Sabtu, 22 April 2017

Hikmah dan Munafikin di Belakang Ahok

Selalu ada hikmah di setiap takdir yang Allah SWT tentukan. Hikmah itu bisa saja ditangkap oleh seorang hamba, bisa juga tersingkap di kemudian hari. Tabir-tabir ini akan tersingkap bagi hamba-hamba-Nya yang meyakini takdir dan janji-janji Allah SWT.

Allah SWT menjelaskan;

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi [pula] kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 216)

Banyak hikmah yang bisa diambil oleh seorang muslim dari peristiwa Ahok. Diantaranya; Berbagai gejolak peristiwa seputar Ahok sang penista Islam dan munculnya berbagai dukungan dari barisan munafiqin di Indonesia adalah hadiah besar buat ummat Islam.

Momentum Ahok menjadi wasilah bagi umat Islam, untuk mengetahui orang-orang munafik. Musuh kebuyutan umat Islam. Para pemimpin yang berkhianat terhadap agama dan bangsa pun ditampakkan oleh Allah SWT.

Pada hakekatnya mereka menjadi musuh umat Islam, bersama dalam barisan orang-orang kafir untuk memusuhi Islam. Umat Islam juga, akhirnya sadar bahwa hanya saudara seiman yang bisa dipercaya.

Umat Islam Indonesia akhirnya meyakini, hanya ulama yang layak menyandang gelar ulil amri, yang berhak ditaati. Karena merekalah yang terdepan dalam membela Islam dan umat Islam.

Sementara, mereka yang disebut Ulil Amri dari kalangan sekuler dan komunis, hanyalah munafikin yang memendam ketidaksukaan terhadap Islam.

Ucapan dan perbuatan mereka menjadi bukti bahwa mereka tidak senang terhadap perkembangan Islam dan kemenangan syariát Islam. Allah SWT berfirman:

وَلَوْ نَشَاءُ لَأَرَيْنَاكَهُمْ فَلَعَرَفْتَهُمْ بِسِيمَاهُمْ وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي لَحْنِ الْقَوْلِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ

“Dan kalau Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka (munafikun) kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu.” (Qs. Muhammad: 30)

Adapun karakter munafik itu banyak. Namun karakter yang menonjol ada dua;

🦀 *Pertama: Memberikan Loyalitas Kepada Orang Kafir. Allah SWT berfirman;*

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (138) الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.” (Qs. An-Nisa’: 138-139)

🦀 *Kedua: Menolak Penegakkan Syariát Islam. Mereka akan menyiapkan 1001 alasan untuk menolak penegakkan syariát Islam*

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا (60) وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا (61)

“(Yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (Qs. An-Nisa’: 60-61)

Dan pada akhirnya kelak orang-orang munafik ini akan menyesal sejadi-jadinya atas kekalayan mereka dan sekutunya orang-orang kafir menghadang Islam. Persis seperti dikabarkan oleh Allah SWT dalam surat al-Maídah ayt 52.

(فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ ۚ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ)

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana." Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.”(Qs.al-Maidah: 52)

Dan yang paling menggembirakan lagi adalah umat Islam mulai rindu kepada syariat Islam. Benih-benih kerinduan ini terus merebak dalam jiwa umat Islam Indonesia. Mereka pun yakin, hanya Islam yang bisa memberi kedamaian, kesejahteraan dan keselamatan abadi. Bukan system lainnya. Sebagaimana dalam diri mereka tumbuh keyakinan, hanya muslim Indonesia yang betul-betul mencintai negara ini dan yang berhak memimpinnya.* (*Masúd Izzul Mujahid* -Pimpinan Redaksi Majalah Islam An-Najah //www.an-najah.net -)

Label: , ,

LUAR BIASA UPAYA MENYELAMATKAN "MASA DEPAN" AHOG

Luar biasa memang manusia yang satu ini. Selama ini publik sudah disuguhi fakta betapa *hebatnya pembelaan para pejabat, aparatur negara dan penegak hukum kepada Ahog.*

KPK sampai rela mengeluarkan pernyataan konyol "tidak ada niat jahat", meski audit BPK jelas menyatakan ada kerugian negara.

Lalu Menko 'serba bisa' Luhut Binsar Panjaitan yang ditemani Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya, rela malam-malam bertandang sekejap ke rumah Kyai Ma'ruf Amin hanya gara-gara mulut kasar Ahog lagi-lagi menimbulkan kegaduhan.

Presiden Jokowi pun rela "memecat" Menko Kemaritiman Rizal Ramli yang baru diangkatnya beberapa bulan, karena Rizal Ramli berani membatalkan proyek reklamasi. Lalu menggantinya dengan Luhut yang kembali "menghidupkan" proyek reklamasi.

*** *** ***

*Dari semua 'legacy' Ahog, memang reklamasi Teluk Jakarta lah yang paling fenomenal.*
Tidak pernah dipromosikan sebagai program kampanye, tidak dibanggakan di depan rakyat, tetapi anehnya dibela mati-matian di depan hukum, meski dalam kehidupan sehari-hari diprotes bahkan didemo komunitas nelayan dan pecinta lingkungan.

Bagaimana nasib proyek reklamasi pasca kekalahan ahog dalam pilkada?!
Tentu di ujung tanduk!
Itu sebabnya harus diselamatkan.

*Tidak mungkin menyelamatkan proyek reklamasi tanpa menyelamatkan ahog.* Penyelamatan ahog adalah langkah pertama dari penyelamatan semua kasus lainnya, termasuk kasus pembelian RS Sumber Waras dan pengadaan bus Trans Jakarta.

Maka, meski Ahog sudah kalah telak dalam pilgub, dia tidak boleh menjalani hukuman pidana kurungan badan, yang membuatnya kehilangan peluang untuk menduduki jabatan politik.

Itu sebabnya sidang dengan agenda pembacaan tuntutan kasus penistaan agama ditunda sampai sehari pasca hari pencoblosan, hanya dengan alasan belum selesai mengetik.
Mungkin saja kalau Ahog menang pilgub tuntutannya sudah disiapkan "bebas murni". Indikasi itu sudah tampak jelas dari pernyataan para penasehat hukum Ahog sepekan sebelum pilkada, ketika sidang pembacaan tuntutan ditunda.

Namun karena ternyata Ahog kalah pilgub, maka dinyatakanlah Ahog terbukti bersalah dan melanggar pasal yang dituduhkan, tetapi tuntutan hukumnya hanyalah 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.
Hakikatnya beda tipis dengan membebaskan Ahog.
Sebab dengan tuntutan itu, Ahog tak perlu menjalani hukuman penjara jika sampai 2 tahun ke depan (tahun 2019) tak mengulangi lagi perbuatannya.
Dan karena tuntutannya hanya 1 tahun penjara, Ahog pun tak akan pernah ditahan.

*Selama 6 bulan ke depan ahog masih bisa jadi gubernur DKI, mengeluarkan kebijakan, diskresi, atau apapun istilahnya, yang sekiranya akan membuat proyek reklamasi dijamin cukup "aman" dan sulit dibatalkan oleh gubernur penggantinya, tanpa harus melalui prosedur hukum yang berbelit dan konsekwensi yang berat.*

Ahog tahu itu, bahwa Anies akan membatalkan proyek reklamasi!
Ini tidak boleh terjadi. Waktu 6 bulan ke depan masih panjang, apapun bisa dilakukan.
_Pembayaran RS Sumber Waras saja bisa kok dilakukan malam hari di penghujung tahun, dimana jelas-jelas semua bank sudah tutup operasionalnya di akhir tahun._
Apalagi membuat kebijakan, keputusan, diskresi, cukup waktu 6 bulan untuk "berberes" dan memastikan semua "aman" sepeninggalnya dari balaikota.

Tak cukup hanya itu, Ahog juga tak boleh dibiarkan tidak punya panggung politik sehabis masa jabatannya.
Tentu harus dipikirkan bagaimana masa depan karir politik Ahog setelah Oktober nanti.
Jangan khawatir, ada jabatan yang tak perlu lewat kontestasi pemilihan oleh rakyat atau oleh panitia seleksi atau harus lolos fit n proper tes di DPR.
Apalagi kalau bukan masuk kabinet! *Ya, menjadikan Ahog menteri paling gampang, sebab hanya perlu ditunjuk oleh presiden seorang.*
Menggunakan hak prerogatifnya, Jokowi bisa saja mengangkat Ahog jadi menteri. Ignatius Jonan dan Archandra Tahar saja bisa kok keluar masuk kabinet hanya dalam hitungan bulan.

Ahog akan didapuk jadi menteri apa? Apa saja mungkin. Tapi rumornya ke arah MENDAGRI, menteri yang berhubungan langsung dengan para kepala daerah.

Jika itu terjadi, maka sempurnalah sudah kontrol ahog atas kebijakan penggantinya.
Sisa waktu 6 bulan bisa dimanfaatkan untuk mempersiapkan instrumen hukum pengaman proyek reklamasi, sementara pasca 6 bulan dia pun akan tetap bisa mengontrol gubernur DKI penggantinya kalau dia jadi Menteri Dalam Negeri.

Atau bisa saja menjadi mentri Kelautan menggantikan ibu Susi, berduet dengan atasannya, Menko Kemaritiman, bahu membahu pasang badan untuk proyek reklamasi.

*** *** ***

Selain itu, dengan tetap punya eksistensi di panggung politik, *Ahog masih punya peluang untuk maju dalam kancah pilpres 2019, menjadi cawapres Jokowi,* misalnya.
Nah, komplit bukan skenarionya??
Siapa bilang Ahog tamat hanya karena kalah pilgub?!

Tidak!!!
Taipan-taipan yang telah menggelontorkan uang trilyunan rupiah dalam proyek reklamasi tentu tak akan tinggal diam.
Selama ini mereka sudah keluar uang banyak. Apa susahnya mengatur agar Ahog tetap leluasa? Tinggal diatur saja tuntutan kepada Ahog dan putusan hukumnya nanti.

Inilah yang harus diwaspadai warga DKI yang menghendaki perubahan atas keputusan dan kebijakan Ahog yang banyak merugikan rakyat.
Satu langkah memang sudah dimenangkan rakyat Jakarta. Mereka sudah "menang" dengan menghukum Ahog dengan cara menolak memilihnya.
Selisih perolehan suara yang cukup signifikan dan jauh di atas margin of error quick count, membuat sulit bagi Ahog dan tim nya untuk merekayasa perolehan suara. Mengajukan gugatan sengketa pilkada juga sulit, terbukti Rano Karno saja ditolak gugatannya oleh MK karena selisih suaranya sudah di atas 1%.

Menyelamatkan Ahog dan masa depan politiknya memang tak hanya 1 cara saja.
Yang utama adalah MELEPASKAN AHOG DARI JERATAN HUKUM PIDANA KURUNGAN.
Setelah itu terlaksana, tinggal diatur saja langkah selanjutnya, lebih mudah jika Ahog masih bisa berkuasa.

_*Jadi, kalau mau melumpuhkan Ahog, menghentikan kebijakannya yang kontroversial dan merugikan rakyat, menelanjangi semua kasus hukum yang melibatkannya, maka satu-satunya cara adalah MENEGAKKAN HUKUM!!!*_

Tentu tak ada alasan menghukum Ahog jika dia memang tak bermasalah. Tapi faktanya : *Ahog adalah TERDAKWA KASUS PENISTAAN AGAMA*. Dia diancam hukuman setidaknya 5 tahun. Seperti pelaku penistaan agama lainnya yang ditahan dan dihukum penjara, maka sudah selayaknya jika Ahog pun diperlakukan sama. Bukankah negara kita mengaku sebagai negara hukum yang mendudukkan setiap orang sama dihadapan hukum?
Lalu kenapa khusus Ahog selalu ada cara dan celah untuk memberinya privelege agar bebas dari konsekwensi hukum?!

*Mohon para penegak hukum berpikir ulang untuk bermain-main dengan hukum hanya demi seorang Ahog.*

Kekuatan massa dan bersatunya perasaan rakyat sudah ditunjukkan pada tanggal 19 April 2017, mereka MENOLAK AHOG, mayoritas TIDAK MEMILIHNYA lagi.

Jadi, jika aparat penegak hukum dan para pejabat negara berkomplot hendak menyelamatkan ahog dari jerat hukum, maka hal ini sama dengan memantik amarah rakyat.
Jangan remehkan amarah rakyat yang sudah mengkristal.
Hanya demi seorang Ahog haruskah sebegitu besar pertaruhan yang akan dilakukan para penyelenggara negara dan penegak hukum?!

*Ahog BUKAN PAHLAWAN*,  jadi tak perlulah kalian jadi pahlawan bagi Ahog.
Ahog sudah terbukti berkali-kali menimbulkan kegaduhan dan masalah karena mulutnya, sikapnya, kekasarannya. _*Jadi, apa masih ada lagi alasan untuk membelanya???*_

_Fb : Iramawati Oemar (21/04/2017)_

Label: ,