Jumat, 11 November 2016

GAS AIR MATA

“Gas air mata” sebenarnya bukan gas, melainkan SERBUK HALUS bertekanan tinggi yg dikemas dalam kaleng. Ketika ditembakkan, atau diaktifkan, serbuk ini akan menyebar dan menggantung di udara dengan kepadatan yg tinggi. Farmasi mengenal teknologi ini dalam obat asma inhalasi, namun dosisnya sangat kecil. Serbuk ini akan berikatan dengan KANDUNGAN AIR yg terdapat di mata, kulit dan tenggorokan kita.
Serbuk halus yg mengambang di udara tersebut akan menempel di kulit, terhirup atau mengenai mata, karena berikatan dengan KANDUNGAN AIR yg terdapat di kulit, tenggorokan saluran pernafasan atau mata kita.
Efek yg dirasakan:
- Di kulit: rasa terbakar.
- Di mata: rasa perih, keluar air mata.
- Di saluran pernafasan: hidung berair, batuk, rasa tercekik.
- Di saluran pencernaan: rasa terbakar yg parah di tenggorokan, keluar lendir dari tenggorokan, muntah.
- Jika serbuk tersebut masuk hingga ke paru2: menyebabkan nafas pendek2, sesak nafas, rasa seperti terbakar di paru2.
Respon tersebut merupakan cara sistem pertahanan tubuh kita untuk mengeluarkan serbuk yg berbahaya tersebut dari tubuh kita.

Dua zat yg biasa digunakan sebagai “gas air mata”:

And this is my professional opinion:

- Menggunakan kaca mata jauh lebih baik untuk melindungi mata dari bahaya “gas air mata” ini, dibandingkan dengan mengoleskan odol di bawah kantong mata. Karena serbuk akan TERHALANG oleh lensa kaca mata untuk bisa menyentuh bola mata.
- Mengoleskan hand & body lotion di tangan juga membantu mencegah efek mengiritasi kulit (jika tidak mengenakan lengan panjang), dan mengurangi konsentrasi serbuk di udara
- Para emak: sebenarnya mengoleskan SUNBLOCK (bukan sunscreen) di seluruh wajah dan tangan lebih baik untuk melindungi kulit dan mata. Kandungan titanium dioksidanya akan mencegah “gas
air mata” menembus pori2 kulit. Tentu masalah harga dan ketersediaan produk ini bisa membuat demonstran lebih memilih odol. Tapi bisa dijadikan alternatif untuk pengolesannya di titik2 kumpul, bukan masing2 demonstran membawa sendiri.

- Gel gigi (misal: Cl*s* * p) dengan KANDUNGAN AIR lebih banyak sebenarnya LEBIH BAIK dibandingkan pasta gigi (misal: P*ps*d*nt). Ingat serbuk ini akan “mencari” air untuk berikatan.
- Untuk mencegah serbuk masuk ke dalam paru2, sebaiknya sunblock dioleskan di seluruh wajah, sehingga lebih banyak serbuk yg terikat. Untuk gel gigi atau pasta gigi PERLU JUGA dioleskan di atas bibir, untuk mencegah serbuk masuk ke hidung. Jadi bukan hanya dioleskan di bawah kelopak mata.

- Di mata: bilas dengan air. Guyurkan air dari botol minum langsung ke mata, sampai rasa perih hilang. Jadi posko kesehatan perlu menyediakan banyak air minum dalam kemasan.
- Di tenggorokan: berkumur dengan air beberapa kali hingga rasa serbuk hilang.
- Mual / muntah: minum obat diare dari jenis adsorben, untuk menyerap racun tsb. Misal: Entr*st*p, N*w Di*t*bs
- Di saluran pernafasan: pemberian oksigen dengan oksigen kaleng (Oxycan) akan sangat membantu “membilas” dan “mengencerkan” kadar serbuk di dalam paru2.
Selamat bersiap menyambut Aksi Bela Islam Babak ke-3.

Dra. Karimah Muhammad, Apt.
CPE Alumni ITB

.

Label: ,

Setelah "411" Oleh AA Gim di Indonesia Lawyers Club ILC tvOne





Tidak ada tokoh/partai politik manapun yg akan sanggup menurunkan org sebanyak itu, ini terjadi hanya karena masalah hati yg tidak dapat dijelaskan dan yg menerima penjelasanpun tidak akan mengerti.

(Saat ngomong selalu nyepet dan mandangin tit....o duuuhh tit...o nya bengong kasihan banget)

Umat Islam Indonesia amat sangat santun walau hati terluka.

Hanya meminta keadilan saja bukan minta harta, tahta atau apapun itu.

Hal in jangan sampai terulang kembali

Dan jangan hanya membicarakan masalah ini saja tapi :

-Harus meningkatkan semangat bersaudara kebersamaan

(Kita harus bertanggung jawab memelihara negeri ini).

-Cari solusi penyelesaian terhadap masalah yg terjadi

-Semangat sukses bersama dan ngga usah ada yg merasa lebih superior satu dan yg lainnya.

(Saling memaafkan dan ngga malu mengaku salah, jabatan hanya sementara)

Semua harus dapat intropeksi diri

BAGUS BANGET AA GYM

Terimakasih banget atas petuahnya

Label:

Mengambil Pelajaran Dari Kemenangan DOnald Trump

UNTUK KITA RENUNGKAN

DI AMERIKA UMAT ISLAM SAAT INI LAGI DI INTIMIDASI.
SEJAK 1 HARI KEMAREN , STL KEMENANGAN DONALD TRUMP.
WANITA2 YG BERJILBAB , DI DI TARIK2 JILBABNYA ,,,

KENAPA DONALD TRUMP BISA MENANG ?
KARENA HAMPIR 50 % WARGA AS GOLPUT.
                            http://www.scarymommy.com/almost-half-country-didnt-vote-fyi/

INDONESIA , BaGaiMaNa ?
INI PELAJARAN BERHARGA !!
JOKOWI BISA JADI PRESIDEN
Karena SAUDARA2 MUSLIM KITA BANYAK yang  GOLPUT ,,
HTI MALAH MENGGEMBAR GEMBoRKAN GOLPUT

KARENA SISTeMNYA DEMOKRASI ,,,,,
MARI UMAT ISLAM KOMPAK bersatu MEMILIH CALON ISLAM

JIKA PRESIDEN , DPR, MPR, MENTRI, PANGLIMA , POLRI
DAN SEMUA STRUKTUR PEMERINTAHAN DI KUASAI ISLAM ,

SILAHKAN DI MUSYAWARAHKAN ,
APA MAU KEMBALI KE PIAGAM JAKARTA ATAU BAGAIMANA ...

JANGAN SEPERTI SEKARANG ,
REZIM KAFIR dan PKI dan CINA MENGUASAI INDONESIA
AKIBATNYA UMAT ISLAM DI TINDAS !!

Label: ,

SERUAN JIHAD CYBER

Ada hantu berkeliaran di sosial-media. Jumlahnya puluhan ribu akun bodong. Tugas mereka mencaci-maki, membunuh karakter, nyepin, ngibul dan menyebar hoax. Mereka adalah tentara cyber Ahok.

Semua faksi bergabung menjadi antek-antek Ahok. Komunis, Liberal, Kristen Fundamentalis, Aliran Sesat, Minoritas, Budhist backward, Nasdem, Golkar, Hanura dan PDI-P.
Tidak ada seorang pun yang ngga pernah mereka bully. Ratna Sarumpaet, Haji Lulung, Lieus Sungkharisma, Andi Arif, Habiburokhman, Amien Rais, Yusril Izha Mahendra dan Setnov papa-minta-saham.

Hantu cyber Ahok merusak freedom of speech. Menjungkir-balikan logika. Yang benar jadi salah, yang salah jadi benar.
Mereka menganulir fakta Ahok minim prestasi, tersangkut 6 skandal korupsi, Jakarta jadi lebih macet dan sering banjir, tukang gusur, tukang injak hukum, gini ratio DKI meningkat, mal-praktek administrasi pemda hingga disinyalir berpotensi merugikan 1,91 trilyun, menista ayat Al Maidah 51 dan lain sebagainya.

Tetap saja Haji Lulung yang salah. Ahok beli lahan milik sendiri di Cengkareng Barat. Kasusnya dipeti-es-kan.
Belakangan, hantu-hantu cyber Ahok kepanasan dengan deklarasi Agus-Silvi dan Anies-Sandiaga. Mereka melancarkan serangan brutal. Mereka bikin meme. Sandiaga dituduh sebagai pengemplang pajak karena ikut Tax Amnesty. Padahal Jokowi, James Riyadi, Anthoni Salim, Frangky Wijaya dan sebagainya juga ikut Tax Amnesty.

Hantu cyber Ahok memimpin perang digital modern. Mengacu pada doktrin "Unrestricted Warfare" (Rencana China Menghancurkan USA) karya Col. Xiao Liang, maka ini adalah perang dalam arti sebenarnya. Perang persepsi.
Di antara ketiga paslon, Ahok-Djarot paling berburuk muka. Agus-Silvi dan Anies-Sandi tidak memiliki cyber armies. Paling kere adalah paslon Anies-Sandi. Ada mantan presiden dua periode di belakang Agus-Silvi.

Hantu cyber Ahok sukses menciptakan kesan Ahok kuat. Persepsi ini meningkatkan kepercayaan swing voter apolitis. Kelompok prohok primordial semakin solid. Sebagai hewan oportunis, mereka akan memilih pasangan yang diindikasi bakal menang. Di sini pertarungannya.
Rezim Dajjal Kafir harus ditumbangkan. Perang modern harus direspon dengan Jihad modern. Surga pahalanya.

Seluruh umat, semua ras, segala kubu bersatulah. It's cyber intifada. Kuasai ruang cyber. Sebar informasi fakta dan kebenaran. Perkenalkan Agus dan Anies Baswedan. Lawan hantu-hantu cyber Ahok. Ajak teman dan kolega. Luangkan tiga jam sehari men-share kabar dan berselancar di jagat maya.
JADILAH INTIFADA CYBER ARMIES...
HANCURKAN DAJJAL.
by Zeng Wei Jian

Label:

Para Pendemo adalah Pemecah Belah Bangsa?

Pada awal Januari tahun 1918, surat kabar harian bernama "Djawi Hisworo" pernah muncul suatu artikel yang berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Artikel tersebut ditulis oleh Djojodikoro, berjudul "Pertjakapan Antara Martho dan Djojo". Artikel itu memuat kalimat bertuliskan,

"Gusti Kandjeng Nabi Rasoel minoem AVH, minoem opium, dan kadang soeka mengisep opium."

Kalimat itu secara jelas menuduh Nabi SAW adalah pemabuk dan suka mengonsumsi opium. Sontak, artikel tersebut mendapat reaksi besar dari masyarakat Muslim waktu itu. Salah satu tokoh Islam, yaitu H.O.S Tjokroaminoto bahkan segera membentuk organisasi bernama Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (TKNM). Struktur TKNM ini terdiri dari

Ketua : HOS Cokroaminoto
Bendahara: Syekh Roebaja bin Ambarak bin Thalib
Sekretaris : Sosrokardono

Setelah dibentuk, TKNM menyeru kepada masyarakat Indonesia untuk menghadiri perkumpulan besar yang berlokasi di Kebun Raya Surabaya pada 6 Februari 1918. Perkumpulan ini diadakan sebagai sikap kaum muslim terhadap penghinaan Nabi SAW.

Tahukah berapa kaum muslim yang ikut dalam aksi tersebut? Tidak kurang dari 35.000 orang! Tuntutannya hanya 1, yaitu mendesak pemerintah Hindia Belanda dan Sunan Surakarta untuk segera mengadili Djojodikoro dan Martodarsono (pemilik surat kabar) atas kasus penistaan Nabi SAW.

Di waktu itu, media tidak seperti sekarang. Tidak ada sosial media facebook, twitter, dan tidak ada TV. Radio pun hanya segelintir orang yang punya. TNKM hanya bermodalkan pesan lisan dan media seleberan kertas untuk mengumpulkan massa sebesar itu. Dan tentunya tidak ada bayaran atau nasi bungkus untuk mengumpulkan mereka. Jadi bisa dibayangkan betapa besarnya kemarahan masyrakat Muslim Indonesia mengetahui Nabi mereka dihina.

========================

Belajarlah sejarah lebih banyak lagi jika masih bilang aksi bela Qur'an adalah upaya memecah belah bangsa. H.O.S Cokroaminoto adalah pahlawan nasional yang tidak diragukan lagi jasanya dalam perjuangan pra-kemerdekaan Indonesia.

Jadi beranikah anda bilang H.O.S Cokroaminoto adalah penebar isu sara.? Beranikah anda bilang beliau berusaha memecah belah bangsa.? Beranikah anda bilang 35.000 massa yang berkumpul di tahun 1918 itu adalah orang-orang bodoh yang tidak mengerti  makna toleransi.?

Kalau anda berani, bisa jadi justru anda yang penebar isu sara, andalah yang memecah belah bangsa dan anda mungkin termasuk orang bodoh yang tidak tahu toleransi.

~ Ahmad Ghilman
diambil dari buku "Jang Oetama : Jejak Perjuangan H.O.S Tjokroaminoto" karya A.D Mulawarman

Label: