Rabu, 01 Februari 2017

Ini pernyataan sikap MUI atas sidang Ahok

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan pernyataan sikap dalam mencermati proses persidangan ke-8 perkara penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Selasa (31/1) lalu, yang menghadirkan saksi Ketua Umum MUI, Ma`ruf Amin. 

Dalam persidangan yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan itu, saksi Ma'ruf Amin selaku Ketua MUI menerangkan proses penerbitan, pendapat dan sikap keagamaan MUI yang diterbitkan pada 11 Oktober 2016. 

Dalam keterangan pers di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (2/2) siang, seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Joko Ismoyo, Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid memaparkan pernyataan sikap MUI, yakni antara lain:

1. Dalam proses persidangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tim pengacara Ahok telah memperlakukan saksi dengan tidak mengindahkan nilai-nila etika dan kesantunan, mengingat saksi adalah seorang ulama yang menjadi panutan untuk umat Islam Indonesia.

2. Tim pengacara terdakwa maupun terdakwa sendiri tidak fokus pada substansi materi yang diterangkan oleh saksi, sehingga tim pengacara dalam menggali informasi mengaitkan dengan hal-hal yang tidak patut.

3. Tim pengacara terdakwa cenderung melecehkan dan menekan saksi sehingga saksi diposisikan sebagai pemberi keterangan palsu.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka Dewan Pimpinan MUI menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Menyesalkan terjadinya tidak diindahkannya nilai-nilai etika dan kehormatan lembaga peradilan dalam proses persidangan.

2. Menyesalkan sikap tim pengacara dan terdakwa terhadap saksi, yaitu KH Ma`ruf Amin yang telah memberikan keterangan dalam persidangan Ahok yang cenderung menekan dan melecehkan dengan sikap arogan dan tidak santun serta tidak mengindahkan nilai-nilai kehormatan peradilan.

3. Meminta kepada Komisi Yudisial RI untuk menegakkan kode etik lembaga peradilan dalam pemeriksaan perkara itu.

4. Meminta Mahkamah Agung (MA) dan Kejaksaan Agung untuk lebih mengintensifkan pemantauan proses persidangan perkara Ahok, sehingga seluruh persidangan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan etika persidangan.

Penulis: Andi Juandi

Editor: Dewi Rusiana

REDAKSI-ANJ

Label: ,

Politisi Senior Sekenario

Umat Islam, ormas Islam, serta apa saja yang berbau ulama, Habib, ustadz,_ *yang menentang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok),* _*secara sistimatis, massif dan terstruktur, akan difitnah habis-habisan.*_

Penegasan itu disampaikan politisi senior Habil Marati kepada intelijen (23/01).

_*“Tukang sulap atau conjure* akan menebar fitnah bahwa gerakan para habaib, Ulama dan ormas Islam adalah intoleran, anti Pancasila dan anti Bhinneka,”_ tegas Habil.

Menurut Habil, *conjure* _menjadi suatu fenomena yang sedang ngetrend *tidak hanya terjadi di Indonesia* tapi pada Negara negara lain termasuk di Amerika._

Para *conjure* akan *_menfitnah_* bahwa _apapun yang dikatakan para ulama, habaib serta para ustadz akan direkam, untuk kemudian dipilah dan dilaporkan kepada penegak hukum._

_“Dalam hal ini, bisa saja ada *oknum penegak hukum yang bertindak menjadi melawan hukum,* dengan cara *membenturkan ormas binaannya dengan ormas Islam,* utamanya FPI,”_ ungkap Habil.

Habil menegaskan, FPI hanya ingin mengawal Habib Rizieq ke Bandung untuk diperiksa karena konon menistakan Pancasila, padahal *Pancasila itu bukan milik pribadi atau warisan Bung Karno pada Sukmawati Soekarnoputri.*

_“Mestinya semua rakyat mengadukan Habib Rizieq, tapi *kalau hanya Sukmawati yang melapor ya laporannya mestinya* ditolak karena tidak quorum, beda dengan Ahok,”_ jelas Habil.

Kata Habil, _ada upaya *sistimatis yang didesign para conjure* untuk mencoba menyingkirkan Islam dari sistem politik Indonesia._

_"Terkait Front Pembela Isla (FPI), Habil menegaskan FPI murni Pancasilais."_ 
                                                              Tak hanya FPI, seluruh umat Islam wajib mempertahankan Pancasila dan mengembalikan UUD 45 pada aslinya.

Pancasila jelas-jelas menolok atheis dan sekuler apalagi komunisme.
_“Sesungguhnya *para conjure inilah* yang memiliki agenda mendelegitimasi Pancasila sebagai Idiologi Negara menjadi idiologi sekuler komunis,”_ papar Habil.

Untuk itu, Habil meminta Umat Islam dan TNI bersatu meluruskan manakala ada Ulama, Habaib atau Ustadz yang dikriminalisasi oleh penegak hukum, sepanjang mereka berjuang untuk NKRI berdasarkan Pancasila. _“Kita harus sadar bahwa *para Conjure ini (Tukang Sulap) memilki agenda ingin menyulap Indonesia menjadi Negara Sekuler dan komunis* anti Agama,”_ pungkas Habil.

http://www.garudakita.com/2017/01/politisi-senior-ini-beberkan-skenario.html

Label:

MENGURUS MULUT SENDIRI AJA SUSAH, APALAGI MENGURUS JAKARTA !

Pimpinan Majlis Az-Zikra KH Muhammad Arifin Ilham turut bersuara tegas dan lantang terkait perlakuan tidak manusiawi Ahok dan kuasa hukumnya kepada Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin dalam sidang kedelapan kasus dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian Pasar Minggu Jakarta Selatan pada Selasa (31/1/17).

Menurut dai kelahiran Banjarmasin ini, Ahok semakin menunjukkan kelasnya yang tidak cocok menjadi pemimpin di Indonesia yang penuh adab dan sopan santun. Jangankan Gubernur, ketua rukun tetangga (RT) pun tidak cocok.

"Ketidaksopanan Ahok semakin memperjelas siapa dirinya sebenarnya; jelas kebenciannya, jelas pelecehannya, dan semakin jelas tidak pantas menjadi pemimpin RT, apalagi Gubernur," ujar KH Muhammad Arifin Ilham melalui akun fesbuknya pada Rabu (1/2/17).

Kiyai Arifin juga mengingatkan, jika Allah, Rasulullah, dan para ulama saja dihina berulang kali, bagaimana lagi dengan manusia biasa yang bukan ustadz, kiyai, atau pemuka agama. Sehingga, orang dengan karakter seperti Ahok ini berpotensi bahaya sangat besar bagi bangsa Indonesia.


"Mau dibawa kemana negeri yang beradab, yang penuh tata krama ini?" lanjut dai yang kerap mengenakan busana serbaputih ini.

Beliau juga menegaskan, apa yang dilakukan oleh Ahok merupakan perwujudan dari kebusukan di dalam hatinya. Hal itu juga merupakan salah satu bentuk hukuman dari Allah kepadanya.

"Kini semakin ditampakkan kebusukan hatinya, dan itu hukuman Allah untuknya. Sekaligus jawaban sejuta hikmah mengapa tidak langsung ditangkap, agar semua semakin jelas!" tegas Kiyai Arifin.

Dalam persidangan kedelepan yang melibatkan dirinya sebagai terdakwa kasus penistaan agama, Ahok berkata kasar, sarkastik, intimidatif, dan tidak manusiawi kepada KH Ma'ruf Amin yang juga menjabat sebagai Rais Am Pengurus Besar Nahdhatul Ulama. Ahok menyatakan Kiyai Ma'ruf telah berbohong dan mengancam akan melaporkan. [Om Pir/Tarbawia]

Label:

Karomah Ratib Alhaddad

Ratib Alhaddad adalah senjata perang.
Zaman dulu para Sulthon (Raja/Presiden) kalo mau perang pasti yang didatengin ulama. Kenapa? Karena ulama punya banyak massa. Jadi dia dateng dg niat minta bala tentara. Di zaman itu ada seorang sulthon dateng ke Alhabib Abdullah Alhaddad (shohibu ratib) dan mengutarakan keinginannya minta orang buat bantuin perang. Tapi Habib Abdullah Alhaddad minta waktu buat berpikir. Hari kemudian didatengin lagi tapi bukan anak murid yang dikasih, malah si sulthon dikasih kertas beberapa lembar isi nya dzikir2 ratib. Sulthon pulang dengan keadaan bingung, akhirnya dy suruh anak buah dan seluruh rakyat buat baca ini dzikir ratib selama sebulan. Dan ketika perang, mereka pun meraih kemenangan.

Kisah selanjutnya adalah Habib Sholeh Alaydrus (Sholeh rotan) dari Poso (saat itu sedang berkecamuk perang dimana muslimin dibantai karena minoritas). Kenapa disebut Habib Sholeh rotan? Karena beliau selalu membawa rotan, rotan bukan rotan biasa, rotan yang kalau dipakai memukul orang tuh orang langsung mati, bahkan dari jauh belum kena dipukul bisa langsung mati. Sampai ini rotan direbut kaum musuh diperiksa dan dibelah, ternyata ga ada apa2, hanya rotan biasanya bentuknya. Habib Sholeh bilang "ini rotan ga ane isi senjata apa2, ane cuma isi rotan ane pake Ratib Alhaddad". Setiap hari beliau dan laskarnya selalu mengamalkan Ratib Alhaddad.

Kisah Alhabib Muksin Alathos, beliau wali di zamannya yang sangat disegani bahkan oleh orang-orang Belanda. Kalau beliau lagi duduk di depan rumah, ada noni Belanda mau lewat dari jauh udah pake kerudung baju rapat hanya untuk menghormati Habib Muksin, selepas lewat dari rumahnya di lepas lagi kerudungnya. Begitu sangat ditakuti dari wibawanya. Satu hari beliau ditangkap oleh tentara Belanda, kenapa? Padahal beliau ga ikut perang, ga bawa senjata. Beliau ditangkap karena jadi tukang bikin jimat buat para jawara, seperti si Pitung, si Jampang, dll. Jimat yang bikin kebal, jimat yang bikin ga mempan kl ditembak, apa isi jimatnya? Ternyata Ratib Alhaddad. Para jawara dulu belum bisa dan ga hafal baca Ratib, jd Habib Muksin ini yang menuliskan kemudian dijadikan Jimat. Ketika dijebloskan ke penjara Habib merasa senang, belum lapar makanan udah dateng, disana bisa tenang ibadah, bangun tidur sholat trus dzikir ga ada yang ganggu. Tapi, hal yang ga seneng bagi tentara Belanda, sejak menangkap Habib Muksin mereka semua ditimpa sakit (seperti kualat) . Akhirnya setelah kesepakatan, mereka lebih memilih membebaskan Habib Muksin, mereka bilang ke Habib bahwa beliau boleh keluar, dibukanya pintu penjara, mempersilahkan Habib keluar dengan ridho, karena mereka masih takut untuk menarik paksa Habib lagi. Tapi Habib Muksin menolak, udah betah di penjara. Begitulah hal para wali. Akhirnya mereka tentara Belanda cari cara gimana supaya Habib Muksin keluar dr penjara dan mereka bebas dr sakit, di datangilah Habib Salim bin Toha Alhaddad untuk membujuk Habib Muksin Alathos. Setelah dibujuk2 akhirnya Habib Muksin mau pulang juga.

~Itulah beberapa kemuliaan dan karomah dari dzikir2 Ratib Alhaddad, maka senantiasa kita amalkan dan jangan pernah ditinggal, kalau dzikir lain ga sempet yang penting ini masih dijalankan. Alhabib Jafar bin Bagir Alathos pernah menyarankan kita untuk membacanya sebelum kita nyoblos dalam pemilu agar Allah kasih kemenangan untuk agama Nabi Muhammad saw

Oleh : Ustadzah Amiroh Jindan

Label:

SIAPA KH. MA'RUF AMIEN SEBENARNYA??!!! (Inilah Rahasia yang ditutupi)

Subhanallah.. Ternyata KH. Ma'ruf Amien adalah cicit dari Syeikh Nawawi Albantani, mahagurunya ulama2 besar tanah air, ulama masyhur dunia yg fatwanya mnjadi rujukan muslim sedunia hingga hari ini, yg kitab2 karangannya dipakai pesantren2 dr Timur Tengah, Afrika hingga Nusantra,dan satu2nya ulama Nusantara yang pernah menjadi Imam Besar Masjidil Kharam,
Beliau Ulama yg tlh mngharumkan bangsa dlm khsanah islam dunia, beliau termasuk dalam kategori salah satu ulama besar di abad ke 14 H./19 M. Karena kemasyhurannya beliau syekh Nawawi bhkn mendapat gelar: Imam Nawawi Tsani, Sayyid Ulama AlHijaz, AlImam Al-Muhaqqiq walFahhamah AMudaqqiq, A’yan Ulama AlQarn AlRam Asyar lilHijrah, Imam Ulama’ Al-Haramain.
Murid Syekh Nawawi banyak yang menjadi ulama kenamaan dan tokoh-tokoh nasional Islam Indonesia, diantaranya adalah: Syekh Kholil Bangkalan, Madura, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Asy’ari dari Bawean, KH. Tubagus Muhammad Asnawi dari Caringin Labuan, Pandeglang Banten, KH. Tubagus Bakri dari Sempur-Purwakarta, KH. Abdul Karim dari Banten

Maka brarti KH. Ma'ruf Amin adalah keturunan yang ke 15 dari kesultanan Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati, Cirebon), keturunan dari Putra Maulana Hasanuddin (Sultan Banten I) yang bernama Tajul ‘Arsy, dn subhanallah...Nasabnya bersambung ke Imam Ja’far Assidiq-Imam Muhammad AlBaqir-Imam Ali Zainal Abidin-Sayyidina Husain-Sayyidah Fatimah Al-Zahra Bintu Rosulullah SAW.. Subhanallah!!...

Saksikanlah ini wahai guru, Perlakuan yg kau terima sungguh tidak akan mengurangi ta'dzim kmi sdikitpun kpdmu bhkan mnambah cinta kami kpdamu..!

Label: , , ,

POSKO FPI Pasar Rebo dilempar Bom Molotov

POSKO FPI PAsar Rebo, Jaktim dilempar Bom Motov pada pukul 02.10 dini hari tadi ( Kamis 2/2).
Mohon teman -teman FPI tidak terpancing , ini memang pendzoliman yg luar biasa , setelah berbagai fitnah mental, sekarang sudah mulai ke fisik. Mereka memancing supaya FPI marah dan membuat rusuh. Agar petingginya FPI langsung bisa dibekuk dan organisasinya bisa dibekukan.
Berati info kemarin siang dari petinggi FPI, bahwa HRS dan Kerua Umum FPI Habib Muchsin akan dihabisi hampir menuju kebenaran.
Kemarin HRS dapat info A1, bahw beliau dan Habib Muchsin akan dihabisi dengan skenario kriminal, misalnya perampokan dll . Alhamdulillah operasi utk menghabisi HRS dan HAbib Muchsin diketahui terlebih dahulu, sehingga para laskar melakukan siaga 1 utk pengamanan HRS dan Habib Muchsin.
Mohon semua tdk terprovokasi ..

Label:

Konsekuensi Hukum ancaman Ahok kepada KH Ma'ruf Amin

Pengacara Ahok tidak berani melaporkan KH Ma'ruf Amin, karena ancaman Ahok tersebut memberikan dua konsekuensi hukum yang berat untuk Ahok:

Jika Terbukti :
Jika pernyataan Ahok benar punya bukti telepon maka Ahok terancam pasal penyadapan Pasal 56 UU Telekomunikasi ancaman penjara 15 tahun dan Pasal 47 UU ITE dengan ancaman penjara 10 tahun.

Jika Tidak Terbukti :
Kedua jika pernyataan Ahok tidak terbukti maka terancam pasal pengaduan palsu kepada penguasa Pasal 317 KUHP ancaman penjara maksimal 4 tahun.

MOHON DI VIRAL KAN....

Label: