Minggu, 04 Desember 2016

Blunder Jokowi

Pengamat Politik yang juga mantan Menteri Muhammad AS Hikam membuat analisa brilian. Menurutnya, kehadiran Jokowi di demo 'Aksi Bela Islam (ABI) 3 menunjukkan Jokowi mengakui kepemimpinan Habib Rizieq atas Umat Islam Indonesia.

Saya setuju. Karena itu, saya berpendapat secara politis, Jokowi melakukan blunder. Mestinya dia tdk usah hadir. Kalau mau solat Jum'at juga carilah tempat lain seperti di ABI 2 di mana dia soljum di Bandara Soetta.

Selama ini, Jokowi tidak menganggap Habib Rizieq sebagai pemimpin dari perlawanan terhadap Ahok. Jokowi selalu menolak bertemu, walaupun  ada beberapa ulama mengusulkan dia bertemu karena  mereka tahu Habib adalah salah orang pemimpin de facto Islam saat ini. Dia juga tidak meminta Habib ke Istana ketika dia mengundang para tokoh ormas Islam. Dia jelas negasikan peran dan ketokohan Habib.

Tetapi kemarin pada acara ABI 3, Jokowi membuat keputusan yang 'aneh'. Secara mendadak dia hadir di Monas dan datang berhujan2 saat solat Jum'at mau dimulai. Padahal kehadirannya bagai tidak diharapkan. Dua hari sebelumnya, salah seorang pemrakarsa ABI 3, Ustad Bachtiar Nasir menyatakan, aksi ini bukan untuk mengetuk pintu Istana tapi untuk mengetuk pintu langit. Ungkapan Ustad Bachtiar itu menunjukkan dengan jelas bahwa mereka tidak lagi menganggap Jokowi sebagai tumpuan harapan mereka.

Acara ABI 3 itu jelas sekali diprakarsai oleh Habib. Kehadiran Jokowi itu seakan2 mengakui peran penting Habib selaku pemimpin umat Islam dalam perlawanan terhadap Ahok.

Tidak hanya sampai di sana, Jokowi pun duduk diam menyimak khutbah Jum'at yang disampaikan Habib selaku khotib. Dia dipaksa harus mendengarkan kata2 dari orang yang dia sendiri tidak mau menyalaminya.

Usai Jum'at, Jokowi memberikan sambutan singkat sekitar satu menit yang,  saya pikir, mengambang dan tidak menjawab permasalahan yang menjadi tuntutan umat.
Seusai memberi  sambutan dia seakan2 'kabur' karena bergegas kembali ke istana. Saat itulah, Habib kembali menunjukkan 'dominasi'nya  dengan ancaman yang pasti didengar oleh Jokowi: "Jika Ahok bebas maka akan terjadi revolusi". Dan itu diamini oleh jutaan massa yang mendengar kata2 Habib.

Bayangkan, seorang Presiden yang masih berkuasa diancam revolusi oleh orang yang tidak dianggapnya. Dahsyatnya lagi  diamini oleh jutaan massa. Itu sebuah tamparan politis yang sangat keras.

Makanya saya merasa aneh jika para cebong (ungkapan sarkasme untuk pendukung fanatik Jokowi-Ahok) menyatakan bhw kehadiran Jokowi di Monas pada 212 itu sebagai 'manuver politik tingkat tinggi Jokowi'. Bagi saya itu adalah Blunder.
Oleh Ramadhani Akrom.

Label:

Evaluasi Aksi 212 Di Petamburan

Selamat pagi izin dilaporkan pada hari Minggu tanggal 4 Desember 2016 pukul 08.00 - 12.00 wib di Markaz Syariah DPP FPI Jl. Petamburan III No. 17 Kel. Petamburan Kec. Tanah Abang Jakarta Pusat, telah berlangsung kegiatan Majelis Rutin Markaz Syariah Petamburan Setiap Minggu Pertama bersama Al Habib Muhammad Rizieq Syihab Lc, MA, DPMSS & GNPF MUI. Tema : Evaluasi Aksi Bela Islam III, yang dihadiri sekitar 500 orang jemaat FPI.

Adapun tokoh yang hadir :
1. KH. Drs. Syeikh Misbakhul Anam, (Ketua Majelis Syuro DPP FPI/Wakil Ketua GNPF-MUI)
2. Muhammad Al Khathathath (Sekjen FUI)
3. Ketua tanfidzi DPD Nangroe Aceh,
4. Habib Zakaria (Imam FPI Kalsel)
5. Imam FPI Madura,
6. Ustadz Khaerudin Surabaya,
7. H. Chaerul, SE (FPI Solo).
8. Dr. Sholeh Asegaf (Tim medis aksi Bela I, II, III)
9. Fachrurozy (FPI)
10. Sobri Lubis (FPI)

Adapun isi Majelis Rutin Markaz Syariah Petambutan sebagai berikut :

Adapun isi Majelis Rutin Markaz Syariah Petamburan sebagai berikut :

1. Habib Rizieq Syihab :
Kepada para habaib, ulama, jamaah, maka kesempatan hari ini atas izin Allah kita kembali dikumpulkan pada majelis ini. Saya berharap kumpulnya kita disini menyebab turunnya rahmad dan barokah.
Masih

Saya ingatkan bahwa majelis ini sudah disiarkan langsung dari radio streaming FPI dan TV streaming FPI. Ini juga disiarkan langsung.

