Sabtu, 24 Februari 2018

Imam Besar Habib Rizieq tidak mau mati konyol !

Tanggapan terhadap Arbi Sanit yang menyatakan di beberapa media sosial bahwa HRS adalah kriminal serta " ibarat hantu " dan serentak pernyataan dari  para cibirisme, yang menutup facta eskalasi politik tanah air ketika beliau umroh

Banyak sekali yang menyampaikan pendapat atau tepatnya hinaan kepada sang Imam Besar  Ummat Islam RI bahwa sang imam penakut tidak mau bertanggung jawab buktinya melarikan diri ke Saudi. Itu justifikasi yg subjektif . Bahasa betawi atau melayunya ' mau menang sendiri ' .  Atau egoistis

Apa kata Pemerintahan Belanda terhadap Bang Pitung. Bang pitung disebut ekstrimis dan teroris , apa kata pribumi batavia  saat itu, *Bang Pitung adalah pahlawan*

Tapi kenapa petugas kemanan negara dari kepolisian negara tidak bisa menangkapnya ? Akan tetapi  tidak dikatakan sebagai ketidak mampuan penegak hukum negara dari negeri ini ? Atau kelemahan kapolri , kelemahan presiden ?

Anda pernah tahu tentang etimologi melarikan diri ? 

Apakah anda pikir pahlawan anda yang namanya Tuanku Imam Bonjol tidak pernah melarikan diri ? Karena pelariannyalah Islam ada di Tapanuli Selatan , yang dimulai dari mandailing natal.
Anda pernah dengar nama Pahlawan Sisingamangaraja XII , anda pernah dengar nama Pahlawan Diponegoro, Pahlawan Tengku Umar.  Apakah anda pernah mendengar  nama Saddam Hussein, yg melarikan diri  berenang dari sungai tigris ke mesir sebelum jadi presiden, lalu  menangiskah saddam di tiang hukuman mati, setelah tertangkap oleh penguasa baru penggantinya ?

*Apakah anda tega mengatakan Cut Nyak dhien yang makamnya di Kota Sumedang , Tuanku Imam Binjol yang makamnya di Tomohon Sulawesi utara dan founding fathers NKRI Soekarno - Hatta Pahlawan dan Bapak Bangsa kita yang dibuang ke Digul serta sebelumnya sembunyi dan atau disembunyikan tokoh - tokoh pejuang bangsa ke Rengas Dengklok adalah pecundang atau pelaku kriminal ?*

Tidak perlu ilustrasi acuan yg paling top, yang nyata  menjadi bagian contoh rujukan para ulama dan banyak ummat manusia sejak belaiu hidup dahulu, sampai dengan  now, serta dipercaya bagi yang beriman bahwa semua kata serta kalimat yang disampaikannya menjadi bahan suri  tauladan ummat sampai akhir zaman,  lebih tepatnya menjadi sunnah terhadap " larinya " Rasulullah dari makkah  ke madinah .

Timbul pertanyaan  dan jawaban yang sangat simple . Apakah pahlawan2 kita semua itu patut kita nyatakan sebagai ketakutan pada penjajah belanda , karena  perbuatan salahnya maka melarikan diri ?

Apakah kita sanggup mengatakan para pahlawan tersebut pengecut ?

Apakah kita sanggup  mengatakan Mahluk yang teramat mulia Nabi Besar Muhammad adalah seorang penakut dan pecundang ? Astaghfirullahal'adziim !

Bukankan bahasa sejarah yang patut digunakan bagi  para pahlawan nasional ' bahwa mereka  para pahlawan saat itu selamatkan diri dengan cara bersembunyi agar tidak tertangkap, karena sayang dan rasa kekhawatiran yang tinggi karena bila mereka tertangkap akan terjadi pelemahan kekuatan , kehancuran serta berujung kekalahan sehingga  terhentinya perjuangan ummat para pengikutnya untuk  melawan kedzoliman saat itu, maka dengan rasa berat hati para pahlawan terpaksa mengungsi atau hijrah demi kebenaran serta keadilan , demi dasar da'wah yang diyakininya dan kepentingan ummat manusia saat itu dan saat now.

Habib Rizieq pernah ditahan lalu dipenjara sebanyak 2 kali pada orde rezim sebelumnya. 
Akan tetapi saat ini, momen Habib Rizieq Shihab hijrah patutkah  dinyatakan oleh ilmuwan selaku pengamat  IB HRS  melarikan diri  karena salah dan takut dipenjara, akankah anda arbi sanit dan para pencibir selaku  pengamat ( ilmuwan ) atau masyarakat yang cerdas telah mempelajari hukum tentang uu. Pornografi Jo.  uu . Ite bahwa penindakan hukum dilakukan terhadap penyebarnya  atau pelaku atau pembuatnya *dengan tujuan dengan sengaja menyebarluaskan*  atau mempublikasikannya agar dapat dilihat oleh umum , serta kaitan ilmu hukum tersebut pengamat idelnya tidak terputus amatannya . Pengamatan mesti dilanjutkan  dengan fakta  dan peristiwa saat ini  gejala gejala politis, sosial dan khususnya kriminal terhadap pembunuhan  ulama- ulama yang saat ini terjadi.

Mudah- mudahan kalian ' pengamat cibirisme ' diberi maaf oleh Habib Rizieq serta ulama-ulama pengikutnya kelak !

Sejalan dengan hingar bingar pernyataan pengamat sontoloyois, termasuk malah saya rasakan sebagai ucapan cenderung devide empera hanya semakin mempekeruh keadaan bukan mendinginkan suasana dan rekonsiliasi antar anak bangsa, antara penguasa dan para penegak hukumnya disatu sisi  dan para ulama serta pengikutnya dilain sisi. 

Apakah kita  dan kalian benar- benar mengetahui,  melihat  beliau  IB HRS bersembunyi fisik maupun suaranya ? *tentunya pengamatannya mesti pakai kaca bening tanpa debu dan pakai alat pikir !!!*

Ingat sebagai pengamat atau ilmuwan Arbi Sanit sebagai intelektual akademisi, sebaiknya dalam menyampaikan pandangannya harus jujur karena *ilmu pengetahuan tidak boleh bohong*,  bagi masyarakat hukum tentunya melekat teori atau pengertian tentang hukum positip sebagai ius konstitum / hukum harus berlaku dengan ciri-ciri idealisme bahwa prinsip penegakan hukum adalah wajib walau dalam situasi serta kondisi apapun atau fiat justicia ruat cullum. Tapi ada juga dikenal azas - azas dalam perundang-undangan yang de facto maupun de yuris bertolak belakang  dengan faham atau prinsip kewajiban positifisme dimaksud yaitu *demi kepentingan umum*

Maka dibutuhkan keluasan dan kelapangan dada semua fihak tak terkecuali , *dan terakhir jangan lupa pakai alat pikir !*

Mudah - mudahan mari kita sama - sama berdoa, untuk NKRI lebih baik kedepannya .  Salam NKRI HARGA MATI

Jakarta, Jum'at, 23 Pebr 2018

Sektetaris PPIB / Panitia Penjemputan Imam Besar Ummat Islam HRS.

H. Damai Hari Lubis, SH., MH.  Sekretaris Dewan Kehormatan DPP. Kongres Advokat Indonesia / DPP KAI . Ketua AAB/ Aliansi Anak Bangsa , Wkl Sekretaris TPUA/ Tim Pembela Ulama dan Aktifis, Anggota GNPF Ulama/ Gerakan Nasional Pembela Fatwa Ulama

Label: , ,

TAKUT REZIM : TIDUR SAJA...!!!

Oleh: Tengku Zulkifli Usman

Kalau anda takut bully-an, takut tahdziran, takut cacian, takut penjara, takut pasal karet atau takut peluru, maka, tetaplah di mesjid dan dzikiran, gak perlu berjuang, gak perlu amar ma'ruf nahi munkar ke penguasa

Kalau anda mengira bahwa melawan kedzoliman itu cukup dengan do'a saja, ya silakan saja, yang saya tau, plot kedzoliman pun sebenarnya bekerja lebih keras daripada anda, muslim yang gak punya daya juang

Pasrah itu bukan mazhab Islam, kalau berjuang itu cukup dengan doa dan kata bijak tanpa pijakan yang benar, maka banyak ulama memilih untuk hidup tenang. Buat apa ada ulama melawan sampai ada yang dibunuh, dipenjara, digantung dan sebagainya.

Apakah anda pernah ketemu ulama sepanjang sejarah yang hidupnya nyaman tenteram dibawah AC dan minum air segar dingin setiap waktu dengan dasi dan baju rapi dan mengejar gaji tinggi, takut hilang profesi, kasih tau saya.

Kalau anda takut tantangan, takut melawan, maka gak usah turun berjuang di medsos atau gak usah ngapa-ngapain, terus aja dalam bahasa bijak yang justru musuh menertawakan, kok cara melawan begitu?

Kalau anda takut dituduh makar, takut ditangkap, takut segala resiko, gak usah ngaku ngaku jadi pejuang, mana ada pejuang model begitu, lagian mana ada pejuang Islam yang sekedar ngaku.

Mana ada Islam maju dengan pejuang yang kebiasaannya ngawur ngelantur, minim pengetahuan, minim keberanian, minim infaq, minim pengorbanan, kasih tau saya, tiang agama mana yang sudah tegak dengan kebiasaan pejuang model begitu?

Benar kata Abdullah Azzam, peradaban Islam hanya diukir oleh dua hal, pena ulama atau darah para syuhada. Kalau pena anda tumpul, keringat anda mahal, apalagi bicara darah, ya udah, mana ada Islam bisa maju dengan perjuangan model begitu, kalau hanya begitu saja sudah ngaku mujahid, banyak banget dong yang dapat gelar syuhada.

Wallahu 'alam

Label: