Selasa, 27 Desember 2016

Terkait Tuduhan Penistaan Agama yang Dilaporkan PMKRI

Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI) melaporkan Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab ke Bareskrim Polda Metro Jaya atas tuduhan penistaan agama saat memberikan ceramah di Pondok Kelapa, 25 Desember 2016.

"Kami melaporkan Habib Rizieq Shihab atas dugaan penistaan agama khususnya kepada umat Kristiani pada ceramah beliau di Pondok Kelapa," kata Ketua PMKRI Angelo Wake Kako yang ditemui usai memberi laporan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Senin (26/12), dikutip media.

“Dia (Habib Rizieq) menyatakan bahwa kalau Tuhan itu beranak, terus bidannya siapa? Dan di situ kami temukan banyak gelak tawa dari jemaah terhadap apa yang disampaikan dari Habib Rizieq tersebut,” ujar Angelo.

"Jujur sebagai PP-PMKRI kami merasa terhina, tersakit dengan ucapan ungkapan kebencian yang dilakukan Habib Rizieq Shihab," lanjut Angelo.

BERIKUT TANGGAPAN FPI YANG DISAMPAIKAN MELALUI AKUN RESMI TWITTER @DPP_FPI:

1. Ketika Ulama dakwahkan haram Muslim pilih pemimpin kafir, tetiba ada Non Muslim berkata "Jgn mau dibohongi pakai Al-Maidah" Ini Penistaan

2. Ketika Ulama fatwakan haram Muslim pakai atribut Non Muslim, tetiba Ulama dituduh anti kebhinekaan, anti Pancasila. Ulama pun dihina-hina

3. Lalu ktk ada Ulama dakwahkan ajaran Al-Quran "Allah tdk beranak & tdk diperanakkan" Tetiba ulama dilaporkan ke Polisi. Penistaan tuduhnya

4. Luar biasa mereka, jadi Ulama-ulama yg dakwahkan ajaran Islam sesuai Kitab Suci dicap bohong, menista agama lain, lalu seenaknya dihina2.

5. Ulama yg dakwahkan ttg Kepemimpinan, atribut keagamaan maupun ttg teologi, semua berdasar ajaran Kitab Suci utk jaga akidah umat Islam.

6. Ulama jaga akidah umat agar senantiasa lurus sesuai petunjuk agama. Tdk melenceng, tdk tersesat. Krn memang itulah tugas mulia para Ulama

7. Kini, mulai muncul manusia-manusia berhati busuk yg rupanya tdk suka lihat Indonesia damai, yg tdk suka lihat antar Umat Beragama damai.

8. Mereka mulai ikut campur urusan internal umat Islam. Merecoki ajaran Islam. Nista Kitab Suci. Bahkan hina dan rendahkan Ulama umat Islam.

9. Jadi jelas sebenarnya siapa yg Intoleran, yg tdk bisa hargai kerukunan beragama, dan jelas pula siapa pemantik perpecahan di negeri ini.

10. Hari ini, Mahasiswa Katholik laporkan Hb Rizieq. Mereka tuduh Hb Rizieq nista agama krn katakan "Tuhan tdk Beranak & tdk Diperanakkan."

11. Dgn berbekal video 21 detik hasil editan dan manipulasi, Mahasiswa Katholik tsb melaporkan Hb Rizieq. Mereka ingin Hb Rizieq ditangkap.

12. Di sinilah lagi-lagi perkaranya, Non Muslim merecoki ajaran Al-Quran yg di dakwahkan Ulama pada Umat Islam. Dakwah itu dituduh penistaan

13. Dlm kasus Ahok, Non Muslim tuduh AlMaidah sbg alat membohongi. Lalu dlm kasus ini, Non Muslim tuduh yg dakwahkan Al-Ikhlas sbg Penistaan

14. Konteks ceramah Hb Rizieq tsb adalah jelaskan soal keharaman Muslim ucapkan selamat Natal. Krn ucapan ini punya konsekuensi pd Akidah.

15. Menurut Hb Rizieq, walaupun Natal scr bahasa artinya Hari Kelahiran. Tp scr Terminologi artinya Hari Lahir Yesus Kristus sbg Anak Tuhan. 16. Sehingga ucapan "Selamat Natal" berarti "Selamat Hari Lahir Yesus Kristus Sebagai Anak Tuhan." Ini haram diucapkan oleh Umat Islam.