Kita akan melakukan evaluasi daripada aksi bela Islam ke III. Perlu saya umumkan dulu dan beritahukan pada 6 Oktober ketika FPI DKI melaporkan kasus penistaan agama oleh Ahok, jujur saat itu sikap Polisi enggan untuk menindaklanjuti laporan. Setelah kita datangi berkali-kali keenganan itu makin nampak. Sehingga tercetus aksi bela Islam pertama di Kantor Balaikota dan Bareskrim. Dan laporan itu menjadi diprosesnya. Proses itu kita ikuti, setelah kita ikuti ada aroma intervensi dari kalangan parpol berkuasa dan Istana, sehingga Polisi jadi kikuk. Ditekan dari penguasa, dan umat Islam ikut mendorongnya. Sehingga muncul lagi aksi bela Islam ke II 411. Dan terjadi letupan didepan Istana. Hasilnya adalah Polisi berani maju selangkah dengan menetapkan Ahok menjadi tersangka.
Tidak benar jika demo Ahok ini tidak ada gunanya. Aksi tekan dan dorong bukan aksi sembarangan. Setelah ditetapkan sebagai tersangka kami datangi Mabes Polri dan audiensi dengan Kapolri minta Ahok segera ditahan.
Jika tidak ditahan, kami umumkan lagi Aksi Bela Islam III pada tanggal 2 Desember. Dan setelah diumumkan, luar biasa pengembosannya sangat kuat. Bela Islam 2 digembosi tapi mereka gagal, dan mereka tingkatkan penggembosan di bela Islam III. Hingga terang-terangan instruksi ke Kapolda agar masyarakatnya tidak usah ke Jakarta, dan PO Bus tidak mengangkut. Di Jakarta saja bikin selebaran via Hellikopter, dan fitnah ada aksi makar.
Ada fatwa dari pimpinan ormas Islam besar shalat Jumat di jalan tidak sah. Ada Hellikopter di Bakahuni, agar masyarakat tidak bisa menyeberang melalui Merak.

Ciamis, Bandung, Bogor, dan dari Jakarta malu ikutan jalan kaki juga. Sampai saya punya istri ikutan malu jalan kaki sampai ke Monas. Energi Ciamis luar biasa, tidak ada kekuatan yang bisa menggembosi karena anugerah dan pertolongan Allah SWT.

Diperkirakan peserta aksi 411 itu yang turun 3,2 Juta. Sementara aksi 212 disepakati jumlahnya itu lebih dari 2x lipat 212. Itungan itu logis dan ilmiah, sementara aksi 212 kemarin foto google map menunjukkan kepadatan lebih 2x lipat 411. Diperkirakan 7,5 Juta orang, itu karena anugerah Allah. Tidak ada seorang Habib, Syekh, ormas, apalagi parpol yang mampu mengumpulkan orang sebanyak itu dengan membela agama. Itu terjadi bukan lain karena pertolongan Allah.

Semua keindahan persatuan persaudaraan umat Islam bela Islam I dan II da ke III jauh lebih jelas dan nyata. Pada bela Islam II itu saling menjaga dan melindungi hanya dilokasi aksi. Tapi aksi 212 ini tidak hanya dilokasi aksi saja tapi sudah masuk ke daerah-daerah. Nuansa sentuhannya sangat terlihat.

Aksi bela Islam 212 semua dilarang shalat Jumat di HI harus di Monas. Dan ketika diterima di Monas Shaf paling belakang sampai ke arah Senen cempaka Putih, dan kanannya sampai ke Bundaran HI. Awalnya dilarang, akhirnya terpakai juga. Itu karunia siapa, Allah. Yang pingin shalat Jumat di Bund HI yaitu Allah, itu kehendak Allah.

Aksi bela Islam ke III semua diprotes oleh aparat bahkan digembosi oleh aparat dimana-mana digembosi. Pemerintah ikut gembosi, detik-detik akhir pemerintah ikut memfasilitasi. Siapa yang membolak-balikkan hati? Allah.

Ada yang tidak kalah menarik, sampai hari Kamis petinggi Islam termasuk MUI agar Presiden ikut hadir di shalat Jumat. Tapi Presiden tidak mau hadir dibilang itu orang-orang aliran keras. Intelijen bilang bahaya. Yang mengelola intelijen istana adalah Gorries Mere, jadi jangan kesana. Presiden bingung, tapi subhanallah didetik-detik akhir Presiden mau hadir. Sampai menjelang Jumat KH. Ma'ruf Amin tidak bisa datang dan Wakilnya juga tidak datang.

Karena kedua orang tua ini tidak hadir, teman-teman mendaulatkan saya sebagai khatib nya. Baru mau shalat Jumat, Presiden mau datang mendadak. Dan siangnya pada posisi Presiden tidak mau menolaknya. Yang berlaku karena kehendak Presiden atau Allah. Siapa yang Maha Kuasa dan Maha Kuat. Datangnya pas, pas sebelum khutbah dimulai, jadi isi khutbah dimulai. Tidak ada rekayasa manusia.

Dengan kuasa Allah sejak acara dimulai 8 pagi dan sejak Jumat, Allah kasih suasana sejuk. Tidak ada rasa panas, dan tidak kasih hujan. Dzikirnya tertib, doa nya tertib karena kuasa Allah. Begitu shalat Jumat, panitia kebingungan wudhunya bagaimana. Bagaimana mereka mau ambil tayamum. Madzab syafii kan tidak bisa tayamum di aspal.
Menjelang adzan pertama, Allah beri air langit dan umat ambil air wudhu dan badannya dibasahin dengan air. Lelah, capek hilang. Waktu hujan datang apa ada yang lari. Siapa yang Maha Kuasa dan Agung? Allah.

Terakhir, begitu hujan diturunkan orang ambil wudhu begitu masuk khutbah, hujan berhenti. Apa itu bisa diatur dengan manusia. Dengan penjelasan itu saya mau tanya, aksi 212 itu dibantu, ditolong ama siapa. Berarti aksi 212 itu kalah atau menang, kalah atau berkah. Manusia jutaan hadir itu tidak terjadi kerusuhan. Ini bukan saja sejarah pertama di Indonesia dan didunia. Jumat tertib, shalatnya tertib, semua satu tujuan untuk membela Islam semua terjadi dengan pertolongan siapa.

