Jumat, 09 Desember 2016

Ada apa dengan Muslim Indonesia

Ada apa dengan Muslim indonesia ?
Muslim indonesia 205 jt
Penghuni indonesia 255 jt
Artinya hanya 50 juta yg non muslim
Terbagi kedalam 5 agama :
Protestan,katolik,budha,hindu,kongwucu
Islam mayoritas tapi tertindas
Islam banyak penganutnya tapi terkoyak
Kita terjajah di negeri sendiri,
Sumber daya Alam milik kita sungguh tak dapat kita nikmati secara utuh
Sampai untuk menangkap seorang Ahokpun kita begitu kesulitan,
PERCIS SEPERTI YANG NABI SABDAKAN ,
Diriwayatkan dari sahabat Tsauban radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يُوشِكُ اْلأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى اْلأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ


“Hampir tiba masanya kalian diperebutkan oleh bangsa-bangsa seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” Baginda menjawab: ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah al-Wahan itu?” Baginda shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.”
Hadits riwayat Abu Dawud [3745], al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir [1452], Abu Nu’aim dalam Hilyah al-Auliya’ juz 1 hlm 182, al-Baihaqi dalam Dalail al-Nubuwwah juz 6 hlm 534 dan al-Baghawi dalam Syarh al-Sunnah [4224]. Hadits tersebut bernilai hasan.
Hadits tersebut dijelaskan oleh para ulama sebagai berikut:

1) “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan oleh bangsa-bangsa seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya”, maksudnya bangsa-bangsa dari luar agama kalian akan bersama-sama dan saling mengajak satu sama lain untuk memerangi kalian, memecah kekuatan kalian dan memperbutkan negeri dan kekayaan yang menjadi milik kalian, sebagaimana sekelompok pemangsa bersama-sama dan saling mengajak satu sama lain untuk menyantap satu hidangan tanpa ada halangan dan rintangan. Mereka akan menikmati hidangan tersebut dengan tenang dan menghabiskan makanan tersebut tanpa ada kesulitan atau rintangan yang menghalangi.
Informasi dalam redaksi di atas telah menjadi kenyataan. Negara-negara non Muslim saling bekerja sama untuk memerangi, memecah kekuatan dan memperebutkan negeri dan kekayaan umat Islam, seperti yang terjadi di Iraq, Afghanistan, Libia, Syria dan lain-lain tanpa ada rintangan dan kesulitan yang menghalangi. La haula wa la quwwata illa billah.

2) Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” Baginda menjawab: ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung”, maksud seperti buih mengapung tersebut adalah karena sedikitnya keberanian, rendahnya harga diri dan lemahnya mental mereka. Mereka berpecah belah, dalam kondisi yang lemah dan keinginan yang berbeda-beda.
Informasi hadits ini sesuai dengan realita yang ada sekarang. Umat Islam kehilangan keberanian, harga dirinya rendah dan mudah dijual pada kepentingan duniawi termasuk kepentingan asing. Tidak ada keinginan untuk menyatukan umat Islam dalam satu kekuatan. Perpecahan antar aliran dan faham luar biasa dahsyatnya.

3)  “Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah al-Wahan itu?” Baginda shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” Hadits ini mengisyaratkan adanya kesatuan antara cinta dunia dan takut kematian. Orang yang cinta dunia pasti takut kematian. Orang yang takut kematian pasti cinta dunia. Hal inilah yang menyebabkajn mereka mengalah dan merendahkan dirinya di hadapan para musuh agama.
Demikian kesimpulan dari syarah hadits yang ditulis oleh al-Imam al-Thibi dalam al-Kasyif ‘an Haqaiq al-Sunan juz 11 hlm 3394 dan Mulla Ali al-Qari dalam Mirqat al-Mafatih Syarh Misykat al-Mashabih juz 8 hlm 3366.
MARI BERSATU PADA PANJI ILAHI,
ITULAH SATU2NYA CARA UNTUK KELUAR DARI KETERPURUKAN,
ISLAM BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN

Al Faqir Addhoif ilAlloh Muhammad Ate Saifulloh,S.Pd.I

Label:

Indikasi kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) sejak reformasi 98 lalu

Jakarta (SI Online) - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab membeberkan sejumlah indikasi kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) sejak reformasi 98 lalu.

Berikut tiga puluh indikasi yang disampaikan Habib Rizieq melalui pesannya yang diterima Suara Islam Online, Jumat (9/12/2016):

1. Tuntutan Pencabutan TAP MPRS NO XXV Th 1966 ttg Pembubaran dan Pelarangan PKI.

2. Peniadaan LITSUS (Penelitian Khusus) bagi Pejabat Publik untuk buktikan bersih diri dari unsur PKI.

3. Tanpa LITSUS banyak anak keturunan PKI yang masih mengusung ideologi PKI lolos menjadi Pejabat Publik di berbagai Daerah.

4. Tanpa LITSUS kini di DPR RI ada banyak turunan Keluarga PKI yang masih mengusung ideologi PKI.

5. Penghapusan Sejarah Pengkhianatan PKI dari Kurikukum Pendidikan Nasional di semua jenjang pendidikan.

6. Penghentian Pemutaran Film G30S/PKI di semua Televisi Nasional.

7. Maraknya film yang mengundang simpatik untuk PKI seperti film SENYAP dan GIE serta lainnya.

8. Munculnya Ormas dan Orsospol serta LSM yang berhaluan PKI seperti PRD dan PEPERNAS serta PAKORBA.

9. Terbitnya buku-buku yang membela PKI secara meluas tanpa batas dan dijual bebas.

10. Maraknya pembelaan terhadap PKI di berbagai Media Cetak dan Elektronik serta Medsos secara demonstratif dan provokatif.

11. Pagelaran Seminar / Temu Kangen / Dialog / Simposium / Diskusi Publik untuk Bela PKI.

12. Posisi KOMNAS HAM & berbagai LSM LIBERAL yang mati-matian membela PKI atas nama Hak Asasi Manusia.

13. Usulan penghapusan kolom agama dalam KTP sehingga memberi ruang kepada pengikut PKI untuk memiliki KTP tanpa beragama.

14. Desakan dan Tekanan terhadap Presiden Gus Dur, Megawati, SBY hingga Jokowi agar MINTA MAAF kepada PKI.

15. Dibangun dan diresmikannya MONUMEN LASKAR CHINA yang tidak lain dan tidak bukan adalah Laskar Komunis China POH AN TUI.

16. Partai Penguasa di Indonesia resmi kerja sama secara terbuka dengan PARTAI KOMUNIS CHINA dalam berbagai bidang.

17. Muncul kembali Jargon-Jargon PKI seperti REVOLUSI MENTAL dan SAMA RATA SAMA RASA serta MASYARAKAT TANPA KELAS.

18. Marak kembali logo PKI yaitu PALU ARIT yang dibuat di kaos dan kalender serta lainnya.

19. Munculnya foto-foto Tokoh PKI dalam Parade HUT RI di sejumlah daerah dan di Baliho bandara Soekarno Hatta.

20. Pengguliran RUU KKR (Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi) untuk mencari pembenaran bagi PKI.

21. Pengalihan Kiblat Pembangunan Ekonomi Indonesia ke China.

22. Peningkatan Kerja Sama dengan Negara China secara berlebihan, sehingga membuka pintu masuk imigran China ke Indonesia secara besar-besaran.

23. Pertemuan-pertemuan PKI sering dilaksanakan di Hotel Aryaduta karena berada di depan Patung Tani Mengusung Bedil yang merupakan Patung Angkatan ke-V Buruh dan Tani di Era Kejayaan PKI

24. Pagelaran Simposium Pemerintah ttg PKI di Th 2016 yang memposisikan PKI sebagai KORBAN.

25. Muncul Lambang PKI yaitu PALU ARIT di atas uang kertas resmi RI dipecahan rupiah 100 ribuan dan 20 ribuan serta 5 ribuan.

26. Presiden RI melarang TNI dan POLRI melakukan Razia atau pun Sweeping Lambang PKI.

27. Usulan pencarian dan penggalian kubur massal anggota PKI dengan mengabaikan korban pembantaian yang dilakukan PKI.

28. Sejumlah Tokoh Pendukung PKI galang dukung internasional untuk menggelar Pengadilan Internasional membela PKI.

29. Arahan Presiden RI agar memakai mata uang China YUAN sebagai standar bisnis dan perdagangan Indonesia di dunia internasional.

30. Lagu-Lagu PKI mualai didendangkan kembali.

Label: