Selasa, 07 Februari 2017

Ternyata Kasus Penistaan Sudah Dirancang dan Direncanakan Jauh-Jauh Hari

INILAH SESUNGGUHNYA YANG HARUS BANYAK UMMAT KETAHUI :

Ada satu hal yang belum dibahas atas ILC 811 kemarin soal mengapa Panglima TNI di awal paparannya panjang lebar membahas issue ancaman invasi dan kolonialisme Negara Cina ke Indonesia yang kaya raya, bahkan dengan bahan presentasi detil, dan faktanya.
memang tak ada hubungannya dgn tema or issue Penistaan Agama  ???
Mungkin sampai selesai pun tinjauannya sebagian besar pemirsa masih belum nyambung apa maksudnya.
Mungkin hanya menangkap ini issue yang kita sudah tahu juga, dan paling-paling Panglima hanya ingin bangsa ini tahu dan waspada saja.
Just it!
Justru ini sebenarnya adalah point issue paling Utama Indonesia hari ini yang telah *di design lama sejak puluhan tahun lalu*

Masalah Penistaan Agama oleh Ahok yang barusan terjadi hanyalah 1 scene pendek dari skenario kolonialisme ini untuk mecah-belah bangsa, merusak persatuan dan kesatuan NKRI.

Kondisi Indonesia hari ini sudah terperangkap oleh design Kolonialisasi Cina yang hampir rampung sempurna.

Di sinilah peran penting dan Sentral seorang Ahok sebagai Proxi berikut teman pelindungnya 9 Naga :
Aguan,
Tomi Winata,
James Kristiadi,
Ciputra,
Antonio Salim,
Grup Jarum,
Sopyan Wanandi,
Podomoro,
Agung Sendayu,
Sinar Mas
melaju ke tujuan lewat Pilkada sampai Presiden secara penuh sehingga 100% Indonesia dikuasai lahir bathin ipolek Sosbudhankamnas.

Panglima TNI sesungguhnya ingin menyampaikan bahwa Ahok dan barisannya 9 Naga (Aguan, Tomi Winata, Antonio Salim, Ciputra, James Kristiadi, Sopyan Wanandi, Sinar Mas, Grup Jarum, Podomoro, Agung Sendayu) adalah *bukan hanya memusuhi Islam namun mereka adalah Musuh seluruh anak Bangsa dan Rakyat Indonesia dari seluruh suku agama dan golongan*.

Karena Ahok dan Barisannya membawa misi penjajahan seperti Singapore dan Tibet seperti yang sudah banyak diketahui.

Ini yang belum banyak didiskusikan anak bangsa yang selama ini tertipu oleh penyesatan-penyesatan Issue oleh media karena pemilik Media adalah Cina yang mengalihkan dari issue sebenarnya agar rakyat bangsa ini lengah dan lalai.
Bangsa dibuat bermusuhan karena diadu domba dengan issue rasis, sara, penistaan agama dan lain lain. _Devide et impera._
Lagu lama.

Rakyat lupa pada hal utama yakni *design PENJAJAHAN* yang dibawa oleh Ahok sebagai Proxi alias Boneka Negara Cina dibantu Taipan-Taipan Cina Indonesia
Ekstra Ordinary Ekstrim lebih bahayanya,  penjajahan oleh China bukan hanya mengendalikan semua kebijakan dan pemerintahan serta ekonomi seperti Belanda dulu.
Namun diikuti design akan memasukkan Penduduk China secara langsung ke Indonesia sebanyak 200 Juta orang. Hal yang amat mungkin karena jumlah itu belum seberapa dari Penduduk Negara Cina yang lebih dari satu Milyard orang.
Cukup di situ ???
No ... !!!

Hal tersebut akan dilanjutkan Perpecahan seperti yang di alami Malaysia (dulu Singapura adalah bagian negara Malaysia kemudian kudeta dan mendirikan negara Singapore.
Jadi kalau ada segolongan anak bangsa baik Muslim maupun yang beragama lain masih ngotot hanya melihat sosok Ahok sebagai sosok biasa, maka *sesungguhnya anda adalah benar-benar anak bangsa yang bodoh* _dan tidak mencermati sesungguhnya apa yang ada di hadapan dan lingkungan anda hidup saat ini._
*Nalar anda tidak berjalan.*
Celakanya lagi ilmu anda memadai. Namun akal sehat dan ilmu musnah hanya karena tertipu pencitraan media-media Cina (semua media di Indonesia dimiliki Taipan Cina).
Sadar dan bangunlah, Bersatulah wahai anak bangsa ... !!!
Patahkan dan hancurkan design Kolonialisme China dengan Proxi Ahok dan barisan 9 naga nya ... !!!
*Jadi, ada atau tidak ada kasus Pulau Seribu, Ahok seharusnya sudah harus dilengserkan, diadili dan dihukum sesuai per UU berlaku karena kasus kriminal korupsi dan pelanggaran hukumnya soal kebijakan-kebijakan dan lain lain telah nyata dan begitu banyaknya*

Di bawah rezim Boneka yang hancur-hancuran ini hanya persatuan dan kesatuan Bangsa yang paling sakti dan cepat untuk mengembalikan tatanan bernegara dan berbangsa kembali sesuai UUD 45 menuju kejayaan.

*Kesimpulannya :*
Paparan Panglima kemarin sungguh menuju pandangan lebih jauh dan mendalam atas masa depan Bangsa ini, dan di situ nampak kepuasan dan kelegaan memancar dari wajahnya. Kecerdasan Panglima terbukti.

RAKYAT INDONESIA SADARLAH AKAN BAHAYA....!!

Label:

Kemenangan yang semakin Dekat

Mohon disebarkan secara massif, untuk menggentarkan kubu lawan si Musyrik mulut jamban.

(1). Bagaimana membaca kedatangan LBP bersama Kapolda Metro dan Pangdam Jaya ke kediaman KH. Ma'ruf Amin yang ramai di sosmed pada pekan lalu?

(2). Yang saya pahami secara sederhana tentang teori pertempuran adalah: *"jika komandan sudah turun ke gelanggang, itu pertanda bahwa pasukan sudah kocar-kacir".*
Hehehe....

(3). Kurang lebih sepekan lalu, Global TV memutar ulang film Kingdom of Heaven. Film ttg sepenggal kisah Perang Salib di abad XII. Nggak bosen nontonnya meski sudah beberapa kali diputar.

(4). Di salah satu adegan, King Baldwin IV selaku raja Jerussalem turun langsung ke lapangan untuk menemui Shalahuddin al-Ayyubi.

(5). Tujuannya adalah untuk meredam kemarahan pasukan muslim akibat provokasi beberapa komandan pasukan salib.

(6). Shalahuddin menerima tawaran yang diajukan, setelah King Baldwin IV berjanji akan 'menyelesaikan' sendiri urusan pasukannya yang telah membuat ketegangan dengan kaum muslimin.

(7). Film ini berakhir dengan kemenangan pasukan Shalahuddin dan merebut kota Jerussalem dari tangan pasukan salib.

(8). Kembali ke pertemuan di rumah pak kiyai. Meski disampaikan bahwa pertemuan tersebut hanyalah silaturahim biasa, tapi rakyat tidak bodoh-bodoh amat untuk memahami latar belakang pertemuan tersebut.

(9). Saat ini *kubu ahok* yang disokong partai penguasa sedang *dilanda kepanikan yang luar biasa.*

(10). Penyebabnya adalah prilaku ahok dan kuasa hukumnya pada sidang ke-8 kasus penistaan agama yang dinilai telah melecehkan dan merendahkan kehormatan pak kiyai khususnya, dan sebagian besar kaum muslimin Indonesia.

(11). Kemarahan publik tidak hanya berasal dari kelompok yang sejak awal sudah menganggap ahok sebagai musuh, tapi juga berasal dari kalangan yang selama ini pasif, bahkan sebagiannya cenderung membelanya. Tapi kini situasi berubah.

(12). Pasukan buzzer kotak-kotak kewalahan menghadapi serangan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.

(13). Satu-satunya cara adalah dengan menurunkan 'komandan' secara langsung untuk menemui pak kiyai guna meredam kemarahan santri yang semakin besar dan meluas.

(14). Kita tidak pernah menyangka bhw di menit-menit akhir kubu ahok justru melakukan blunder. Bahkan 'bunuh diri' dengan melakukan tindakan yg tidak perlu.

(15). Seandainya blunder ini dilakukan oleh skuad MU, bisa dipastikan Mourinho akan mencak-mencak di pinggir lapangan, bahkan sampai ke ruang ganti. 😜

(16). Bunuh diri dalam pertandingan sepak bola dikenal dengan istilah sepak bola gajah. Karena gajah sering kali menendang bola ke gawang sendiri. Maka bolehlah kita sebut bahwa tindakan kubu ahok sebagai 'politik gajah'.

(17). Ngomong2 soal gajah, kita teringat perang Qadisiyah di zaman Umar. Disamping jumlah tentara, armada tempur, dan logistik yang jauh lebih besar dari pasukan muslim, pasukan Persia juga diperkuat dengan pasukan bergajah.

(18). Dengan strategi jitu, kaum muslimin dibawah komando panglima Saad bin Abi Waqqas berhasil membuat gajah2 itu memporak-porandakan barisan mereka sendiri.

(19). Kondisi inilah yang sepertinya dialami kubu ahok sekarang. Di *detik-detik akhir, blunder yang mereka lakukan di persidangan kemarin malah memporak-porandakan kekuatan mereka sendiri*.

(20). Melimpahnya logistik dan besarnya armada tempur tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir pertempuran.

(21). Begitulah sejarah mencatat. Dalam semua peperangan, jumlah armada tempur dan logistik pasukan muslim selalu jauh lebih sedikit dari yang dimiliki musuh.

(22). *Namun pertolongan Allah senantiasa hadir di saat-saat genting. Di menit-menit terakhir.* Karena Allah ingin melihat sejauh mana usaha yang sudah kita lakukan untuk menghadapi pertempuran.

“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. al-Baqarah: 249).

(23). Ditengah kepanikan yang melanda mrk saat ini, maka intensifkanlah serangan hingga 15 Februari nanti.

(24). Ingat pesan panglima Khalid di perang Yarmuk:

*"Daripada kalian sibuk menghitung jumlah musuh, lebih baik kalian sibuk menebas batang leher mereka."*
*#FOKUS*

(25). Maka kemenangan akan datang pada waktunya.

"Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman."
(QS. As-Shaff : 13)

**********

*ALLOHU WAHID*☝ TAKBIIRRR !!!