Kamis, 10 November 2016

Surat Terbuka U MR. JOKOWI

Sejak kau pimpin negara

Muncul banyak perkara

PKI makin meraja-lela

Liberal makin angkat dada

Non Muslim Pimpin Jakarta

Di Sumber Waras, dia dijaga

Di Reklamasi, dia juga dibela

Hingga berani nista agama

4 November 2016 siang

Habaib & Ulama datang

Menunggumu hingga petang

Engkau menghilang

Kini, saat umat marah

Kau mulai beramah-tamah

Datang sini datang sana

Undang sini undang sana

Kau mulai main sandiwara

Hidupmu penuh pura-pura

Kau undang para Ulama 

Hanya untuk diadu domba

Selesaikan saja akar masalah

Jangan lagi masalah ditambah

Jangan kau lindungi Penista

Jangan kau korbankan Negara

AYO ... TANGKAP AHOK ... !!!
www.habibrizieq.com

Label:

Kisah Indah di Balik Aksi 4 November

Oleh: Ahbabul Musthofa, peserta aksi 411

Dengan peserta aksi lebih dari 2 juta manusia, banyak kisah luar biasa diantaranya...

Ada sekelompok peserta aksi yang tuna netra jumlahnya sekitar 20 orang, saling pegangan tangan agar tidak terpisah satu sama lain, mereka juga membawa spanduk di sisi kanan, dengan satu orang komando paling depan, jika yang depan berteriak Allaahu akbar, maka yang lain dengan semangat menggemuruhkan Allaahu akbar... Subhanallah hati saya bergetar mendengar takbir mereka, keterbatasannya tak menyurutkan niat membela Al-Qur'an yang dinodai kafir Ahok.

Ada pula seorang penyandang cacat yang tak bisa berpindah tempat selain merangkak, tapi segala keterbatasannya tak menghalanginya untuk datang membela kitab suci Al-Qur'an, saat merangkak jika mendengar teriakan takbir maka ia langsung berdiri dengan kedua lututnya dan mengepalkan tangannya ke atas sambil berteriak Allaahu akbar! Subhanallah saya lihat matanya agak merah dan suaranya agak parau, mungkin karena terbakar amarah atas penghinaan yang dilakukan kafir Ahok kepada Al-Qur'an, di sela-sela merangkaknya pun lisannya bergerak terus menerus berdzikir.

Ada pula kakek bernama Sholeh berusia sekitar 70 tahun, beliau datang sangat jauh dari pedalaman Bima NTB, dari kampung halamannya beliau menempuh 72 jam perjalanan darat dan laut, sejak terdengar panggilan jihad beliau mengumpulkan uang sebanyak mungkin untuk bekal ke Jakarta, membela Al-Qur'an dari penistaan Ahok, hingga terkumpul dana 3 juta rupiah. Dengan bekal itu beliau bulatkan tekad untuk datang ke Jakarta bergabung bersama para mujahid yang lain..

Subhanallaah betapa hebatnya perjuangan kakek ini,demi Al-Qur'an segalanya rela dikorbankan...

Ada pula peserta dari etnis Cina yang ikut dalam kumpulan demo, agamanya katholik, ia menyuarakan adili Ahok demi hukum, karena hatinya ikut terpanggil meminta keadilan bagi teman-teman Muslim, bahkan beliau juga membawa plastik sampah, agar pendemo tak difitnah katanya, Subhanallah jika Allah berkehendak, segalanya jadi mudah, bahkan untuk menggerakan orang yang beda akidah sekalipun..

Ada pula para pedagang kaki lima, dengan rela hati beliau menggratiskan dagangannya, seperti bapak penjual lontong sayur, beliau berkata "untuk semua saudaraku saya iklaskan makanan ini semua, makanlah sepuasnya tidak usah bayar, saya ikhlas karena Allah untuk para pembela Al-Qur'an. Subhanallah...

Menjelang magrib ada kiriman nasi boks yang dibagikan ibu ibu, ada banyak sekali serta buah-buahan, semuanya disedekahkan untuk para pembela Al-Qur'an, yang lebih menariknya di atas boks nasinya ada tulisan "Terima kasih atas jerih payahmu memperjuangkan agama kita saudaraku, semoga Allah mengganjar dengan pahala kebaikan yang berlipat ganda, sekarang silahkan nikmati makan malam ini dari kami para ibu yang berdoa semoga anak anak kami memiliki iman setebalmu di masa yang akan datang." Subhanallaah...

Hal yang sama terjadi pada penulis, Ahbabul Musthofa, saat memutuskan hendak pulang lebih awal karena ibu terus menelpon agar cepat pulang, tampaknya khawatir sekali karena hampir semua stasiun tv secara live menayangkan proses demontrasi, apalagi setelah terjadi bentrok dengan aparat, kata istri, ibu menangis yah cepat pulang.. hati sayapun luluh, mata ini juga amat perih dua kali terkena tembakan gas air mata, maka sekitar pukul 10 malam saya pulang menggunakan Gojek dari depan Istiqlal, setelah sepakat dengan harga dan tujuannya ke Sunter Agung sebesar 25.000 Rupiah saya pun pulang, setelah sampai saya sodorkan uang ojeknya, dengan sopan sekali bapak gojeknya berkata, "De, Ade ini pejuang agama, saya ikhlaskan ongkosnya buat Ade aja, bapak malu ga bisa ikut berjuang, semoga kita semua mendapat kemenangan," katanya.

Saya beberapa kali menyodorkan ongkosnya tapi bapak gojeknya selalu menolak.. Subhanallah.... Mulia sekali hati bapak Gojek ini, setelah mengucapkan salam beliaupun berlalu.. semoga kebaikannya dilipat gandakan dengan pahala yang lebih besar Amiin

Subhanallah tak terasa air mata ini mengalir sobat fillah, semoga tulisan ini ada hikmahnya dan semoga apa yang kita perjuangkan mendapat kemenangan dari Allah SWT. Aamiiin Yaa Robb....

Label:

Lewat Al-Maidah, Allah Ungkap Kejahatan Cina yang Ingin Jajah Indonesia

Aktivis senior, Sri Bintang Pamungkas menyatakan sejak Joko Widodo naik menjadi Presiden kelompok-kelompok Cina diberi keleluasaan luas. Padahal, menurutnya kelompok itu bermaksud ingin menjajah Indonesia.

"Sejak Jokowi itu naik, kelompok Cina ingin menjajah Indonesia," ucapnya, Rabu (9/11/2016), di Guntur, Jakarta.


Namun demikian, karena kecintaan Allah subahana wa ta'ala kepada Indonesia, akhirnya Allah ungkap niat jahat itu melalui Al-Maidah 51.

"Alhamdulillah Allah ungkap itu dengan kasus Al-Maidah 51. Sudah lama kita berpikir bahwa kelompok Cina ini. Maka pantaslah kita disebut jihadis-jihadis untuk melakukan kebenaran dan membela Islam," katanya.

Sri Bintang menyebut bahwa Jokowi dan Ahok setali tiga uang yang pantas dilengserkan. Kedua juga disebut terindikasi paham komunis.

"Jokowi-Ahok setali tiga uang. Misalkan saja Ahok itu pernah datangi Jokowi di Solo. Dan itu menggunakan baju kotak-kotak. Itu informasi yang saya dapat. Itu adalah simbol-simbol komunis internasional.

Hal itu pernah dilakukan oleh Aidit saat menemui Walikota PKI. Dia menggunakan baju kotak-kotak. Jadi kami tidak ragu untuk jatuhkan Jokowi-Ahok," tutupnya. (voa-islam)

Label: ,

ASTAGAAAA?!? Ahok Blusukan Dikawal 800 Polisi, 1 Barracuda, 2 Water Canon, dan Puluhan Gas Air Mata

Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), kembali mendapatkan pengamanan ketat saat akan melakukan kampanye di Kedoya Utara, Jakarta Barat, Kamis (10/11) sore. Ratusan polisi siap mengawal pejawat tersebut.

Menurut informasi salah satu polisi di lapangan, pihak kepolisian mengerahkan 8 satuan setingkat kompi (ssk) pasukan gabungan. Perlu diketahui, dalam 1 ssk ada sekitar 100 anggota polisi yang terlibat.


Selain itu, dikerahkan pula 1 mobil Barracuda, 2 mobil water canon dan 10 tabung gas air mata untuk menghadapi potensi ricuh blusukan dari pejawat tersebut. Akibatnya, lalu lintas di sekitar Jalan Kedoya Utara menjadi macet.

Pantauan Republika.co.id di lokasi, meskipun Ahok belum tiba di lokasi, tampak pasukan polisi bersenjata lengkap membentuk barisan di sepanjang Jalan Kedoya Raya Utara

A HOK SEMAKIN KETAKUTAN SEHINGGA HARUS DIKAWAL SUPER KETAT: DANANYA DARI MANA?

Saat ini Ahok berstatus GUBERNUR NON AKTIF sehingga fasilitas pengamanan seperti itu seharusnya TIDAK DIPERBOLEHKAN. Dan seharusnya, tidak ada juga di anggaran propinsi.

Dananya dari mana, kah?

Padahal A Hok mengaku dijaga 2000 malaikat langit, mau mati demi membangun Jakarta, dan pasti masuk Surga?



Sekedar renungan tambahan:

KATA LU A HOK TU BUKAN KORUPTOR? HAH? YANG BENER AJE?? LAGI NGIMPI LUUHH?!?

Sungguh A Hok dkk., mencitrakan dirinya bersih. Bahkan macam "Tidak apa kafir asalkan tidak korupsi".

Sebenarnya dia tidak demikian. Kenyataannya, adalah amat jauh dari propaganda itu. Di bawah ini kami sajikan beberapa kasus, secara singkat.

Belum lagi perkara dia menghalalkan yang haraam macam hendak membuat apartemen khusus pelacuran, sertipikasi pelacur, melegalkan bir, hendak melegalkan daging anjing, membolehkan seks bebas asal pakai kondom, membolehkan selingkuh asal dengan pelacur, dll.

Juga mengharaamkan yang biasa menjadi hal keislaman, macam penyembelihan kurban di berbagai tempat, takbir keliling, majelis ta'lim terbuka di Monas, dll. Menggusur masjid yang sudah puluhan bahkan ratusan tahun ada. Termasuk Masjid TIM.

Dan menggusur wilayah yang ber-SHM, memecat guru seenaknya, dll. Hingga KALAH dalam 4 sidang pengadilan tuntutan rakyat di kasus guru, Bidaracina, Kampung Aquarium, Thamrin City, dll.

Ohya, juga mengaku sebagai utusan pilihan Yesus untuk kepentingan umatnya di Indonesia.

Dan tetap memaki-maki.

Di antara kasus keuangannya, DINYATAKAN TANPA KERAGUAN OLEH BPK RI:

https://www.nahimunkar.com/bpk-sumber-waras-rugikan-negara-rp-19133-miliar/

Dan diduga melakukan korupsi juga dalam kasus Transjakarta (bersama Jokowi), Taman BMW, dll.

Juga yang terbaru:

Wah SEHARUSNYA dapat menjadi temuan BPK nih!?! Untung saja Gubernur sementara telah menghentikan kegiatan 12 proyek lelang warisan A Hok. Plt Gubernur Soni dapat menjadi tumbal kasus, jika tidak! Kegiatan pelaksanaan proyek Pemprov DKI SUDAH DIJALANKAN A HOK PADAHAL BELUM disahkan DPRD DKI!

DPRD berfungsi sebagai pengawas dan perlu mengetahui detail kegiatan setiap proyek lelang APBD. Si A Hok menabrak aturan tata pelaksanaan lelang proyek pemerintahan, seolah Pemprov DKI perusahaan dia sendiri?

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menyebut itu sebagai cara nakal, sebab mau tidak mau proyek itu nantinya harus masuk dalam APBD 2017!

Menurut Taufik, seharusnya proyek itu dibahas bersama dengan DPRD. "Saya bilang ini cara-cara nakal. Saya mau tahu maksudnya apa. Main menangkan lelang, dibahas aja belum," ujar Taufik. (wis/sur)Pemprov DKI Jakarta memang sudah melakukan lelang untuk 13 proyek senilai Rp 4,4 triliun yang dijalankan menggunakan dana dari APBD tahun 2017.

Proyek-proyek yang dilelang itu terdiri dari dua proyek pembangunan rumah sakit, dua proyek pembangunan dan rehab sekolah, delapan paket pembangunan rumah susun, dan satu proyek ruang publik terpadu ramah anak.  Soni mengatakan, selain karena bermasalah dalam hal penyusunan APBD, penghentian proyek lelang juga demi menghormati fungsi DPRD.

"Semata-mata untuk menghormati DPRD. Saya minta untuk ditunda dulu sementara. Kami lihat dulu. Untuk pemenang satu itu, ada argumentasi Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015, itu bisa kalau kondisi tertentu," tutur Soni.  DPRD sebelumnya telah memprotes lelang yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ).

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20161031183027-20-169214/plt-gubernur-jakarta-setop-12-proyek-lelang-warisan-ahok/

- Administrator FB FP Muslim dan Muallaf 

Label:

KEMENANGAN AKSI BELA ISLAM 411


1. Digembosi dengan bujuk dan rayuan, hingga teror dan ancaman, bahkan fitnah dari berbagai pihak dengan aneka cara, tapi faktanya tetap dihadiri JUTAAN orang.

2. Menyatukan umat Islam dari berbagai kalangan, sekaligus membangun persatuan dan persaudaraan di antara mereka dalam BELA AGAMA & NEGARA.

3. Membuktikan bahwasanya umat Islam di Indonesia bisa BERSATU dan mampu BEKERJA SAMA dalam membela Agama dan Negara.

4. Membuktikan CINTA dan KEPATUHAN umat Islam kepada para Habaib dan Ulama mereka yang tetap ISTIQOMAH berjuang membela Agama dan Negara.

5. Membuktikan KEDUDUKAN dan KEWIBAWAAN Habaib dan Ulama  yang tetap ISTIQOMAH berjuang membela Agama dan Negara di hati umat Islam.

6. Mengajarkan umat Islam tentang pentingnya BERBAGI peran dan tugas serta kerja dalam perjuangan BELA AGAMA & NEGARA.

7. Menunjukkan TOLERANSI umat Islam yang luar biasa terhadap umat agama lain, sehingga mereka tetap nyaman di tengah Aksi Jutaan Umat Islam.

8. BMKG mengumumkan bahwa 4 Nov 2016 Jakarta akan diguyur HUJAN BESAR dan banyak PETIR, bahkan ada info bahwa mereka sudah tebar berton-ton garam di udara untuk mempercepat proses hujan agar tgl 4 Nov 2016 Jakarta diguyur hujan, ditambah lagi dg dukungan mistik para DUKUN pawang hujan, tapi faktanya CUACA CERAH dengan Matahari tidak menyengat, bahkan sejuk dan juga terlihat awan bertuliskan lafazh ALLAH.

9. Diprovokasi agar terjadi KERUSUHAN, tapi Aksi Bela Islam tetap tidak melakukan KERUSUHAN.

10. Dibubarkan dengan sangat represif, tapi AKSI DAMAI tetap berjalan sampai selesai, hingga membubarkan diri sendiri dengan DAMAI.

11. Dibantai dengan brutal oleh aparat depan Istana, tapi Aksi tetap melawan dengan BERTAHAN tanpa menyerang.

12. Dibantai dengan biadab yang bisa membunuh ribuan orang, tapi ternyata Allah SWT menyelematkan JUTAAN massa dari pembantaian.

13. Kapolri dan Panglima TNI beri instruksi kepada aparat yang hanya berjumlah beberapa Kompi, tapi TIDAK DIPATUHI. Sedang Aksi Bela Islam beri instruksi kepada jutaan massa, langsung DIPATUHI.

14. Membangun kesadaran bangsa Indonesia tentang pentingnya BELA AGAMA & NEGARA melalui PENEGAKAN HUKUM dan PEMBELAAN KONSTITUSI.

15. Membuktikan peran dan manfaat serta pentingnya DEMO DAMAI di jalan Allah SWT.

         AYO ... BERJUANG TERUS ... !

 AYO ... BELA AGAMA & NEGARA ... !!

AYO ... SELAMATKAN KEDAULATAN HUKUM NKRI ... !!!


PENISTA AGAMA HARUS DIHUKUM

Label:

Memproses Cepat Pelecehan Simbol Negara TETAPI Mencari Celah Selamat Pelecehan Al Qur’an

Lingkarannews.com Jakarta- Ambiguitas penegakkan hukum kembali terjadi, ketika begitu cepat aparat kepolisian memproses pelecehan kepada Presiden sebagai simbol negara, tetapi mencari celah penyelamatan pada kasus pelecahan Al Qur’an

Penggiringan opini kini pun tercipta dengan sendirinya bahwa sosok Presiden diatas segalanya, pelecehan kepada simbol negara menjadi hal tak terampuni, seolah menjadi logika standar ganda melihat pelecehan kepada simbol negara di akibatkan ketidaktegasan dan keberpihakan sang simbol negara dalam penengakkan hukum kasus pelecehan Al Qur’an

Pelecehan kepada Simbol negara yaitu kepada sosok presiden RI, haruslah melihat sebab dan akibat, mengapa sosok Presiden mendapat pelecehan, bukankah akibat dari ketidaktegasan sang presiden sendiri

Akan sangat ironi, ketika aparat hukum bertindak tegas kepada pelaku pelecehan simbol negara, namun cenderung mencari celah penyelamatan kepada pelaku pelecehan Al Qur’an

Label: ,

KH Hasyim Muzadi: Ada Skenario Besar Ahok akan Dinyatakan tak Menista Agama

pos-metro.com - Saat ini ada upaya untuk menciptakan opini secara terus menerus bahwa calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak menistakan agama.

Demikian dikatakan mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi (09/11). “Kita masih menunggu hasil finalnya. Hasil finalnya tersebut bergantung siapa yang dimintai pendapat dan fatwanya oleh pihak kepolisian. Semoga akan selaras dengan keputusan MUI,” papar Kiai Hasyim.

Kiai Hasyim menegaskan, fenomena demonstrasi 4 Nopember 2016 secara lahiriah dipimpin oleh beberapa tokoh agama yang merasa terpanggil untuk membela kesucian kitabnya. Namun jumlah yang hadir membuktikan adanya kekuatan (energi spriritual) yang dahsyat dari pengaruh Al-Quran tersebut.

“Hal ini dapat dibuktikan para pemimpin yang melakukan demo atau mengumpulkan massa, tanpa dorongan spiritualisme tersebut tidak mungkin dapat menggerakan umat yang berjumlah jutaan. Mereka berjalan dengan damai, tertib dan siap untuk berkorban. Sehingga sesungguhnya tidak perlu dicari dalangnya, provokator atau siapa yang membayar,” kata Kiai Hasyim


Menurut Kiai Hasyim, provokator dan penyandang dana bayaran setingkat apapun tidak akan mampu menggalang kekuatan seperti demonstrasi 4 November. Yang ada, pihak yang ‘menempel’ gelombang besar untuk kepentingannya, bukan kemampuan menciptakan gelombang itu sendiri.

Kata Kiai Hasyim, kedahsyatan energi Al Quran tersebut hanya bisa dimengerti, dirasakan dan diperjuangkan oleh orang yang memang mengimani Al Quran. Tentu sangat sulit untuk diterangkan kepada mereka yang tidak percaya kepada Al Quran, berpikiran atheis, sekuler dan liberal.

“Karena mereka jangan lagi memahami energi Al Quran, menerima Al Quran pun belum tentu bisa. Sehingga perdebatan antara keimanan kepada Al Quran dan ketidak percayaan kepada Al Quran hanya akan melahirkan advokasi bertele-tele dan berbagai macam rekayasa,” papar Kiai Hasyim.

Label: ,

Survei LSI, November 2016

Mayoritas Publik (73,2 persen) Salahkan Ahok Soal Surat Al Maidah

Denny JA

Presiden, Menko Polkam, Kapolri, Pimpinan Partai dengarlah suara rakyat. Sebanyak 73,2 persen populasi Jakarta menyalahkan Ahok soal surat Al Maidah.

Jika rakyat Jakarta yang lebih modern saja seperti itu, besar kemungkinan populasi rakyat Indonesia di wilayah mayoritas Muslim berpendapat sama atau lebih buruk lagi.

Dari data ini, bertindaklah dengan arif dan tetap mengedepankan supremasi hukum. Jangan membuat blunder merespon gelombang keresahan ini secara Too Little and Too Late: Terlalu Lambat dan Terlalu Sedikit. Jangan remehkan kasus ini yang ternyata menyentuh rasa keadilan rakyat yang meluas dan mayoritas, seperti yang terpotret di survei.

Inilah rekomendasi  paling strategis dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) yang baru saja selesai.

Survei dilakukan pada tanggal 31 Oktober- 5 Nopember 2016 di Jakarta. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of Error survei ini plus minus 4.8%. Survei ini dibiayai dengan dana sendiri, dan dilengkapi pula dengan kualitatif riset (FDG/focus group discussion, media analisis, dan depth interview).

-000-


•Elektabilitas Ahok terus merosot. Saat ini, di November 2016, Elektabilitas Ahok sudah dibawah 30 %, yaitu diangka 24.6 %. Elektabilitas Ahok turun 6.8 % dari survei yang sama di bulan Oktober 2016 (31.4 %). Turun 24.50 % jika dibanding survei Juli 2016 (49.1%). Dan elektabilitas Ahok turun 34.70 % jika dibanding survei Maret 2016 (59.3%).

Kasus dugaan penistaan Agama (Kasus Al Maidah)  salah satu faktor utama turunnya suara Ahok di November 2016.

 Jika  Pilkada DKI Jakarta dilaksanakan pada saat survei dilakukan (November 2016), ketiga kandidat bersaing ketat dalam margin of error. Pasangan Basuki Tjahaya Purnama (AHOK)-Djarot  memperoleh dukungan sebesar 24.6 %. Pasangan Agus H.Yudhoyono-Sylviana memperoleh dukungan 20.9 %. Dan pasangan Anies-Sandi memperoleh dukungan sebesar 20.0 %. Mereka  yang menyatakan rahasia, tidak menjawab, dan belum memutuskan sebesar  34.50 %.

Ahok masih di rangking 1. Agus menyodok ke rangking 2. Namun selisih ketiga calon semakin ketat. Selisih ketiganya sudah di bawah margin of error. Siapapun bisa tersingkir di putaran pertama.

-000-

 Mengapa AHOK makin merosot? LSI  menemukan ada 4 (empat) alasan. Keempat alasan tersebut adalah :

1.Pertama, efek surat Al Maidah.

Kasus dugaan penistaan agama ini menjadi perhatian publik Jakarta secara luas. Survei LSI  menunjukan  sebesar 89.30 % responden menyatakan  mereka mengetahui kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Hanya dibawah 10 % saja yang mengatakan tak pernah mendengar.

Dari mereka yang pernah mendengar, sebanyak 73.20 % menyatakan  pernyataan Ahok tersebut  sebuah kesalahan.  Hanya sebesar 10.50 % saja yang menyatakan  pernyataan tersebut bukan sebuah kesalahan.

Mereka yang menyatakan  pernyataan Ahok ini sebuah kesalahan, merata di semua segmen masyarakat. Baik mereka yang laki-laki maupun perempuan, berpendidikan tinggi maupun rendah, ekonomi mapan maupun “wong cilik”, berpandangan sama itu kesalahan Ahok.

Di pemilih Muslim, mereka yang menyatakan  Ahok bersalah sebesar 77.90 %. Sementara di pemilih non muslim yang menyatakan Ahok bersalah sebesar 21.20 %. Ada 33.30 % mereka yang non muslim yang menyatakan Ahok tidak bersalah. Sementara sebesar 45.50 % dari pemilih non Muslim tidak bersikap.

Respon pemilih muslim dan non muslim ternyata sangat berbeda soal Ahok untuk kasus surat Al Maidah.

Khusus di pemilih Islam, jika dijabarkan lagi, maka mereka yang Muslim dan menjadi anggota organisasi Islam, cenderung lebih besar prosentasenya menyalahkan Ahok soal  surat Al maidah 51, dibanding mereka yang tidak berafiliasi sama sekali.

 Baik anggota NU, Muhammadiyah, FPI, rata-rata diatas 80 % menyalahkan Ahok. Sementara yang tidak berafiliasi dengan Ormas Islam manapun sebesar 64.80 % menyatakan Ahok Salah.

Muslim yang taat (salah satu indikator yang digunakan adalah sering sholat lima waktu di masjid), juga lebih besar menyalahkan Ahok dibanding mereka yang kurang taat (80. 50 % vs 72.40 %)

-000-

Selain menilai pernyataan Ahok sebagai sebuah kesalahan, mayoritas publik pun menyatakan  pernyataan Ahok soal Al Maidah Ayat 51  itu bentuk penistaan agama.

Ini  persepsi publik, terlepas dari proses hukum yang berjalan. Sebesar 65.7 % menyatakan  pernyataan Ahok yang menyentil surat Al Maidah ayat 51 adalah bentuk penistaan agama. Dan hanya 13.5 % yang menyatakan pernyataan Ahok bukan penistaan agama.

Mayoritas publik pun mendukung adanya proses hukum terhadap Ahok meskipun Ahok telah meminta maaf. Sebesar 63.7 % menyatakan mendukung proses hukum terhadap Ahok.

Alasan kedua penyebab merosotnya dukungan Ahok di bawah 30 persen, bahkan di bawah 25 persen adalah resistensi atas pemimpin beda agama. Semakin bertambah pemilih muslim yang tidak bersedia mendukung pemimpin karena beda agama.

 Saat ini (November 2016), pemilih muslim yang tidak bersedia dipimpin oleh Gubernur Non Muslim sebesar 63.4 %. Prosentase ini naik dari survei Oktober 2016 lalu  yang sebesar 55.6 %. Dan jauh meningkat dibanding survei Maret 2016 yaitu sebesar 40.0 %.

3.Ketiga,  tingkat kesukaan (favourability) Ahok makin turun.

Di survei Maret 2016, tingkat kesukaan Ahok masih sebesar 71.3 %. Di Juli 2016, tingkat kesukaan Ahok sebesar 68.9 %. Di bulan Oktober 2016, tingkat kesukaan sebesar 58.2 %. Dan saat ini, di survei November 2016, tingkat kesukaan Ahok sudah dibawah 50 % yaitu sebesar 48.30 %.


4.Keempat, personaliti dan kebijakan Ahok. Turunnya suara Ahok juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lama yang sudah muncul sebelumnya. Faktor personaliti adalah terkait persepsi arogan dan pongah yang tercermin dari cara berbicara dan gaya kepemimpinan Ahok.

-000-

Dalam proses hukum nanti Ahok bisa dinyatakan tersangka atauun dibebaskan.  Itu akan mempengaruhi tak hanya elektabilitas Ahok di pilkada. Namun juga menentukan suasana politik nasional. Termasuk mempengaruhi opini publik kepada Presiden Jokowi.

Tak heran mengapa people power 4 November 2016 begitu ramai dan publik banyak yang membiayai sendiri kedatangannya. Itu people power terbesar sejak Reformasi 1998.

 Data survei menunjukkan mayoritas pemilih memang merasa Ahok bersalah soal agama yang sangat sensitif. Mayoritas pemilihnya merasa ada keadilan yang ingin dituntut. Rasa terganggunya keadilan dan girah agama ini ternyata begitu meluas seperti yang terbaca dari hasil survei LSI.

Kita meminta presiden, menko polkam, kapolri, pemimpin partai lebih membuka mata dan hati, namun tetap mengedepankan supremasi hukum.***

Link:

http://go.shr.lc/2eEnp5D

Label: , ,