7 juta orang lebih turun kemarin, apa ada yang kekurangan air dan kekurangan makan. 300 bus akhirnya disiapkan pemerintah. Itu semua anugerah siapa? Siapa yang Maha Besar dan Kuasa serta Maha Agung.

Setelah saya jabarkan itu semua yang penting kita evaluasi adalah banyaknya turun kemarin menjadi penyebab sombongnya kita, jangan takabbur. Jadi kita harus bersyukur agar nikmat ini ditambah lagi oleh Allah SWT. Setelah aksi 212, kita harus kawal kasus Ahok dengan ketat. Tidak boleh lalai. Dapat berita salah satu JPU yang menuntut Ahok adalah seorang nasrani. Track recordnya mau kita periksa juga dan komentar-komentar pernyataan dia. Kita sedang kami pelajari, dan akan kami datang ke Jaksa Agung. Cari Jaksa yang senior, ghirah, mana penistaan dan bukan penistaan. Ini harus kita kawal. Kalau melihat jadwal, paling cepat 1 Minggu, semestinya harus disidang. Kita datangi ke Jaksa Agung apakah sudah ditetapkan ke Pengadilan. Dan di Pengadilan kita juga sambangi untuk pastikan jadwalnya. Setiap agenda sidang kita wajib datang. Di MUI sudah menyampaikan langsung ke Presiden, dan diajak bicara 4 mata dan sudah disampaikan secara langsung, kalau tidak mau ada aksi bela Islam 4, 5, 6, 7 maka perlu ada dialog dengan GNPF MUI. Kita akan siap dialog dan kami tidak takut dengan dialog. Kami persilahkan Presiden dan jajarannya, untuk dialog soal masalah kebangsaan dan kenegaraan. Artinya kami sampaikan kepada pemerintah apa yang jadi problem bangsa ini. Jika pemerintah mampu menjawabnya dan tidak melanggar konstitusi, serta jika kami salah sangka maka kami akan minta maaf dan ikuti pemerintah. Jika pemerintah melanggar, maka kita akan luruskan. Jika pemerintah tidak mau dialog dan dengerkan jangan salahkan Aksi Bela Islam selanjutnya. umat islam tidak akan capek. Seorang mukmin itu tidak pernah kenyang, dan berhentinya kapan, entar kalau sudah masuk surga.
Ada yang tanya, Habib ini kenapa aksi bela Islam I, II, III, dan kalau orang betawi bilang kalau 1,2,3 kalau sudah dibilangin ya tempeleng saja. Peringatan itu tiga kali. Jadi tidak ada lagi aksi bela islam ke 4, maka yang ada revolusi.
Setuju? Siap masuk surga. Jadi jangan coba-coba, tahu-tahu pengadilan membebaskan Ahok. Maka saya teriak revolusi. Siap turun lagi. Jangan turun lagi di Istana, Monas, HI, langsung kita sambangi ke Gedung DPR/MPR. Itu rumah rakyat, boleh kan tidur disana. Kalau tidur disana itu makar atau bukan. Kalau DPR rumah siapa? Boleh datang ke DPR, duduk boleh. Kalau ada yang menduduki DPR berarti makar, ini Polisi keder.
Boleh rakyat datang, boleh rakyat duduk, boleh rakyat nginep. Maka dari sekarang saya nasehatkan kepada anak-anak muda jaga kesehatan. Kalau mau jihad jangan ngerokok mulu. Mau kuat, mau jihad, jangan ngerokok. Duit ngerokok ditabung buat nginep di DPR. Berhenti ngerokok kita kumpulin 3 bulan, dan datang ke DPR. Jadi tidak bisa tuduh anda yang bayarin. Itu duit rokok anda yang ditabung. Setuju?

2. Ust Misbakhul Anam (GNPF MUI) :
Apa yang kita laksanakan evaluasi pada aksi bela Islam III berjalan lancar dan damai. Satu hal persoalan adalah pembagian konsumsi dan beberapa pos konsumsi dapat laporan langsung, konsumsi disediakan tidak ada habis-habisnya. Ini sungguh melupakan tanda kemenangan lain. Menarik lagi, hujan itu memang berbeda. Ini betul-betul Mu'jizat Al Quran bahwa didalamnya ada kebenaran Nya. Ada yang menarik didalam pertanyaan, agar KH. Ma'ruf Amin jadi khatib dan jawabnya singkat tidak mau jadi khatib. Saya tidak mau nanti ada konflik dengan kyai-kyai.
Akhirnya, Habib Rizieq yang gantikan khutbah. Dan diakhir acara, pidato Presiden jemaah ribut. Tapi pas Habib bicara jemaah tenang lagi. Ini presidennya Habib Rizieq apa Jokowi. Evaluasi real, bahwa pemimpin kita adalah ulama. Kesimpulan evaluasi saya ikuti kode etik Al Quran. Ikut ulama itu kunci agar masuk surga. Ikut komando Habib Rizieq tunduk dan ikut komando dari ulama. Aksi bela Islam ke III nengok aksi bela Islam II. Begitu dahsyatnya tembakan, itu kalang kabut. Pak Wiranto langsung nyungsep. Ini bukti kemenangan kita. Biarin kita aja yang dorong, ikut ulama siap.
Pemda ikut difasilitasi ornamen-ornamen natal, persis dengan pemurtadan. Ini dilawan atau dibiarkan. Ini instruksi resmi. Belum jadi Presiden sudah begitu. Jangan-jangan kalau Ahok jadi Presiden, bisa-bisa kita digorok. Kalau ada orang Islam pilih orang kafir maka dia kafir juga. Siap Revolusi. Atas nama pribadi dan Wakil Ketua GNPF-MUI, saya tidak ikut pemulangan Full.

3. Dr. Sholeh Asegaf (Tim medis aksi Bela I, II, III) : saya tidak menduga diminta Habib untuk bicara disini. Aksi bela Islam ke III lebih dari 500 orang terlibat tim medis. Ada juga herbalis, yang dipijet. Mengumpulkan orang ini tidak sulit, yang jadi sulit tidak bisa mengecewakan mereka.
Ini kesempatan menyatukan dokter tidak hanya sejabodetabek tapi se Indonesia. Rumah Sakit saya ditutup gara-gara perilaku Ahok ini. Bisikan itu diaktualisasi oleh orang-orang dibelakang Ahok. BPJS itu bisa diatasi sbnrnya. Akhirnya, kumpulnya dokter ini mempersatukan hati kami agar orang muslim ini punya potensi. ABI II ini ada korban kena tembakan gas air mata.

4. Ust Al Khathathath :
Sering orang salah dalam membuat analisis umat Islam seperti buih tidak ada apa-apanya. Jika tidak ada peringatan 3 kali, setelah itu kita buktikan. Kalau saya dari orang pengalaman pergerakan mengamati 212 itu adalah terdahsyat. Tidak ada lagi pandangan itu. Mereka sangat memandang sebelah mata. Itu muncul dari pimpinan ormas besar dikantor ormas besar. Hari ini ormas itu tidak besar lagi. Saya aktivis gerakan lebih 30 tahun. Kita melihat semua orang mengakui GNPF-MUI kalau kita lihat pembentukannya duduk-duduk di RM Abu Nawas, disitu mulai dibentuk. Koordinatornya langsung Bachtiar Nasir tanpa Munas. Karena keikhlasannya luar biasa Allah. Aksi 212 Wiro Sableng, Limbad, Titik Soeharto (konglomerat) hadir dan Jalan kaki dari Cendana. Tulisannya juga beredar.
Sekarang peci putih, ijo, coklat, item, itu bersatu. Ada yang bertanya kenapa Jokowi harus datang. Habib menegaskan apa yang dilawan oleh Ahok. Ayat suci diatas ayat konstitusi wajib kita taati. Jika tidak sesuai kita ganti dengan konstitusi yang sesuai. Tapi sayang seribu kali sayang Jokowi telat datang dan KH. Ma'ruf Amin juga ikutan telat datang.
Kenapa KH. Ma'ruf g datang, berarti mempersilahkan Habib Rizieq. Said Aqil Siradj datang tidak.
Hj. Munahar itu datang dari PBNU. Yang gak datang ya yang rugi. Yang gak datang ya minal khasirin. Salafi, HTI, Wahdah. Yang gak datang cuma satu kelompok itu saja. Saya juga ikut datang di UBK bicara soal proxy China, dan Amerika setelah selesai saya masuk ke ruangan Rachmawati dengan beberapa tokoh. Tak tungguin mau ngomong apa. Saya bicara sama Ahmad Dhani "karepe opo" nunggu keputusane wong telu yaitu Rachmawati, Kivlan Zein dan satu lagi "saya tidak mau sebutkan".
Ternyata waktu bela Islam III mereka agar tidak menggiring ke DPR saja. Apapun itu militer, tentara, polisi, umat harus dibawah komando ulama. Bahwa ayat suci harus diayat konstitusi. Inilah yang harus diperjuangkan, dan jangka pendeknya adalah Ahok harus dipenjara. NU DKI itu tangkap Ahok. Itu tafsirnya bukan jalalen tapi jalan lain. NU DKI sudah dijalan yang lurus maka kita galang. Nasir Zein itu qunutnya lumayan panjang. Istimewa lagi, ustadz dipanggung enak. Kita sambil sujud sambil minum air tapi itu berkah. Qunut Nazilah untuk keselamatan negeri ini, khususnya Jakarta dipimpin Wali Mukmin. Itulah hikmahnya kenapa mengalah sedikit. Saya hitung-hitung lebih bagus di Monas. Pengaturannya lebih luas dan banyak. Hikmahnya banyak, jangan terlalu nafsu perlu dengan pemikiran dan strategi. Yakin Allah menangkan kita.Mudah-mudahan pak Jokowi mengerti. Ternyata jamaah itu ada Presiden biasa saja. Tidak terlalu heboh ada Presiden, berarti spiritualnya jadi naik. Mana bisa buih jalan kaki dari Cianjur, Bogor bisa kesini.
Fadly Zon tidak bisa hadir karena ke Panama, pesannya jangan sampai kalau hujan jemaah kocar kacir. Dan saya ambil mic dan itu adalah rahmad. Pasukannya Habib Rizieq ini luar biasa. Ini jutaan orang tidak bergeming.
Urusan hukum belum selesai. Rizal sama Jamran ditangkap. Kita penuhi pengadilan bila perlu 100 ribu. Ini yang memberikan presure. Dulu seperti Ariel di Bandung. Laskar-Laskar ada di Pengadilan. H. Encep bilang Ariel bebas Pengadilan kita bakar dan akhirnya di hukum.
Haram memilih penista agama. Kita pakek pembatas Al Quran wajib pemimpin muslim haram memilih pemimpin penista agama.

5. Dilanjutkan shalawat Nabi.

6. Munarman :
Aksi 411 dan 212 itu baru latihan belum sebenarnya. Jadi belum masuk pertempuran sesungguhnya. Itu belum puncaknya. Kita tidak grabak grubuk. Kalau dalam aksi sebelum-sebelumnya, saya terkesan pribadi sepertinya tegas melarang naik ke panggung. Kalau naik semua bisa roboh. Ada yang dibisikin karena saya terlalu kejam. Saya takut kenapa-kenapa di panggung. Ini kita diberi Allah 14 Oktober, 411, 212 dan insa allah kita siap berjuang seminggu sekali. Kenapa seminggu sekali, karena sidang Ahok digelar seminggu sekali. Kita akan latih tiap hari. Kita lihat ni, apakah seminggu sekali ini ke Pengadilan Jakarta Utara. Jangan menganggap selesai kemarin padahal kedepannya makin berat. Kita lihat seminggu sekali terutama warga Jakarta. Warga Jakarta dapat pelajaran penting dari warga Ciamis yang jalan kaki. Jadi saya kira harus bersiap mulai akhir Desember maka kita harus penuhi Pengadilan seminggu sekali. Allah kasih hadiah besar.

7. Shalat Dhuhur berjamaah.

*Catatan* :

1. Agenda majelis taklim rutinan yang digelar oleh FPI menyampaikan beberapa evaluasi aksi Bela Islam (ABI) jilid III dan adanya wacana langkah-langkah selanjutnya.

2. Kelompok massa GNPF-MUI berencana akan menyambangi Jaksa Agung untuk mempertanyakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene dalam sidang Ahok nanti. Massa meminta agar menggantinya dengan Jaksa senior yang islami. Selanjutnya akan mendorong agar berkas yang sudah selesai di Kejaksaan segera dilimpahkan ke Pengadilan. Dan memastikan agenda sidang kasus dugaan penistaan agama Ahok di Pengadilan Jakarta Utara. Massa FPI juga siap kawal seminggu sekali untuk menggelar demo di Pengadilan Jakarta Utara.
Pada Ahad, 11 Desember 2016 akan digelar Maulid akbar di DPP FPI Petamburan rutinan setiap tahun yang akan dihadiri seluruh anggota FPI. Selanjutnya 12 Desembernya digelar Maulidnya di Cawang oleh DPD FPI.
Tanggal 12 Desember di Gedung Sate Bandung juga digelar aksi kembali serupa oleh Aa Gym, yang akan dihadiri Habib Rizieq.

3. Habib Rizieq mengancam jika nanti Ahok bebas dan tidak ditahan maka siap-siap akan menggulirkan gerakan revolusi duduki DPR/MPR RI.

4. Adanya rencana aksi kawal seminggu sekali di PN Jakarta Utara saat sidang Ahok dan jika nanti dibebaskan maka Habib Rizieq menstimulus untuk siap melakukan revolusi duduki DPR.

212 di Mata Konsultan Singapore

Jum'at (2/12/2016) pagi jam 10:00 di kawasan Marina Bay Singapore, saya meeting dengan Jonathan, partner bisnis saya, seorang Cina Singapore beragama Katolik...

Dia Doktor lulusan salah satu Universitas terbaik di USA, dia mantan banker yg skrg jadi konsultan keuangan utk investor Timteng yg bergerak di dunia penerbangan...

Sebelum meeting, tiba2 dia nanya ke saya:"Bukankah di Jkt sekarang lagi ada demo besar2an 212..Pak Nur.?"...

"Oh kamu tahu juga ya..?" Begitu ujar saya..ternyata dia tahu dari media masa di Singapore...

Saya lantas menunjukkan TV live streaming di Android saya..yg memperlihatkan jutaan manusia berjubel di Monas dan jalan protokol di sekitarnya, serta nyambung dgn lautan manusia yg tumpah ruah di bundaran BI...

"How amazing is it.." begitu komentar Jo setengah tak percaya.. Berapa banyak manusia kah ini.? Sy perkirakan antara 2-4 juta jiwa.. Ini sdh lebih dari separo penduduk Singapore (5,5 juta jiwa).. ujarnya menjawab pertanyaannya sendiri."...

Nah sbg seorang "profesional" yg selalu bekerja secara terencana dan sistematis..dia lantas melempar rentetan pertanyaan:
"Berapa lamakah perencanaan demo ini.?"
"Siapakah yg mimpin demo ini.?"
"Gimana cara komunikasi antara pemimpin dan peserta demo.?"
"Gimana ngatur transportasinya.?"      
"Gimana ngatur logistiknya.?"
"Gimana ngatur fasilitas pendukungnya (ambulans, toilet dll).?"
"Gimana ngatur tempatnya.?", dst..dst..
Saya hanya bisa menggeleng sambil berucap:"saya nggak tahu Jo"...

Lantas Jo pun bergumam sambil geleng2 kepala:"Saya nggak percaya, ada org/organisasi dimanapun di dunia ini (note: dia sering melanglang buana) yg sanggup menggerakkan org sebanyak itu..dlm waktu singkat... impossible.!
Pasti ada kekuatan besar diluar manusia yg menggerakkannya."ujarnya singkat..

Diskusi kamipun beralih ke alasan dan penyebab demo.. Rupanya si Jo ini tau juga dari media masa Singapore, bahwa ini merupakan rentetan unjuk rasa umat muslim Indonesia akibat kasus penistaan agama oleh Gub. DKI Ahok..

Gantian skrg saya yg nanya kpdnya:"Gimana pendapatmu ttg hal ini Jo..?"...

Jo lantas menjawab:"Ini sih konyol dan sangat fatal..bagaimana mungkin seorang Gubernur melecehkan agama yg dipeluk oleh mayoritas warganya sendiri..?"

"Masalah agama sgt sensitif, apalagi menyangkut Kitab Suci yg menjadi pedoman hidup pemeluknya..yg lantas dinistakan oleh org yg beragama lain.." ujarnya..

Lantas dia lanjutkan:"Ibaratnya ada tamu yg datang kerumah anda, lalu dia menghina isteri anda..wah isteri anda jelek, jorok, bau..bla..bla.. ya sgt wajarlah kalau anda, anak2 dan keluarga anda marah.."...

Ternyata Jo jg tahu karakter Ahok yg suka marah2 dan mengeluarkan kata2 kotor.. Lantas diapun bertanya sambil keheranan:"Gimana mungkin org seperti ini bisa terpilih jadi Gubernur di Ibukota negara anda Pak Nur..?"..

Saya langsung jawab:"Dia jadi Gub DKI krn menggantikan Jokowi yg naik jadi Presiden RI, jadi yg dipilih rakyat DKI waktu itu adalah figur Jokowi, bukan Ahok.." Oohh gitu ya..ujarnya maklum..

Lantas iseng2 saya ganti nanya kepadanya:"Apakah org seperti Ahok bisa jadi pemimpin di Singapore..Jo.?"..

Saya nanyain hal ini krn inget, ada pihak yg pernah mengatakan, kalau Ahok nggak dikehendaki di Jakarta, dia bisa jadi Gubernur di Hongkong atau di Singapore..jadi rakyat Jkt yg rugi...

Diapun ketawa sambil menjawab:"No way Pak Nur..di Singapore seorang pemimpin hrs mempunya standar moral dan etika yg tinggi.. dia hrs mengayomi dan bukan mencari musuh.. dia hrs bisa jadi teladan bagi warganya.."

"Tdk layak bagi pemimpin di Singapore utk marah2 dan mengeluarkan kata2 kotor/tdk pantas kpd warganya di depan publik..apalagi sampai melecehkan keyakinan warganya.." begitu dia melanjutkan...

"Bukankah dia pekerja keras, bersih, jujur, performancenya bagus dan diakui orang banyak..?" Begitu sergah saya...

Diapun ketawa lagi sambil menjawab:"Bagi kami Ahok hanyalah seorang hard worker pak..dan bukan seorang pemimpin.." Loh koq..?"

"Kalau anda bekerja keras dan ngikutin aturan (termasuk tdk boleh korupsi) pastilah performance anda bagus, spt kami2 ini, para profesional di Singapore", begitu ujarnya panjang lebar...  

Oohh gitu ya..ujar saya sambil nyruput kopi..  Lantas kamipun back to laptop.. kembali ke topik diskusi.. membahas potensi dan rencana investasi di bisnis penerbangan di Indonesia.

Wallahu a'lam bish-showab,
NHA

SEBUAH PENYESALAN

Diawali rasa gembira yg tiada tara di hari 212, Saya dan istri sepakat utk mengirim WA ke anak kami yg sedang kuliah di Maroko. WA yg kami kirim seputar gambar jutaan mujahidin fi sabilillah yg sedang berkumpul di Monas dan sekitarnya. WA kami langsung dibalas oleh anak kami dg Takbir dan ucapan bangga dan takjub akan perjuangan para mujahidin. Saking gembira dg respon anak kami itu, kemudian kami kirim lagi gambar lain yg sejenis. Seperti halnya tadi, WA kami pun langsung disambut lagi dg kata2 yg menusuk hati menggetarkan jiwa yg ditulis anak saya tersebut. Bahasnya singkat padat tapi spontan membuat kami bergetar, panas dingin dan lemes. Kata2 singkat yg ditulis anak saya: "Papah ikut ke Monas enggak, peran Papah di mana?". Allahu Akbar kami langsung menangis tersedu2, karna menyesali kenapa kami tdk ikut bersama para mujahid di Monas. Di saat kondisi jiwa yg tak menentu itu kami terus berdiskusi dg nada2 koreksi diri dan menyesali diri: "Kenapa kita tdk terpikir bhw aksi 212 itu bukan sekedar dzikir bersama, tapi memiliki makna sejarah seumur hidup bahkan sejarah dunia yg bersifat abadi dan sejarah yg mungkin mirip Perang Badar?" Kami makin droff ketika istri bilang nanti mungkin di akhirat di pintu syurga tertulis nama2 mujahid Monas 212. Allahu Akbar...Allahu Akbar...kondisi psikologis kami benar2 goncang dan makin serius ketika istri berkata lagi kenapa Papah gak kepikiran kita berangkat bersama ba'da subuh bawa mobil pribadi? Dan kenapa kita gak terpikir bagaimana nanti si Teteh yg pulang liburan pengabdian di GP3, dan juga si Kaka yg pulang liburan dari Gontor 1 Putra?. Pasti keduanya pun akan bertanya: Papah-Mamah ikut enggak dan di mana perannya? Astaghfirullah betapa malunya kami, betapa menyesalnya kami. Baru ditanya anak saja di dunia sdh seperti ini, apalagi di akhirat nanti. Astaghfirullah...Ya Allah ampunilah kami yg khilaf dan tdk sempat berpikir panjang ttg moment akbar, peristiwa ajaib, dan kesempatan yg belum tentu terulang dlm sejarah dunia, dan sejarah abadi 212, yg menorehkan tinta emas ttg nama2 mujahidin pembela al-Qur'an, Pembela Agama Allah di pintu syurga nanti. Allahu Akbar....Allahu Akbar...Allahu Akbar.
(Oleh: Prof.Dr.H.M.Solihin, M.Ag)

Label:

Air Bah Tidak Bisa dibendung

Telah terjadi perubahan makna struktur.
Air bah tidak bisa terbendung..semua terseret...awalnya menolak di datangi di istana..namun datang sendiri ke Aksi Super Damai 212. Kelompok mereka mengadakan dua kali upaya membangun opini tentang ABI..yaitu 19 Nov dan 30 Nov...keduanya membangun opini bahwa 212 tidak mewakili kebhinekaan NKRI.
Di media center 212..aksi ditonton live terlama di dunia..Kita jangan sampai gagal paham ttg kondisi saat ini. Didiklah murid dan anak kandung agar selalu meneladani Rasulullah.

GNPF bergerak atas kehendak Ilahi..kehadiran sudara2 di 212 merupakan kekuatan Allah..tidak ada hubungan apapun dengan politik..tidak ada hubungan dengan Prabowo dan SBY..ada yg mengatakan bahwa 212 dibiayai oleh Tommy Soeharto dll. Al Maidah 51 langsung memecah belah saat masa di jaman Rasulullah...telah memisahkan mana mukminun dan mana kafirun..penodaan Al Maidah sudah dilakukan kelompok mereka sejak lama...

Pada saat gelar perkara di Bareskrim, dua orang pembela terdakwa mengundurkan diri karena ketidakjujuran penyewa pembela.

Pendidikan terbaik krmbalikan kepada Al Quran...menyekolahkan di Kairo Mesir dll tidak ada jaminan. Karena orang2 yg ikut mendesain kondisi Indonesia spt sekarang ini adalah kelompok mereka..yg ikut mendatangkan Syeck dari Mesir untuk membohongi umat.

Presiden mendesain agar keluar fatwa bahwa sholat di jalan raya tidak sah...namun Presidennya sendiri datang sendiri ikut sholat Jumat..tokoh besar dipermalukan sendiri oleh Presidennya.

Al Azhar harus mampu menjadi garda terdepan dalam membela Al Quran. Habib Rizieq mendapatkan ancaman yg sangat menyakitkan dan bahkan menyenangkan...mulai dari ancaman jiwa..sampai ancaman tawaran berhektar-hektar tanah dan milyaran uang yg tiba2 ada di bagasi mobilnya. Tapi energi kecintaan terhadap Al Quran mengalahkan segalanya.

Indonesia akan dipecah belah menjadi negara jahiliyyah...sudah dipimpin orang kafir..di jadikan calon koloni Tiongkok...Saudara2 kami yg Muslim..yg Budha..yg Hindu..yg Konghucu..yg Kristen adalah saudara kita...musuh kita adalah tokoh2 politik dari segelintir taipan yg ditanam untuk mengacak-acak bangsa kita dengan berbagai dalih.

Ada generasi baru di Indonesia yg tidak apa2 dinistakan konstitusi dari pada nista di hadapan Allah...ada generasi yg sangat cinta kepada Allah dan Allah pun mencintainya...aksi damai..generasi yg berciri tiga hal,pertama lemah lembut sesama muslim...tegas dg kafir..Al Maidah 54...kedua : orientasi berjihad di hadapan Allah...sudah  sempurna kalimat Allah..jangan dibandingkan dg ayat konstitusi...ketiga: tidak takut dicela dan dibully oleh para pencela.

Oleh:USTAD BACHTIAR NASIR
MASJID AGUNG AL AZHAR 4 DES 2016

Refleksi dari Buya Hamka
Tuan...
Janganlah heran jika umat ini mencintai Al Quran lebih daripada mencintai hidupnya sendiri. Sebab kami hina dan hidup gelap gulita kalau bukan karena Al Quran.

Tuan...
Jangan pula heran mengapa bangsa ini mencintai Al Quran. Sebab Al Quran-lah yg mengajari kami akan harkat dan martabat kami sebagai manusia. Al Quran pula yg mengajari kami untuk mencintai perdamaian dan mencintai kemerdekaan lebih dari apa pun.

Tuan...
Jika bukan karena rakyat, yg di dalam hatinya bersemayam Al Quran, maka niscaya masih ada warna biru di bendera (merah putih) negeri ini.

- Buya Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, HAMKA

Label: ,

KHUTBAH SANG HABIB

Nama tenarnya adalah Habib Rizieq. Saya pasti tahu beliau (tentunya dari media), tapi tidak kenal, belum pernah ketemu. Beliau adalah Imam Besar FPI (Front Pembela Islam). Saya aktivis PERSIS (Persatuan Islam), Ormas Islam yang lahir awal abad ke 19, segenerasi dengan Muhammadiyyah (1912), Persis (1923), NU (1926). Tahun 1930-an Persis banyak mengkritik tradisi para Sayyid dan Habaib, tapi pada Aksi Bela Islam III 212, Persis hadir dengan 25.000 jamaah yang oleh pimpinannya dibolehkan, bahkan diwajibkan membawa atribut Jam'iyyah. Mereka duduk khusyu' menjadi makmum Habib Rizieq, menyimak dengan hidmat khutbah Jum'at Sang Habib. Indahnya Ukhuwwah Islamiyyah. Inilah khutbah sebenar-benar khutbah jum'at, kata teman saya yang Persis itu.

Teman saya benar. Habib Rizieq berkhutbah dengan suara penuh dan pesan yang jelas. Tampaknya beliau berusaha keras meniru khutbah Jum'at Rasul yang jelas dan tegas. Khutbah Jum'at Sang Habib menjadi lebih bermakna karena disampaikan dihadapan jamaah istimewa, yaitu Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla dan juga para menteri. Momen ini benar-benar luar biasa. Pak Jokowi - JK khusyu dan ikhlas di imami Sang Habib yang kata sebagian orang Islam garis keras. Berarti Pak Jokowi-JK Islam garis keras dong? Aaah nggak perlu di dengar lah yang gitu mah, kagak produktif. Kata Mas Nganu dari Melbourne (ini demi UU ITE yah, padahal saya juga ikut merancang UU ITE lho, tapi nggak ikutan bikin pasal-pasal pidananya), yang datang ke Monas pada 2 Desember adalah orang bodoh dan umat Islam kaliber buih. Gawat, berarti Pak Jokowi dan Pak JK bodoh dan buih dong? Menghina kepala negara nih mas Nganu van Melbourne.

Lima point penting Khutbah Sang Habib ingin saya sampaikan disini. Pertama, kewajiban menegakkan hukum Allah. Tidak ada yang lebih tinggi dari hukum Allah. Dengan sedikit menyindir ucapan Mas Nganu van Jakarta, Sang Habib mengatakan, "Ayat suci lebih tinggi dari ayat-ayat konstitusi". Menurut saya Sang Habib tidak sedang melanggar konstitusi, tapi justru memperkuat konstitusi. Disini tampaknya Sang Habib mengerti makna konstitusi dibanding Mas Nganu. Konstitusi bukan hanya sekedar deretan pasal-pasal, melainkan juga berisi sejarah, aspirasi, kegelisahan, dan harapan suatu bangsa. Kalau zaman Orba, Sang Habib pasti diturunkan dari mimbar. Pak Jokowi dan Pak JK tidak melakukannya, karena beliau berdua mengerti makna konstitusi. Salam hormat untuk Pak Jokowi dan Pak JK.

Point kedua Sang Habib menyampaikan keharusan untuk menegakkan hukum dan keadilan. Dengan berbahasa Inggris Sang Habib mengatakan, "justice for all" (keadilan untuk semua). Habib benar, memang harus begitu. Tampaknya Habib menyampaikan pesan jelas dan kuat kepada Pak Jokowi - JK mengenai kasus penodaan agama. Saya pikir Habib tidak mendorong intervensi kekuasaan karena itu haram dilakukan dalam penegakan hukum. Habib tidak sedang melakukan public pressure (tekanan publik), tapi menyampaikan aspirasi publik. Ingat, aspirasi publik adalah bahan hukum yang paling asli.

Point ketiga Sang Habib menyampaikan keyakinannya akan tetap mengamalkan titah QS.Al-Maidah: 51. Habib benar, itu adalah kalam dan titah Allah. Bukan rasis dan anti keragaman. Bagi umat Islam, itu adalah perintah untuk menjadikan dirinya umat yang berkualitas agar senantiasa melahirkan pemimpin yang berkualitas. Nggak perlu nyari-nyari keluar gitu lho.

Point ke empat Sang Habib menegaskan bahwa tidak boleh ada penodaan terhadap agama-agama di Indonesia. Habib benar, agama adalah fondasi dalam berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia. Sila Ketuhanan dalam Pancasila jelas-jelas merujuk kepada agama. Penistaan agama bermakna menista Pancasila. Kira-kira begitu pengertiannya.

Point kelima Sang Habib menegaskan bahwa Islam dan umat Islam tidak anti keragaman karena itu Sunnatullah. Yang dimintakan umat Islam dalam Aksi Bela Islam 212 adalah penegakan hukum dan keadilan terhadap penista agama. Tampaknya Habib ingin menegaskan bahwa ekspresi ke-Islaman tidak boleh dimaknai sebagai anti keragaman apalagi sebagai sikap yang tidak nasionalis, karena Islam dan kaum Muslimin adalah pilar utama bangsa dan negara Indonesia, masa iya mau merusak rumahnya sendiri.
Semua pesan itu disampaikan dengan jelas dan tegas dan Insya Allah jauh dari rasa benci dan dengki dihadapan umara (para pejabat) dan saya yakin para pemimpin itu menyimak dengan penuh keikhlasan. This is the true  khutbah Jum’at.

Atip Latipulhayat

Label: ,

Sisi lain yang luput dari pemberitaan 212

Presiden Jokowi beserta rombongan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolda metro jaya Wapres Jusuf Kalla, Menko bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan, Menag Lukman Hakim Saefuddin, Menko Polhukam Wiranto dan lain-lain hadir di area panggung utama Aksi Bela Islam 3 di Monas pada saat berkumandangnya adzan shalat Jum'at.

Rombongan langsung masuk tenda VIP yang berada tepat di Utara panggung. Laskar Mujahidin petugas  pengamanan tenda VIP sudah menyiapkan 3 shaf dibelakang imam segaris dengan shaf yang ada di panggung untuk shalat Jum'at.

Begitu rombongan masuk ke tenda VIP didahului oleh pasukan pengawal presiden (Paspampres). Melihat sudah ada tiga shaf di situ, Paspampres bertanya: _”Ini siapa yang ngatur”. _”Saya”_, jawab komandan Laskar Mujahidin. _”Ini barisannya harus ditambah nanti untuk rombongan tidak muat”_. Ujar Paspamres. _”Tidak bisa, ini sudah maksimal”_ Jawab Dan Laskar. _”Ini sudah Protap”_ ujar Paspampres. _”Urusan ibadah tidak perlu Protap, saya lebih tahu, mana komandanmu, masalahnya kalau shaf ditambah maka akan melebihi posisi imam”_ sanggah Dan Laskar Mujahidin. _”Kamu siapa?”_ tanya Paspampres. _”Saya komandan Laskar Mujahidin yang bertanggung-jawab di sini"_, tangkas Dan Laskar Mujahidin. Belum selesai perdebatan, mendengar ribut-ribut datanglah Menkopolhukam Wiranto menengahi. Laskarpun akhirnya  merelakan shaf yang sudah dipersiapkan untuk mereka tempati tanpa menambah shaf di depan. Kemudian Paspampres meminta semua yang ada di tenda supaya keluar, kecuali rombongan presiden.

Sementara itu, selain Laskar di tenda VIP ada tiga petugas akhwat dari IQL, mereka  juga diminta keluar oleh Paspampres. Terpaksa untuk kedua kalinya komandan Laskar Mujahidin menegur: _"Tidak apa-apa kami Laskar shalat di luar, tetapi biarkan tiga orang petugas wanita itu tetap di tenda karena di luar hujan cukup deras"_. Merekapun akhirnya terpaksa membiarkan tiga akhwat IQL itu tetap di tenda VIP.

Orang-orang  Kristen rombongan presiden termasuk Luhut menonton saja saat presiden dan rombongan lainnya shalat Jum'at.

Anggota Paspampres yang berteriak-teriak dan ditegur oleh komandan Laskar Mujahidin ternyata Kristen. Pantesan saja dia tidak tahu tata cara shalat berjamaah.

(Dituturkan kembali oleh wartawan RM)

Label: