Senin, 06 Februari 2017

Ummat Islam dan Mahasiswa Siaga I

Assalamualaikum. Wr. Wb...

Ummat Islam dan Mahasiswa Siaga I. Agenda Jambore Nasional yang di Gagas *Politisi PDIP Adian Napitupulu* di arahakan untuk mematikan gerakan mahasiswa dan menghidupkan gerakan komunis. Salah satu pembicara mengatakan komunis sudah tidak ada. Dan para mahasiswa yang hadir pun diserukan pula untuk menyanyikan yel yel *bubarkan FPI dan Tangkap SBY.*

Kami dari beberapa Kampus UMY, Ibnu Khaldun Jakarta, UBK Jakarta, UIJ, yang juga kader HMI dan IMM di usir keluar dari forum malam ini bersama preman di susul tiga mobil yang berisi Laskar PDIP. Kami sekarang di Masjid cibubur karena terasa kurang aman kami akan pindah ke McD terdekat.

Komunis Bangkit dan Mahasiswa di Politisir untuk di jadikan tameng. Arah kedepan mahasiswa itu akan di angkut untuk aksi kebinnekaan di depan istanah karena seluruh pembiayaan mereka itu di tanggung oleh pihak *Adian dan Politisi anti Islam dan NKRI* di buktikan dalam agenda pembukaan tadi siang tanpa ada pembacaan Doa dan Bendera tidak dipersiapkan hanya bendera dari peserta di ikat ke bambu kemudian tidak ada simbol pancasila Pengirim Zainuddin Arsyad 085229632032http://www.suaraindependen.com/2017/02/dianggap-klaim-mahasiswa-peserta-tolak.html

*Sebarkan agar semua bangsa ini tau, kalau PKI sudah akan bergerak..!*

Label: ,

Team sukses Ahok sedang mencetak buletin berjudul Al-istiqlal yg dicetak asebanyak 320.000 eksemplar

Copas:
Semalam sy mampir ke sebuah percetakan besar. Sy kaget melihat tim sukses Ahok sedang mencetak buletin berjudul Al-istiqlal yg dicetak asebanyak 320.000 eksemplar/edisi yg akan dibagikan ke semua Masjid dan pengajian se-Jakarta. Semalam sedang dicetak edisi kedua. Dan Senin (13/2) akan cetak edisi ketiga

Isi dari buletin tsb sangat meresahkan. Nampak memutarbalikan hukum syariah yg sengaja untuk mengcounter sejumlah issue yg sedang melanda Ahok dan sepenuhnya kampanye2 Ahok.

Di buletin juga mencatut (tanpa ijin?) tulisan dan pernyataan sejumlah Kyai NU dan para tokoh-tokoh seperti Prof. Nadirsyah Hosen - Rais Syuriyah NU Cabang Australia & New Zealand, KH Musthofa Bishri, Quraish Shihab, KH Masdar Farid Masudi (DMII), dll.

Sekedar info bahwa buletin ini sudah kontrak dgn percetakanya untuk 6 edisi dan setiap edisi harganya 80 jt untuk 320.000 eksemplar. Buletin ini harusnya tercetak dari bulan lalu tapi terlambat karena belum dapat percetakanya

Hati-hati menjelang pencoblosan tgl 15 Februari 2017, mereka semakin masif menyebar propaganda. Jaga masjid-masjid & majelis taklim dari buletin ini

Label:

RUMAH PRIBADI MANTAN PRESIDEN SBY OLEH KELOMPOK PEMBELA PENGUASA

MELAKUKAN SERANGAN KE RUMAH PRIBADI MANTAN PRESIDEN SBY OLEH KELOMPOK PEMBELA PENGUASA, MENUNJUKAN BAHWA NEGERI INI SUDAH TIDAK AMAN.

PERBUATAN TERSEBUT DAPAT MEMBUAT RAKYAT DAN TNI MARAH BESAR SEBAB DIBIARKAN OLEH POLDA DKI, TANPA IZIN DARI POLDA TIDAK AKAN TERJADI HAL TERSEBUT.

Rumahnya Digerudug Massa, SBY Minta Keadilan

REPUBLIKA-- Di media sosial Twitter, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta keadilan kepada Presiden dan Kapolri. Karena rumahnya di Kuningan, Jakarta, di demonstrasi sejumlah orang.

"Saudara-saudaraku yang mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan "digrudug" ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*," tulis SBY di akun twitternya pukul 15.05, Senin (6/2).

SBY menulis dalam Undang-undang tidak diperbolehkan unjuk rasa di rumah. Kecuali, katanya, undang-undang sudah berubah. "Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahu saya. *SBY*," tulisnya lagi

Sebelumnya, SBY juga mengaku mendengar adanya provokasi dan agitasi mahasiswa di Kompleks Pramuka Cibubur. "Kemarin yang saya dengar, di Kompleks Pramuka Cibubur ada provokasi & agitasi terhadap mahasiswa untuk "Tangkap SBY".  *SBY*," lanjutnya.

Karena itu, ia bertanya kepada Presiden dan Kapolri tentang haknya tinggal di negara sendiri. Dan hak asasi yang ia miliki. "Saya bertanya kepada Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak untuk tinggal di negeri sendiri, dengan hak asasi yang saya miliki? *SBY*," katanya.

Dalam rangkaian ciutan ini SBY mengakhirinya dengan permintaan keadilan. "Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kepada Allah Swt. *SBY*," katanya.

Label: , ,