Minggu, 02 April 2017

DR Zakir Naik menjawab Pertanyaan muslimah Jakarta pendukung Si Nganu

"Ahok Bangun Mesjid Tapi dia tidak Solat"
: http://youtu.be/r7Qa6m-GnmI

Ada kejadian menarik dimana seorang hadirin menanyakan pendapat Zakir Naik perihal "Si Nganu Bangun Mesjid Tapi dia tidak Solat", Dan Jawaban Zakir Naik sangat Cerdas.

Wanita tsb dalam acara sesi Tanya Jawab Dr Zakir Naik di Bandung Minggu 2 April 2017, Menanyakan sebagai berikut.

"Nama Saya ... dari Jakarta, saya hadir di sini Spesial untuk Anda (Dr Zakir Naik). Berdasarkan Pilkada di Indonesia, apa yang terjadi di sini adalah, Apakah dakwah atau pengrusakan saat Anda megumpulkan massa dan mengarahkan mereka untuk TIDAK memilih pemimpin kafir, meskipun orang tersebut sudah terbukti bekerja dengan sangat bagus membangun negara dan kota."

"Apakah dakwah atau pengrusakan, saat Anda meminta masyarakat menutup mata dan telinga atas bukti nyata kinerja pemimpin kafir yang Luar Biasa tersebut? Jadi dimana letak Toleransinya jika seperti itu?"

Tanya saudari tsb sembari menambahkan informasi bahwa dirinya terlahir di keluarga muslim dan ber KTP Islam, namun dia tidak mempercayai agama apapun.

Dan di awal Dr Zakir Naik menjawab "Bahwa seorang muslim dilarang memilih pemimpin kafir, meskipun sudah membangun infrastruktur yang baik"

"Pemimpin kafir ini tidak hanya membangun gedung, tapi juga bersikap baik dengan menghapus kemiskinan dan membangun masjid, lebih banyak masjid dan lebih banyak masjid" ujar saudari sofie menambahkan keterangannya.

Dan seraya langsung dijawab oleh Zakir Naik "Munafik, Dia membangun tempat ibadah untuk muslim tapi dia sendiri tidak sholat, Munafik"

Kemudian Dr Zakir Naik dengan tenang melanjutkan jawabannya:

"Di Al-Quran (Al-Maidah 51) disebutkan kata Aulia, yang pada konteksnya tidak selalu pemimpin namun, Kata Pemimpin termasuk dalam terjemahan kata Aulia dan pada konteks yang dimaksud ayat tersebut Aulia juga bisa diartikan sebagai pemimpin." Ujar Dr Zakir Naik.

Dan janganlah sekali-kali kamu (umat muslim) menjadikan mereka (non-Muslim) sebagai Aulia. Dan jika kamu melakukannya maka kamu termasuk dalam golongan mereka" Ujar Dr Zakir Naik mengutip terjemahan bebas dari Surat Al Maidah 51.

"Dan saat kita menterjemahkan Al-Quran, tafsir terbaik adalah dengan merujuk pada Al-Quran itu sendiri, kemudian baru merujuk pada tafsir dari hadist shahih.

Dalam ayat lain Allah memerintahkan Umat Islam agar selalu berbuat baik pada Non-Muslim (Kafir), Tapi Allah mengecualikan satu hal, Kalian Umat Islam yang beriman Jangan memilih Non-Muslim (Kafir) sebagai Aulia, teman sejati, penolong, pemimpin.

Jika ada dua pilihan pemimpin, yang satu kafir dan yang satu muslim, kemudian kita sebagai muslim memilih pemimpin kafir, maka pertolongan Allah tidak akan datang." Ujar Dr Zakir Naik.

Zakir Naik Menilai Muslim Yang Memilih Pemimpin Kafir Sebagai Muslim Yang Tidak Taat karena Meninggalkan Al-Quran

Zakir Naik melanjutkan bahwa "Itulah Perintah Allah, dan Perintah ini bukan ditujukan untuk Non-Muslim, Jadi Non-Muslim tidak diwajibkan mengikuti perintah ini.

Namun perintah ini ditujukan kepada Muslim yang percaya kepada Al-Quran." Ujar Dr Zakir Naik yang diikuti dengan pertanyaan

"Apakah saudari percaya kepada Al-Quran?"

Nampak saudari ragu untuk menjawab pertanyaan Dr Zakir Naik tersebut.

"Jika saudari tidak percaya dengan kebenaran Al-Quran maka perintah tersebut BUKAN untuk Anda (Larangan memilih pemimpin muslim dalam surat Al-Maidah 51),

Dan Anda sudah menanyakan sesuatu yang kebenaran jawabannya tidak mungkin Anda yakini (karena bersumber dari Al-Quran)" Sanggah Dr Zakir Naik.

"Dan saya tahu di Indonesia banyak orang mempunyai nama Islam di KTP namun berkelakuan tidak islami. Perintah di Surat Al-Maidah 51 ditujukan kepada Umat Muslim yang betul-betul berkelakuan islam (bukan munafik)"

"Jadi sebaik apapun orang tersebut untuk dijadikan pemimpin, Jika tidak sesuai dengan perintah Al-Quran, Maka kita sebagai seorang muslim yang taat, akan meninggalkannya." Sanggah Zakir Naik seraya menyindir orang-orang yang mendukung pemimpin kafir dan meninggalkan perintah Al-Quran.

Label: , ,

istana Merdeka terlibat bahkan membentuk team pemenangan untuk Ahok alias Zhong Wanxue

Info dari KH. Agus Tri Sundani, S.HI hafidzhahulloh
(Ketua majlis Tabligh PP Muhammadiyah, Anggota Majelis Fatwa MUI, Jakarta)

*PERHATIAN*

*_PENTING UNTUK DIKETAHUI DAN DISEBAR KE ULAMA ULAMA,RAKYAT,DAN UMAT ISLAM AGAR MEWASPADAI DAN SEKALIGUS BERSIAP-SIAP KEMUNGKINAN APA YANG TERJADI_*

Istana Merdeka terlibat bahkan membentuk team pemenangan untuk Ahok alias Zhong Wanxue

Team istana untuk pemenangan Ahok dikepalai oleh Diaz Hendropriyono yg juga staf khusus presiden bidang intelejen

Diaz Hendropriyono mendapat arahan langsung dari Luhut Binsar Pandjaitan yang ditunjuk Joko Oei

Ada beberapa nama yang masuk dan terlibat didalam team pemenangan Ahok tersebut

Ada nama Budi Gunawan, Gorries Merre, Ng So Kee, Haidar Nafis Gumay

Team ini mulai bekerja 1 Februari, dan langsung memiliki agenda agenda yang sudah disiapkan termasuk urusan di media, KPU dan intelejen

Dan luarbiasanya ada nama berinisial SS dari KPK serta salah satu hakim MK ikut dalam team sebagai 'bagian yg bisa digunakan'

Team pemenangan Ahok yang dibentuk istana diberikan wewenang dan hak hak luar biasa, bahkan bisa untuk meng-intervensi

LBP mendapatkan dukungan serta sokongan dana luar biasa untuk menginisiasi terbentuknya team pemenangan Ahok oleh Istana

Terbentuknya team pemenangan Ahok oleh Istana Merdeka akibat desakan dan tuntutan para taipan yang 'mengancam' akan melarikan modalnya

Kabinet kerja jongos taipan akhirnya tersandera sendiri untuk memuluskan suksesi Ahok alias Zhong Wanxue 'komunis' titipan indo china

Demi Indo China 2025, Ahok alias Zhong Wanxue harus dimenangkan dengan segala cara walau harus melibatkan tangan kekuasaan

1Team pemenangan Ahok juga sudah 'mengkondisikan' tiga lembaga survey dengan pencairan dana 500 milyar per satu lembaga survey

Pihak istana merdeka sepertinya siap mati matian memperjuangkan kemenangan buat Ahok demi mengikuti pesanan taipan

Kedepannya bersiaplah akan adanya aksi penangkapan menjelang masa pencoblosan 15 Februari, karena kepolisian sudah total tidak netral

Kepada seluruh kawan tuips, kami ingatkan untuk mewaspadai aksi 'yang akan menimbulkan' korban jiwa , satu pekan ke depan...

Sudah ada perintah untuk membuat skenario 'yang menimbulkan' korban jiwa untuk menutupi pemberitaan terkait Ahok

Luar biasa keji, rencana settingan berupa skenario 'yang menimbulkan' korban jiwa, telah disiapkan dan tinggal dijalankan

Diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan, atas rencana aksi 'yang menimbulkan' korban jiwa ini, #settingantingkattinggi

#FokusPenistaanAgama
#PenjarakanAhok
#SaveUlama
#Spitit212

Raih Amal Shalih...
SEBARKAN sebanyak banyaknya informasi bermanfaat ini ke Umat Islam lainnya, Syukron.
Khusus bagi yg muslim

Label: ,