercapai penyelesaian final.

Mungkin Bambang tak pernah membaca sejarah 'Na Sa Ka Operation', sebuah operasi yg digelar oleh pemerintah Myanmar pada tahun 1950, dimana pertama kali  pembantaian terhadap etnis Rohingya terjadi.

Puncaknya adalah di tahun 2012, dimana Pemerintahan Myanmar kembali mengobarkan kampanye pemusnahan etnis, kemudian memicu terjadinya eksodus besar-besaran etnis Rohingya ke berbagai negara tujuan.

Sementara Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) baru terbentuk tahun 2015, sejak terbentuknya ARSA hanya melakukan pelatihan tempur di luar Myanmar. Serangan ARSA pertama kali dilakukan pada tanggal 25 Agustus 2017.

Jadi sangat tidak relevan jika Bambang Patijaya selaku Ketum Pemuda Buddhis Indonesia mencari pembenaran atas genosida Rohingya.

Pernyataan Bambang Patijaya justru akan membuat Ummat Muslim Indonesia semakin yakin bahwa kaum Buddha di Indonesia mendukung genosida terhadap etnis Rohingya.

Bambang Patijaya seharusnya menyadari, bahwa dirinya adalah bagian dari kaum minoritas di negeri ini yg statusnya imigran (bukan penduduk asli Indonesia).

Bayangkan saja jika Bambang Patijaya dan sindikatnya mengalami hal serupa seperti yg dialami oleh etnis Rohingya, apa masih bisa Bambang Patijaya bicara seperti itu...?

Ketahuilah wahai Bambang Patijaya, Ummat Muslim di Indonesia cuma meminta sikap tegas Kaum Buddha di Indonesia agar bersama-sama menolak segala bentuk kekejaman dan genosida.

Jadi tak perlu anda mencari alasan untuk bahan pembenaran atas genosida terhadap etnis Rohingya.

Tak perlu anda menjadi seorang muslim untuk menolak genosida terhadap etnis Rohingya, cukuplah anda menjadi MANUSIA, maka hari nurani anda akan mampu menolak segala bentuk kekejaman dan genosida.

TTD.

Satria Dirgantara.
Presiden Militan Keadilan.

Label: , ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda