Senin, 27 Februari 2017

Cerdas,Kesaksian Habib Rizieq Di Sidang Bikin Kubu Ahok Terdiam

Habib Rizieq Shihab yang menjadi saksi ahli agama Islam di kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki T Purnama (Ahok) itu membeberkan dimana letak penistaan agama dalam pidato Ahok di kepulauan Seribu.

Habib Rizieq Shihab mengatakan, ada poin yang menjadi catatannya kalau pidato Ahok itu telah menistakan agama. Pertama, kata-kata, "jadi jangan percaya sama orang". Itu berarti siapapun yang mengatakannya, mengajak agar jangan percaya pada surah Al Maidah 51 yang mengajak tak memilih non-muslim.

"Kedua, kata, enggak pilih saya, itu memperjelas pernyataan yang dilontarkan terdakwa dalam konteks Pilkada. Itu tak ada hubungannya dengan perikanan. Itu berarti Pilkada," ujarnya di Kementan, Jaksel, Selasa (28/2/2017).

Ketiga, bebernya, kata, dibohongi pakai Al-Maidah 51, itu menimbulkan tanya siapa yang dibohongi? Tentu saja itu mengacu pada orang Islam yang dengar pidato tersebut.

"Jadi terdakwa mengatakan dibohongi surat Al-Maidah, berarti dibohongi Al Quran. Siapa membohongi umat Islam? Yang pakai Al-Maidah 51, siapapun dia," katanya.

Keempat, paparnya, kata, macam-macam itu, konotasinya bisa disampaikan kepada orang atau kepada Alquran-nya. Macam-macam itu surat Al-Maidah 51 yang berarti pelecehan.

"Kelima, kata takut-takut dalam pidato Ahok itu maksudnya takut pilih terdakwa nanti masuk neraka. Berarti konteksnya itu pilkada, sekaligus melecehkan muslim yang memilih nonmuslim sebagai pemimpinnya," katanya.

Dan keenam, kata dibodohin itu berarti bukan saja menyampaikan warga Pulau Seribu dibohongi Al-Maidah, tapi juga dibodohi. Ini semakin mempertegas penodaan yang dilakukan terdakwa.

"Kalau terdakwa menyampaikan tanpa menyebutkan siapa orangnya, berarti ini mencakup semua. Bukan hanya penodaan Alquran tapi juga penghinaan pada Rasulullah SAW, nabi, para sahabat, dan seluruh umat muslim," ungkapnya.

Dia menegaskan, siapapun itu, kalau sudah mengubah-ubah ajaran agama Islam atau menghina prinsip dalam agama Islam sudah masuk dalam kategori penodaan agama. Lebih jauh, Habib Rizieq juga membeberkan arti kata Auliya.

Auliya, tambah Habib Rizieq, merupakan bentuk plural atau jamak yang berasal dari kata wali yang bermakna teman setia, orang kepercayaan, pelindung, dan ada lula yang bermakna penolong serta pemimpin. Sehingga dalam kitab tafsir kelima makna tadi kita jumpai.

"Para ahli tafsir klasik sepakat ayat tersebut (ayat surah Al Maidah) sah dijadikan dalil haramnya memimlih pemimpin kafir bagi umat Islam. Mereka boleh berbeda dalam tafsir auliya, tetapi tidak dalam hukumnya. Kenapa? Karena kalau jadi teman setia atau kepercayaan saja tidak boleh, apalagi jadi pemimpin," katanya.

sumber : sindonews

Label: , , ,

Misi Raja Salman datang ke Indonesia adalah strategi yang diajarkan oleh Rasulullah..

Tiba-tiba saya teringat dengan ucapan  Direktur Pusat Kajian Hadis (PKH) Dr Ahmad Lutfi Fathullah MA,  2 minggu lalu.

Beliau menjelaskan panjang lebar tentang perang Tabuk.
Menariknya, setelah saya analisa lebih dalam, ternyata ada pelajaran penting yang harus kita pahami dan sebarkan..!

Anda  tahu Perang Tabuk..?
Anda tahu Perang urat syaraf..?
Anda tahu  Rosulullah SAW pernah memenangkan 3 perang besar tanpa pertempuran, salah satunya adalah perang Tabuk..?

Bagi orang yang beriman dan cerdas, pasti bisa menganalisa dan memahami bahwa kedatangan Raja Salman dan rombongan berjumlah 1500 orang  ke Indonesia bukanlah kunjungan biasa, ini adalah strategi yang pernah digunakan oleh Rosulullah untuk mengalahkan kerajaan Romawi dan mengungkap kaum munafik dari umat Islam sendiri.

Pada zaman Rosulullah, kekuatan itu berupa senjata perang, namun kini adalah ekonomi. Itulah mengapa raja Salman menyiapkan 25 milyar dollar untuk Indonesia dan menunjukkan kepada dunia bahwa Islam itu kaya.

Jumlah pasukan yang dibawa oleh Rosulullah sebanyak 30.000 orang !
Jumlah rombongan yang dibawa raja Salman sebanyak 1500 orang, dan ini baru pertama kali di Indonesia.

Kembali ke sejarah...
Rasulullah menerima tantangan perang ini bukan untuk menjajah atau menghancurkan kerajaan Romawi.

Misi pengerahan militer yang Rasulullah lakukan, untuk  menggentarkan kekuatan musuh sekaligus memposisikan Negara Islam sejajar dengan kekuatan global yang ada waktu itu, dan Alhamdulillah target misi berhasil, menang tanpa perang.

Ada hal penting, saat itu banyak orang munafik yang justru berada di lingkaran umat muslim, mereka juga berusaha mencegah orang lain untuk ikut perang. Nabi Muhammad Saw tahu hakikat yang sebenarnya. Oleh karenanya, beliau memerintahkan Imam Ali as untuk tetap berada di Madinah dan beliau ikut dalam perang ini.

Akhirnya pasukan Muslimin yang berjumlah 30 ribu pada 19 Rajab 9 Hijriah tiba di medan perang, tapi mereka tidak menemukan tanda-tanda keberadaan pasukan Romawi. Dalam peristiwa ini, sekalipun tidak terjadi perang, yang terjadi adalah kehormatan Islam tetap terjaga dan umat Islam terbukti siap berkorban untuk menghadapi pasukan kufur.

Coba perhatikan, raja Salman mengunjungi 3 lokasi, yaitu Jakarta, Bogor dan Bali..!!!
Ini adalah strategi jenius dalam perang urat syaraf yang tak akan akan  bisa dinalar oleh orang awam apalagi cebonger, karena ilmu dan analoginya  tak akan sampai.

Perlu anda tahu, Perang Tabuk ini juga disebut perang Fadhihah yang berarti terungkap. Karena sebagian orang yang menunjukkan dirinya muslim ternyata mereka adalah orang munafik.

Sekarang jawab..!
Apakah Anda berada di pihak kaum munafik atau kaum mukmin..?
Apakah Anda siap menyambut kedatangan raja Salman demi kehormatan Islam di Indonesia..?

TAKBIR...!!!

Ridwan Sank "Hipnovator

Label: , ,