Habib Rizieq Bongkar Rencana Jahat Kelompok LIBERAL Dibalik Propaganda ISLAM NUSANTARA
Sejak Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa bahwa sekulerisme, pluralisme dan liberalisme (sepilis) bukan ajaran Islam, itu sesat dan menyesatkan. Sejak saat itu pula kelompok liberal tidak bisa bergerak bebas, bahkan ditolak dimana-mana oleh masyarakat.
Dan akhirnya, kata Habib Rizieq, saat ini kelompok liberal memakai istilah baru, yaitu ISLAM NUSANTARA
Kelompok JEMAAT ISLAM NUSANTARA (JIN) ini masuk lewat seni dan budaya.
Di jelaskannya, kelompok liberal ini menganggap bahwa Islam sebagai agama pendatang, oleh karena itu Islam harus di Indonesiakan.
"Ini pemikiran ngawur, nanti Islam di Cina harus di Cinakan, Islam di Amerika harus di Amerikakan, dan seterusnya. Ungkapan semacam ini salah, mereka mengatakan Islam itu dari arab, jangan Indonesia di Arabkan. Ambil Islamnya buang Arabnya," kata Habib Rizieq.
"Padahal Islam itu turun dari Allah Swt melalui Nabi Muhammad Saw yang pada awalnya meng-Islamkan bangsa Arab, selanjutnya bukan hanya Arab saja tapi seluruh bangsa itu di Islamkan," tambahnya.
Selain itu, propaganda kelompok JIN ini juga menyerang ajaran Islam.
"Misalnya mereka mengatakan jangan memakai ucapan Assalamualaikum karena itu budaya Arab, ganti dengan salam sejahtera. Atau menganggap bahwa jilbab adalah budaya Arab, jadi kalau pakai jilbab itu Arabisasi," jelas Habib Rizieq.
"Misalnya mereka mengatakan jangan memakai ucapan Assalamualaikum karena itu budaya Arab, ganti dengan salam sejahtera. Atau menganggap bahwa jilbab adalah budaya Arab, jadi kalau pakai jilbab itu Arabisasi," jelas Habib Rizieq.
Dulu sebelum Nabi Muhammad diutus, masyarakat Arab tidak kenal budaya jilbab, namun sejak Nabi diutus wanita muslimah ditutup auratnya.
WASPADAI LIBERAL BERWUJUD JIN (Jemaat Islam Nusantara)
Pemikiran Liberal ibarat Kanker Kronis Stadium 4 yang memiliki virus virus berbahaya di dalamnya.
Sebelumnya, Liberal menamakan diri mereka Islam Liberal namun Fatwa MUI menyatakan mereka sesat, kemudian mereka sempat berganti nama menjadi Islam Inklusif dan Islam Multikulturalisme namun tetap tidak laku.
Dan saat ini mereka memakau baju "Islam Nusantara". HATI HATI !
Mereka membungkus pemikiran Liberal mereka dengan Budaya sehingga mereka berkata
"Islam harus dinusantarakan".
Alhasil, Syariat-syari'at Islam mereka hilangkan semaunya karena alasan: itu Budaya Arab.
Alhasil, Syariat-syari'at Islam mereka hilangkan semaunya karena alasan: itu Budaya Arab.
Umat Islam harus Waspada !
Jangan Mau terpancing untuk bersikap RASIS terhadap Bangsa lain !
Jangan mau Islam dipecah belah !
Islam itu bersatu tidak memandang apakah dia Arab, China, atau India, atau yang lainnya.
Jangan Mau terpancing untuk bersikap RASIS terhadap Bangsa lain !
Jangan mau Islam dipecah belah !
Islam itu bersatu tidak memandang apakah dia Arab, China, atau India, atau yang lainnya.
Sehingga tidak ada istilah Islam Arab, Islam China, Islam India, atau yang lainnya.
Islam itu satu dan Rahmatan Lil Alamin. Rahmat untuk Semesta Alam.
Label: Liberal