17. Dlm tabligh itu pula, Hb Rizieq jelaskan kpd Umat Islam yg hadir, bgmn cara jawab jika dpt ucapan "Selamat Natal" dari Umat Kristiani.

18. Menurut Hb Rizieq, jika Umat Kristiani sengaja atau bahkan ngotot ucapkan Selamat Natal pd Muslim, itu berarti hina & nista Akidah Islam

19. Beliau lantas anjurkan Muslim yg diberi ucapan Selamat Natal yg artinya Selamat Hari Lahirnya Yesus Kristus sbg Anak Tuhan, agar jawab:

20. "Lam Yalid Wa Lam Yuulad" artinya "Dia (Allah) tdk beranak dan tdk diperanakkan." Sebagaimana termaktub dlm Al-Qur'an Surat Al-Ikhlas: 3

21. Bagi Umat Islam, keyakinan Allah beranak adalah keyakinan bathil dan bertentangan dengan akidah Islam.

22. Semua penjelasan tadi, diterangkan Hb Rizieq dlm kapasitas beliau sbg Ulama Islam, dlm forum Pengajian yg dihadiri oleh Umat Islam pula.

23. Lantas kenapa Mahasiswa Katholik tetiba menuduh Ulama Islam yg dakwahkan ajaran agama kpd Umatnya sendiri sbg Penistaan ?!

24. Jika begitu, nanti Pendeta yg ajarkan ttg dogma “Anak Tuhan” kpd Umat Kristiani, bisa juga (dilaporkan balik –red) dianggap Penistaan oleh Umat Islam. Kacau tidak?!

25. Apa mau Pendeta2 dilaporkan rame2 oleh Umat Islam, krn dituduh ajarannya menista Islam?! Tentu itu tdk kita inginkan. Bisa kacau semua.

26. Lebih dari itu, kami informasikan kpd Umat Islam, bahwa ketua GNPF MUI Ust Bahtiar Nashir skrg juga sama mulai diserang berbagai fitnah.

Label: ,

MENGENANG LASKAR JIHAD....!

Ummat ISLAM Baca sampai Selesai
Pada idul fitri tahun 19 Januari 1999 umat Islam dibantai oleh pihak nashara di kotamadya Ambon, dan meluas ke seluruh Maluku.

Pembantaian tersebut tidak berhenti sampai disitu saja, tapi masih terjadi di jalan2 & di perkampungan2 yg mayoritas dihuni Umat Muslim.

Berdasarkan kondisi ini pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya menghitung jumlah mayat kaum muslimin dan menguburkannya.

Padahal teriakan2 minta tolong kaum Muslimin di Maluku, terdengar sampai kepada seluruh di Indonesia, dan pemerintah bersikap diam.

Maka dalam rangka lakukan tabayyun, dikirimlah team investigasi yg terdiri dari beberapa Ustadz, dan hasil laporannya sangat menyedihkan Ribuan umat Islam dibantai saat itu tapi media bungkam.

Laporan tersebut disampaikan juga kepada Syaikh Rabbi, dan Masyaikh lainnya, dan mereka perintahkan tuk sampaikan mslh ini kepada Penguasa.

Dan pada tahun 1999 para Astatidzah mengirim surat yg berisi nasehat kepada Presiden BJ Habibi tentang kenyataan yang terjadi di Maluku.

Surat tersebut dibalas Presiden dengan jawaban, “terima kasih atas nasehatnya, dan Insya Allah saya akan melaksanakan kewajiban saya”.

Satu sisi lain kerusuhan dan pembantaian masih saja berlangsung, hingga berakhirnya pemerintahan Presiden BJ Habibi.

Presiden BJ Habibi memerintah selama 500 hari, kemudian digantikan Presiden yang baru yaitu Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur).

Pada Masa kepemimpinan Presiden Abdurahman Wahid, pembantaian kepada Umat Islam di maluku masih saja berlangsung bahkan semakin luas.

Kemudian para Astatidzah mengirim surat yang kedua kepada Presiden Abdurahman Wahid yang berisi tentang realitas yg terjadi di Maluku.

Salah satu butir surat tsb, menanyakan tentang tanggung jawab beliau selaku penguasa dalam lindungi Umat Islam yang dibantai di Maluku.

Ternyata isi surat tersebut ditanggapi oleh Presiden Abdurrahman Wahid dengan pernyataan yg “marah”.

Dia bilang “yg korban cuman lima saja kok diributkan” (hal ini sangat bertentangan dengan realitas yg terjadi dilapangan).

FPI menyatakan, “Apabila Pemerintah tidak bisa lindungi umat Islam, maka kita akan lakukan JIHAD di Bumi Maluku”.

“JIHAD demi membela Umat Islam yang dibantai di Maluku”.

Gus Dur menjawab, ”Saya nggak peduli mau JIHAD apa JAHID, macem2 tak sikat”.

Asthagfirullahal’adzim.

Bagaimana sikapi keadaan seperti itu, satu sisi lain pembatantaian kpd ribuan Umat Islam masih terus berlanjut.

Ribuan Umat Islam dibantai dimana-mana, hingga terjadi pengungsian besar2an dari kalangan Umat Islam untuk cari tempat yg aman.

Di Pihak Nashara ada seorang bernama Benny Doro atau dikenal sebagai Bernat Bicara tokoh pemuda Kristen di Galela Halmahera Utara.

Dia dikenal sebagai jagal Kaum Muslimin, membantai Muslimin, tetapi dia bebas pergi keluar negeri, tanpa tersentuh oleh hukum.

Dan tokoh2 gereja di Ambon dan Maluku juga demikian, satu sisi lain teriakan minta tolong umat Muslim semakin keras.

Umat Islam teriak minta tolong, tetapi mereka tidak tahu kepada siapa mereka harus meminta tolong ?

Karena pemerintah tdk lindungi mrk.

Pembantaian tersebut berlangsung selama 1,5 tahun, tetapi Pemerintah pada waktu itu tidak mendengar teriakan mereka.

Setelah 1,5 tahun pemerintah tidak bisa ambil tindakan tegas dalam lindungi kaum muslimin di bumi Maluku dan sudah meluas ke Poso, Akhirnya pada tanggal 6 April 2000, *Komunitas Muda  Thulabul Ilmi* sepakat membentuk *LASKAR JIHAD AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH*.

Terbentuknya LASKAR JIHAD AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH tersebut direstui oleh Para Masyaikh, dikarenakan pemerintah kita pada saat itu lemah.

tanggal 4 Mei 2000 terjadi pertempuran pertama di daerah Pos Kota, & dengan Pertolongan Allah, pihak kufar tunggang langgang.

Ustadz Ja’far Umar Thalib memimpin langsung pertempuran tersebut, dan hal tsb bikin heran/tercengang Umat Islam penduduk asli di Ambon.

Begitulah kenyataan yang terjadi pada pertempuran pertama yang terjadi di Pos Kota.. (Kalau ingat peristiwa itu masih merinding).

Dengan gagahnya Pasukan Muslimin dengan *Takbir, “ALLAHU AKBAR”* maju hadapi pihak kufar didepan mata, mereka bak singa yg habisi mangsa.

Melihat semangat takbir dan keberanian singa-singa Muslimin dalam pertempuran tersebut, akhirnya pihak kufar memilih melarikan diri.

Dan bubarlah mereka.

Tunggang langgang, dan tercerai berailah mereka.

Allah telah Beri kemenangan pada ronde pertama.

Setiap waktu senggang Laskar Jihad Ahlussunah Wal Jama’ah selalu membekali ‘ilmu agama kepada masyarakat setempat.

Dan membuat madrasah yang mampu menampung 5.000 anak, Masjid2 dihidupkan kembali dng Shalat jama’ah 5 waktu.

Dan Masjid2 selalu diramaikan dengan pengajian2, sehingga terbentuklah keimanan kaum muslimin yg ada di Maluku.

Sehingga terbentuklah keberanian kaum muslimin di Maluku yang semula penakut, akhirnya mereka jadi pemberani bak singa2 siap tempur.

Masjid2 yang semula sepi, menjadi ramai kembali, umat yang semula tdk shalat kemudian jalankan shalat, hingga berubahlah kondisi Maluku.

Dengan terbentuknya Iman dan Taqwa, terbentuk pula keberanian masyarakat setempat, maka berubahlah kondisi masyarakat di Maluku.

Maka serangan demi serangan pihak kufar kepada Muslimin selalu dilawan dengan gagah berani, semangat jihad, dan teriakan Takbir.

Sehingga setiap serangan2 yang dilakukan pihak kufar kepada Kaum Muslimin selalu berhasil dipukul mundur oleh singa-singa Muslimin.

Dan kondisinya menjadi berbalik, korban banyak berjatuhan dari pihak kufar, sehingga mulai ributlah Parlement Europa.

Mulai ributlah Amerika dan ributlah sekjen PBB, memaksa agar Laskar Jihad Ahlussunnah Wal Jama’ah dibubarkan.

Begitu juga dengan Dewan Gereja Dunia yang mengatakan bahwa Laskar Jihad lakukan gerakan pembataian/pembersihan komunitas Kristen.

Akhirnya dengan ributnya dunia international tersebut Pemerintah Indonesia baru berani ambil tindakan mengatasi kerusuhan yg terjadi.

Mereka baru berani menangkap tokoh2 RMS seperti Pendeta Renaldi Damanik, Alex Manuputi, dan 300 tokoh2 RMS lainnya.

Dan setelah dari hari ke hari Pemerintah yg dapatkan legitimasi dunia internasional berani ambil tindakan, mk Laskar Jihad ditarik mundur.

Maka pada tanggal 7 Mei 2002 laskar jihad dibubarkan, karena urusan keamanan bangsa adalah urusan Pemerintah, bukan Laskar Jihad.

Nah itulah kronologis yang sebenarnya mengenai Jihad di Ambon..

Tidak bermaksud membuka luka lama.

Tapi saya mencoba meluruskan realitas yang terjadi di lapangan, walaupun peristiwa itu sudah terjadi 14 atau 16 tahun yang lalu.

Karena dari dulu hingga sekarang banyak manyarakat yg tidak tahu realitas yang terjadi, dan lecehkan masalah jihad di Ambon padahal tanpa Laskar Jihad (Mujahidin) Ambon, Poso gak akan Merdeka dan Damai.

Pasukan Salib yg awalnya membantai umat Islam akhirnya berselempak kocar-kacir. merengek-rengek ngadu ke PBB, Amerika dengan pelaporan memutar balikan fakta, bahwa Ummat Kristen dibantai.

Disitulah Amerika memberi Label Mujahid sebagai Teroris padahal kenyataanya mreka yg memulai duluan.

Jadikanlah itu semua sebagai Pelajaran..!!

Jangan sampai terulang lagi.
Copas fb ibnu ridwan

Label:

INILAH SEJARAH YANG TIDAK BOLEH DI LUPAKAN OLEH KITA SEMUA

Tgl 31 Oktober;1948 : Muso di Eksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH.Lukman dan Nyoto pergi ke Pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).

Akhir November 1948 : Seluruh Pimpinan PKI Muso berhasil di Bunuh atau di Tangkap, dan Seluruh Daerah yg semula di Kuasai PKI berhasil direbut, antara lain : Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lain'y.

Tgl 19 Desember 1948 : Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.

Tahun 1949 : PKI tetap Tidak Dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan Rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.

Awal Januari 1950 : Pemerintah RI dgn disaksikan puluhan ribu masyarakat yg datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan Pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi Para Korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 Kerangka Mayat yg 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 Kerangka Mayat yg semua'y berhasil diidentifikasi. Para Korban berasal dari berbagai Kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.

Tahun 1950 : PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.

Tgl 6 Agustus 1951 :
Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua Senjata Api yg ada.

Tahun 1951 : Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yg sepenuh'y mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.

Tahun 1955 : PKI ikut Pemilu Pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.

Tgl 8-11 September 1957 : Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang–Sumatera Selatan Mengharamkan Ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua Mantel organisasi'y, tapi ditolak oleh Soekarno.

Tahun 1958 : Kedekatan Soekarno dgn PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan Pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI.

Tgl 15 Februari 1958 :
Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi Mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun Pemberontak kan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.

Tanggal 11 Juli 1958 : DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.

Bulan Agustus 1959 : TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun Kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.

Tahun 1960 : Soekarno meluncurkan Slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yg didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dgn demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.

Tgl 17 Agustus 1960 : Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustus 1960 tentang "PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia)" dgn dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam Pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.

Medio Tahun 1960 : Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dgn keanggotaan mencapai 2 Juta orang.

Bulan Maret 1962 : PKI resmi masuk dalam Pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.

Bulan April 1962 : Kongres PKI.

Tahun 1963 : PKI Memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dgn Malaysia, dan mengusulkan dibentuk'y Angkatan Kelima yg terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara” melawan Malaysia.

Tgl 10 Juli 1963 : Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.

Tahun 1963 : Atas Desakan dan Tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH.Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH.Isa Anshari, KH.Mukhtar Ghazali, KH.EZ.Muttaqien, KH.Soleh Iskandar, KH.Ghazali Sahlan dan KH.Dalari Umar.

Bulan Desember 1964 :
Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yg didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.

Tgl 6 Januari 1965 : Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1/KOTI/1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah Memfitnah PKI.

Tgl 13 Januari 1965 : Dua Sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) Menyerang dan Menyiksa Peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan Pelajar Wanita'y, dan jg merampas sejumlah Mushaf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injak'y.

Awal Tahun 1965 : PKI dgn 3 Juta Anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).

Tgl 14 Mei 1965 : Tiga Sayap Organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut Perkebunan Negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dgn Menangkap dan Menyiksa serta Membunuh Pelda Soedjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.

Bulan Juli 1965 : PKI menggelar Pelatihan Militer untuk 2000 anggota'y di Pangkalan Udara Halim dgn dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara”.

Tgl 21 September 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.

Tgl 30 September 1965 Pagi : Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.

Tgl 30 September 1965 Malam : Terjadi Gerakan G30S/PKI atau disebut jg GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) : PKI Menculik dan Membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayat'y ke dalam sumur di LUBANG BUAYA Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT.Haryono, Letjen S.Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo. PKI jg menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yg sedang bertugas menjaga Rumah Kediaman Wakil PM Dr.J.Leimena yg bersebelahan dgn Rumah Jenderal AH.Nasution. PKI jg menembak Putri Bungsu Jenderal AH.Nasution yg baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yg berusaha menjadi Perisai Ayahanda'y dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhir'y wafat pd tanggal 6 Oktober 1965.

G30S/PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu : Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah Perwira ABRI (TNI/Polri) dari berbagai Angkatan, antara lain : Angkatan Darat : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief. Angkatan Laut : Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi. Angkatan Udara : Men/Pangau Laksda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono. Kepolisian : Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.

Tgl 1 Oktober 1965 : PKI di Yogyakarta jg Membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuk'y DEWAN REVOLUSI baru yg telah mengambil Alih Kekuasaan.

Tgl 2 Oktober 1965 : Letjen TNI Soeharto mengambil alih Kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dari PKI.

Tgl 6 Oktober 1965 : Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha Melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan Terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.

Tgl 13 Oktober 1965 : Ormas Anshar NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di Seluruh Jawa.

Tgl 18 Oktober 1965 : PKI menyamar sebagai Anshar Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshar Kecamatan Muncar untuk Pengajian. Saat Pemuda Anshar Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yg menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah Keracunan mereka di Bantai oleh PKI dan Jenazah'y dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa/Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshar yg dibantai, dan ad beberapa pemuda yg selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi Saksi Mata peristiwa. Peristiwa Tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.

Tgl 19 Oktober 1965 : Anshar NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.

Tgl 11 November 1965 : PNI dan PKI bentrok di Bali.

Tgl 22 November 1965 : DN Aidit ditangkap dan diadili serta di Hukum Mati.

Bulan Desember 1965 : Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.

Tgl 11 Maret 1966 : Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yg memberi wewenang penuh kepada Letjen TNI Soeharto untuk mengambil langkah Pengamanan Negara RI.

Tgl 12 Maret 1965 : Soeharto melarang secara resmi PKI. Bulan April 1965 : Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.

Tgl 13 Februari 1966 : Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidato'y di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : ”Di Indonesia ini tdk ada partai yg Pengorbanan'y terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”

Tgl 5 Juli 1966 : Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS–RI Jenderal TNI AH.Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran Paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.

Bulan Desember 1966 : Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi Hukuman Mati pd tahun 1967.

Tahun 1967 : Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di wilayah terpencil di Blitar Selatan bersama Kaum Tani PKI.

Bulan Maret 1968 : Kaum Tani PKI di Blitar Selatan menyerang para Pemimpin dan Kader NU, sehingga 60 (enam puluh) Orang NU tewas dibunuh.

Pertengahan 1968 : TNI menyerang Blitar Selatan dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI. Dari tahun 1968 s/d 1998 Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasi'y dilarang di Seluruh Indonesia dgn dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966. Dari tahun 1998 s/d 2015 Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yg dibebaskan dari Penjara, beserta keluarga dan simpatisan'y yg masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan Fakta Sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN Pejuang Kemerdekaan RI. Sejarah Kekejaman PKI yg sangat panjang, dan jgn biarkan mereka menambah lg daftar kekejaman'y di negeri tercinta ini....!

Semoga Allah Tuhan YME senantiasa melindungi kita semua.

Label:

TUHAN TIDAK BERANAK DAN TIDAK DI PERANAKAN

SEPERANGKAT DALIL NAQLI UNTUK PERNYATAAN :

"ALLOH TIDAK BERANAK DAN TIDAK DIPERANAKAN"

1. Dalam Al-Qur'an
- (Al-Ikhlas: 3-4)

{لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ}

"Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia"

-(Al-An'am: 101)

بَدِيعُ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صاحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ

"Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri, Dia menciptakan segala sesuatu"

-(Maryam: 88-95)

وَقالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمنُ وَلَداً لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئاً إِدًّا تَكادُ السَّماواتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبالُ هَدًّا أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمنِ وَلَداً

Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak

-(Al-Anbiya: 26-27)

وَقالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمنُ وَلَداً سُبْحانَهُ بَلْ عِبادٌ مُكْرَمُونَ لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ

Dan mereka berkata, " Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak, " Mahasuci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.

-(Ash-Shaffat: 158-159)

{وَجَعَلُوا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا وَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ}

Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka). Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan.

2. Dalam Hadits Qudsi :

قَالَ اللَّهُ، عَزَّ وَجَلَّ :  كَذَّبَنِي ابْنُ آدَمَ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، وَشَتَمَنِي وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، فَأَمَّا تَكْذِيبُهُ إِيَّايَ فَقَوْلُهُ: لَنْ يُعيدَني كَمَا بَدَأَنِي، وَلَيْسَ أَوَّلُ الْخَلْقِ بِأَهْوَنَ عَلِيَّ مِنْ إِعَادَتِهِ. وَأَمَّا شَتْمُهُ إِيَّايَ فَقَوْلُهُ: اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا. وَأَنَا الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ"

"Dan adapun caci makinya kepada-Ku ialah ucapannya yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak. Padahal Aku adalah Tuhan Yang Maha Esa, yang bergantung kepada-Ku segala sesuatu, Aku tidak beranak dan tidak diperanakan, dan tidak ada yang setara dengan-Ku"

Imam Bukhari telah meriwayatkannya pula melalui hadis Abdur Razzaq, dari Ma'mar, dari Hammam ibnu Munabbih, dari Abu Hurairah secara marfu' dengan lafaz yang semisal; Imam Bukhari meriwayatkan keduanya secara munfarid melalui dua jalur tersebut.

3.  Dalam Sahih Bukhari disebutkan:

«لَا أَحَدَ أَصْبَرُ عَلَى أَذًى سَمِعَهُ مِنَ اللَّهِ إِنَّهُمْ يَجْعَلُونَ لَهُ وَلَدًا وَهُوَ يَرْزُقُهُمْ وَيُعَافِيهِمْ»

Tiada seorangpun yang lebih sabar daripada Allah terhadap perlakuan yang menyakitkan: sesungguhnya mereka menganggap Allah beranak, padahal Dialah yang memberi mereka rezeki dan kesejahteraan.

#share

http://atesaifulloh.blogspot.com/2016/12/tuhan-tidak-beranak-dan-tidak-di.html

https://www.instagram.com/p/BOhZEZ2gqXe/

http://ldfpibandungbarat.blogspot.com/2016/12/tuhan-tidak-beranak-dan-tidak-di.html

Label: