Sabtu, 10 Desember 2016

Jaringan Swalayan di Jogja “PAMELLA” Stop Menjual Sari Roti

Eramuslim.com – Bantahan perusahaan Sari Roti terkait produknya dalam Aksi Umat Islam 212, menuai kecaman umat Islam dan juga berbuah aksi boikot.

Dalam rilis resminya PT Nippon Indosari Corpindo Tbk selaku produsen ‘Sari Roti’ seakan-akan menuding secara tidak langsung Aksi Bela Islam III, 212, sebagai kegiatan politik dan anti kebhinekaan.

Seruan boikot Sari Roti yang awalnya bergema di sosial media berlanjut dalam aksi nyata. Selain konsumen yang melakukan boikot, juga toko-toko swalayan milik pengusaha muslim.

Di Yogyakarta, jaringan swalayan terbesar PAMELA yang memiliki 8 cabang mulai kemarin menghentikan penjualan produk Sari Roti.

“MAAF MULAI HARI INI

SELURUH JARINGAN PERTOKOAN & RITEL KAMI

TIDAK MENJUAL PRODUK-PRODUK

SARI ROTI

TTD

MANAGEMEN”

Demikian pengumuman tertera di gerai Swalayan PAMELLA.

Bagi warga Yogyakarta, nama PAMELLA sudah tidak asing di telinga. Swalayan kondang ini milik pasangan Haji Sunardi Syahuri (Tokoh Muslim Jogja) dan Hajjah Noor Liesnani Pamella.

Sikap pemilik atau produsen Sari Roti terkait Aksi 212 dinilai menunjukkan ketidaksimpatiannya terhadap umat Islam terutama mereka yang tergabung pada aksi tersebut. Mereka lupa dan tak menyadari bahwa konsumen terbesar dari roti produksinya adalah umat mayoritas di negeri ini. (kl/ppy)

Label: ,

Hukum Merendahkan Diri Kepada Orang Kafir

Apa sebenarnya hukum merendahkan diri terhadap orang kafir? Berikut fatwa salah satu Ulama panutan madzhab Syafi'i Syaikhul Islam Al Imam Ibnu Hajar Al Haitami Asy Syafi’i rahimahullah.

وسئل نفع الله تعالى بعلومه هل يجوز للمسلم ان يقبل يد الحربي المشرك وان يقوم اليه وان يصافحه وان يتخضع اليه وكل ذلك لينال منه مالية واذا قلتم بعدم الجواز فما يترتب عليه وما ذا يلزمه؟

فأجاب بقوله ﻻيجوز للمسلم ان يعظم الكافر بنوع من انواع التعظيم سواء المذكورات وغيرها ومن فعل ذلك طمعا في مال الكافر فهو آثم جاهل كيف وقد قال صلى الله عليه وسلم من تواضع لغني ﻻجل غناه ذهب ثلثا دينه فإذا كان التواضع للمسلم الغني يذهب ثلثي دينه فما بالك بالتواضع للكافر؟ والله سبحانه وتعالى اعلم

Ibnu hajar Al Haitami diberikan pertanyaan Fatwa;

Bolehkan bagi seorang muslim, Menciumi tangan kafir harbi, Juga berdiri menyambutnya dan menyalaminya dan melakukan penghormatan kepadanya yang mana hal itu di lakukan untuk memperoleh uang darinya? Jika anda berpendapat tidak boleh, Maka apa yang akan berdampak kepadanya juga yang wajib baginya?

Beliau menjawab:

Bagi orang muslim tidak boleh mengagungkan orang kafir dengan cara tersebut dan sebagainya. Barangsiapa yang melakukannya untuk memperoleh harta si kafir, Maka dia merupakan pendosa yang bodoh. Bagaimana tidak? Sedangkan Nabi Shollallahu alaihi wasallam telah bersabda; “Barangsiapa yang tawadlu’ kepada orang kaya karena kekayaannya, Maka hilanglah dua pertiga agamanya”. Jika tawadlu’ terhadap sesama muslim yang kaya saja dapat menghilangkan dua pertiga agama, Apalagi tawadlu’ terhadap orang kafir? Wallahu alam. (Al Fatawa al Fiqhiyyah al Kubro)

Label:

GUS SHOLAH MERASA DI KADALI, DIJEBAK......ALHAMDULILLAH DGN TEGAS MENYATAKAN MUNDUR

BELUM HABIS AHOK  TERBITLAH HARY TANOE

1. Bagi saya, spirit 212 itu salah satunya adalah mewaspadai jurus2 maut penjarahan NKRI oleh komunis Cina dan para kolaboratornya. Namanya waspada, ya harus ekstra siaga saat langkah asing makin merangsek ke jantung pertahanan.

2.  Tak ingin terlambat, pagi2 saya sudah proklamirkan takkan sudi menerima bantuan Hary Tanoe. Bahkan saya lantangkan, "Go to hell with your aid !". Betapa ironisnya duit orang kafir yang tak kenal halal-haram dipakai memajukan pesantren ? Maju menuju ke jurang neraka gitu ?

3. Saya mafhum jika Said Agil Siroj terlibat di Yayasan Peduli Pesantren milik Hary Tanoe itu. Tapi saya keheranan, kok Kyai Gus Sholah ada di dalamnya juga ? Saya jadi mikir, beranalogi ala tradisi santri saat ngaji fiqih : adakah kiranya madzhab yang menghalalkan daging anjing tidak galak nan manis ?


4. Belum kesampaian rencana saya dan beberapa kawan untuk sowan ke Jombang, pagi tadi sudah ada kabar klarifikasi. Yang ini berkebalikan dengan klarifikasinya Sari Roti, maka para mujahidin 212 peronda pos perbatasan tak usah memboikot Ponpes Tebuireng, lho. Isok kuwalat sampeyan.

5. Klarifikasi sudah dinyatakan dalam sebuah pertemuan tertutup, dihadiri beberapa Kyai senior Nusantara. Bahwa Kyai Gus Sholah merasa dijebak (saya ulangi : dijebak !) agar menjadi Ketua Dewan Pengawas di Yayasan Peduli Pesantren Hary Tanoe. Kini beliau pun mundur dari struktur kepengurusan.

6. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memilih para peserta Aksi 212 menjadi serdadu pembela Al Qur'an dan kehormatan agama-Nya. Maka, janganlah pernah surut ataupun layu hingga ajal datang. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung. Allohu Akbar !!!

Achmad Fathony
Pengasuh Pondok Pesantren Dakwah Al Kahfi
Tarik, Sidoarjo-Jawa Timur.

Label:

Hari Tanoe Gelontorkan Milyaran ke Pesantren, Ada Apa?

Sebagaimana dikutip oleh Okezone.co, bos berbagai media sekaligus Ketum Yayasan Peduli Pesantren menjelaskan, "Pesantren-pesantren di daerah itu kecil-kecil sangat memprihatinkan, jadi mereka kurang diperhatikan. Padahal kan kita tahu bahwa pesantren itukan sumber ilmu,” kata Hary Tanoe di Gedung MNC Financial Center, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Ahad (4/12/2016).
Hary Tanoe adalah seorang beretnis China dan kafir, serupa dengan Ahok, dia tidak pernah menyatakan masuk Islam, dan kini sedang menggalang suara untuk pencalonan dirinya pada Pilpres mendatang dengan kekuatan uang-nya.
Sudah banyak tokoh-tokoh Islam khususnya dari kalangan NU yang 'jatuh bergeleparan' terbuai oleh kucuran uang dari Hary Tanoe.
Terbukti sejak tiga tahun terakhir, perdiri partai Perindo ini sengaja mengkondisikan dirinya agar dapat berkunjung ke berbagai pesantren, demi membangun citra baik bagi pencalonan dirinya sebagai Presiden Indonesia mendatang.
Setelah berhasil di terima di berbagai pesantren, saat ini Hary Tanoe mendirikan sebuah yayasan. Yayasan ini menjadi salah satu sayap dari gerakkan yang dirancang secara perlahan akan terkoneksi dengan partainya.
Sayangnya mulai banyak tokoh-tokoh pesantren yang lebih tergiur mendapat uang syubhatnya Hary Tanoe, daripada menjaga aqidah para anak didiknya.

Fenomena ini sangat jauh berbeda dengan ajaran para ulama pesantren di jaman dulu, yang selalu menggantung kehidupannya itu, hanyalah kepada Allah, baik untuk dirinya, untuk keluarganya serta untuk pesantrennya.
Atau minimal memilih mau menerima hibah/sumbangan hanya dari kalangan aghniya dermawan intern umat Islam, bukan dari kalangan orang kafir.
Karena itu, para ulama di jaman dahulu itu, hampir semua fatwa dan ajarannya selalu menjadi tranding topik di kalangan umat Islam dari masa ke masa.
Dana syubhat Hary Tanoe itu termasuk dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Abdullah An Nu’man bin Basyir Radhiallahu ‘Anhuma, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya yang halal adalah jelas dan yang haram juga jelas dan di antara keduanya terdapat perkara yang samar, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Barangsiapa yang menghindar dari yang samar maka dia telah menjaga agamanya dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjatuh dalam perkara yang samar maka dia telah terjatuh dalam perkara yang haram, seperti penggembala yang berada dekat di pagar milik orang lain dikhawatiri dia masuk ke dalamnya. Ketahuilah setiap raja memiliki pagar (aturan), aturan Allah adalah larangan-laranganNya. Sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging jika dia baik maka baiklah seluruh jasad itu, jika dia rusak maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hary Tanoe yang beragama Nasrani, maka termasuk dalam surat Almaidah 51 yang sedang viral:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin bagi kalian, sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kalian mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.”

Oleh KH Luthfi Bashori

Label: ,

Gus Sholah Menolak Ditawari YPP 500 Miliar Untuk Bangun Pesantren

Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid atau akrab disapa Gus Sholah menyatakan tidak bersedia untuk bergabung dengan Yayasan Peduli Pesantren (YPP). Yayasan tersebut diluncurkan Group Chairman & CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) pada awal Desember 2016 melalui "CSR" dari perusahaan itu.

Dalam struktur kepengurusan YPP tercantum nama Gus Sholah sebagai Ketua Dewan Pengawas. Sejumlah nama tokoh NU juga tercatat di struktur tersebut, seperti Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj sebagai Ketua Dewan Pembina.

"Saya sudah berkirim surat ke YPP dan menyatakan tidak bersedia duduk di dalam yayasan di posisi manapun," ujar adik kandung Gus Dur (mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid) tersebut kepada wartawan di Surabaya, Jumat (10/12).

Dengan tabayyun atau klarifikasi ini, Gus Sholah berharap tidak ada lagi kesimpangsiuran informasi, sekaligus sebagai jawaban terhadap pertanyaan para masyayikh, ulama, kiai, habaib dan masyarakat luas, termasuk keluarga besar pesantren Tebu Ireng Jombang.

"Yang pasti, banyak hujatan diarahkan setelah nama saya ada di jajaran pengurus," ucap kiai yang pernah mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden tersebut.

Ia mengaku menghargai program apapun yang berorientasi pada pengembangan pesantren, namun ia juga berterima kasih kepada semua ulama dan seluruh bangsa Indonesia yang memberi masukan kepadanya.

Sebelumnya, HT yang juga Ketua Umum DPP Perindo tersebut mengatakan pembentukan YPP bertujuan agar penggalangan dana dan penyalurannya ke pesantren-pesantren dapat dipertanggungjawabkan serta bisa berkelanjutan.

Oleh karena itu, ia mengajak kalangan pesantren untuk terlibat di dalam kepengurusan YPP, seperti Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dan Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Salahudin Wahid.

HT menyampaikan dalam waktu dekat dana yang terkumpul sekitar Rp 100 miliar dan menargetkan YPP bisa menyalurkan lebih dari Rp 500 miliar untuk membantu pesantren-pesantren di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj juga menerima masukan dari pengasuh pesantren dan ulama NU se-Jatim dalam silaturrahim Syuriah PBNU di Sekretariat PWNU Jatim di Surabaya, Rabu (7/12).

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Rais Aam Syuriah PBNU KH Ma'ruf Amin, Wakil Rais Aam Syuriah PBNU KH Miftachul Akhyar, dan Ketua PBNU H Saifullah Yusuf (Wagub Jatim) itu, Said Aqil menyampaikan terima kasih atas masukan para kiai di Jatim.

"Saya minta maaf, terima kasih atas masukannya, saya akan pertimbangkan (masukan itu)," ujar Said Aqil yang sempat mengaku keterlibatannya itu meniru langkah Gus Dur.

Senada dengan itu, Rais Aam Syuriah PBNU KH Maruf Amin juga menyampaikan terima kasih atas kritik dan saran untuk PBNU terkait posisi Said Aqil sebagai pimpinan pelaksana PBNU yang diharapkan para kiai kultural dan struktural untuk menjaga kemandirian NU itu.

Label: ,

PIAGAM JAKARTA

PIAGAM JAKARTA 22 JUNI 1945
& UUD 18 AGUTUS 1945

ADALAH PENINGGALAN PARA PENDIRI BANGSA & NEGARA INDONESIA YANG WAJIB DIPEGANG TEGUH, BUKAN DILIBERALISASI DENGAN DALIH AMANDEMEN

AYO ... KEMBALI KE UUD 1945 ASLI YANG DIJIWAI PANCASILA DENGAN LANDASAN TAUHID & PIAGAM JAKARTA DENGAN LANDASAN SYARIAT SESUAI DEKRIT PRESIDEN SOEKARNO 5 JULI 1959 DENGAN LANDASAN AKHLAQ

SEGALA PENJELASAN, TAMBAHAN DAN BATASAN YANG DIPERLUKAN CUKUP DIJADIKAN ADENDUM TANPA MERUBAH KEASLIAN KONSTITUSI NKRI.

STOP PERDEBATAN ... !!!
AYO PERJUANGKAN ... !!!

http://www.habibrizieq.com/2016/12/piagam-jakarta.html

Label: