Rabu, 24 Mei 2017

AKSI TARHIB RAMADHAN,

UMAT ISLAM BEKASI TUNTUT KOMITMEN PEMDA UNTUK TEGAKKAN PERDA ANTI MAKSIAT

Rabu, 25 Mei 2017

Bekasi - Ribuan Umat Islam dari berbagai elemen tampak memutihkan halaman kantor Pemkab Bekasi dalam aksi Pawai Ta'aruf menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Rabu (23/5/2017).

Massa yang terdiri dari Forum Ukhuwah Islamiyah (FUKHIS) , DPW FPI dan MAWIL LPI Bekasi Raya, Genrakan Pemuda Islam (GPI), FORMAS, FKDKM, TPA AL-Ihsan, HAMMAS Cibarusah, MTWA Alhusaini, Majelis Ta'lim Darul Futuh, FORSIL LIPPO, Ponpes Daarul Falah, Ponpes Nurul Iman, Majelis WMJ,  serta beberapa Ormas, Pondok Pesantren dan elemen lainnya bergerak dari dua titik yang berbeda.

Massa dari wilayah Selatan seperti Cikarang Selatan, Cibarusah, Serang Baru, dan lain sebagainya berkumpul dan bergerak dari Kawasan Hyundai, Cikarang Selatan. Sementara dari wilayah utara seperti Cikarang Barat, Cikarang Utara, Sukatani, dan wilayah  lainnya dari depan Mapolresta Kabupaten Bekasi di kawasan Jurong, Cikarang Baru, Cikarang Utara. Keduanya  tiba di kantor PEMKAB Bekasi sekitar pukul 11.00.

Kedatangan peserta Pawai Tarhib Ramadhan ke kantor Bupati Bekasi ini guna mendorong Pihak Pemda Kabupaten Bekasi agar segera merealisasikam Perda Pariwisata No. 3 tahun 2016. Dimana dalam perda tersebut terdapat pasal berisi larangan berdirinya jenis-jenis usaha Maksiat di kabupaten Bekasi.

Setibanya di Kantor Pemkab Bekasi , para Peserta aksi Damai ini diterima dengan baik oleh pihak Pemkab Bekasi. Beberapa  perwakilan Ulama dan para tokoh dipersilakan memasuki kantor Pemkab Bekasi untuk melakukan audensi dengan perwakilan  Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Dalam pertemuan tersebut, kepada pihak terkait para ulama yang mewakili peserta aksi menyampaikan aspirasi, dalam hal ini untuk kesekian kalinya terkait penerapan Perda nomor 3 Tahun 2016 tentang kepariwisataan. Dimana Perda tersebut terdapat pasal larangan jenis-jenis usaha seperti Bar, Pub, Karaoke, Spa, panti pijat, Live musik, dan jenis usaha lainnya yang bertentangan dengan norma agama dan adat istiadat 

Pertemuan antara kedua belah pihak menghasilkan pernyataan dan sikap bersama umat Islam.

Adapun isi dari sikap dan pernyataan tersebut adalah sebagai berikut :

"1. Kami Umat Islam Bekasi mendambakan kehidupan yang aman dan nyaman serta terbebas dari kemaksiatan dan kemungkaran di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.

2. Kami Umat Islam Bekasi mendukung segala macam program pemerintah yang bertujuan meminimalisir dan menghilangkan segala macam bentuk kemaksiatan dan kemunkaran di seluruh wilayah kabupaten bekasi.

3. Kami Umat Islam Bekasi mendukung pemerintah Kabupaten Bekasi untuk lebih Maksimal Menegakan Pasal 47 Dari Perda No. 3 Tahun 2016 & Pasal 18 dari PerBup Bekasi No. 129 Tahun 2016.

4. Kami Umat Islam Bekasi menolak Keras upaya upaya Pencabutan Pasal 47 dari Perda No. 3 tahun No. 3 Tahun 2016.

5. Kami Umat Islam Bekasi siap ikut menjaga keamanan & Ketertiban dan siap ikut mencegah Kemaksiatan dan kemunkaran di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.

Demikian Pernyataan Sikap bersama dari Umat Islam bekasi ini kami sampaikan.

Bekasi, 24 Mei 2017

Umat Islam Bekasi."

Pawai Tarhib Ramadhan kali ini  diakhiri dengan sholat zuhur berjamaah sekaligus doa penutup. Aksi inipun berlangsung aman, tertib dan kondusif baik sebelum selama berjalan hingga akhir.

Label: ,

Bom Terminal Kampung Melayu

Tidak Perlu Kaget, Bukankah Kita Sudah Terbiasa dengan Pola-Pola Pengalihan Isu Seperti Ini ???*

Kenapa tiba-tiba ada ledakan bom ?, mari kita cek peristiwa apa saja belakangan ini yang mewarnai pemberitaan nasional :

1. POLRI sedang tersudut, satu hari lalu Kapolri habis dicecar dalam raker bersama Komisi III DPR RI terkait sepak terjang POLRI yang diduga tebang pilih, yaitu kriminalisasi Umat Islam baik Ulamanya maupun aktivisnya.

2. Beberapa isu yang coba dikembangkan oleh pemerintah untuk memperburuk citra Umat Islam gagal total, dari pembubaran HTI (banyak protes dan serangan balik dari Umat), kriminalisasi Ulama (juga mengalami protes keras dari Umat bahkan DPR RI).

3. Upaya membela Ahok jelas sudah gagal total, dan ada pihak-pihak yang tidak terlihat bernafsu mengkriminalisasi Umat Islam. Sebagai upaya politik balas dendam.

4. Kali ini bom terjadi di terminal, jelas sangat aneh dan absurd, kemaren-kemaren (yang tentu juga janggal-janggal) bom biasanya meledak di kawasan elit, markas kepolisian, atau kawasan yang lekat dengan simbol asing khususnya amerika dan rumah ibadah. Anehkan kalau sekarang terjadi di terminal tempat rakyat jelata berkumpul, boleh jadi para perancang bom ini berhitung untuk mengurangi dampak yang tidak diinginkan baik secara ekonomi dll, jadi terminal yang dihantam.

5. Perlu diingat malam ini 24/5/2017 umat kristiani sedang bersiap merayakan hari besar mereka, tapi ternyata bukan gereja yang dihantam bom. Jika nanti POLRI (seperti biasa) mengaitkan dengan motif agama (baca : Islam), ya gak nyambung lah.

6. Nampaknya, patut diduga perancang aksi bom ini memang ingin mengaitkan dengan isu agama dengan memanfaatkan momentum jelang hari besar kaum kritiani, tapi lagi-lagi mereka coba main aman supaya tidak ada dampak yang terlalu merugikan, akhirnya terminal lah yang dijadikan lokasi aksi tersebut.

7. Kapolri dan Kapolda cepat sekali tiba di lokasi, apa jangan-jangan memang sudah...hmmm...you know what i mean lah. (Oya, Kapolri padahal kabarnya akan bertolak ke Mekkah malam ini)

8. Bisa juga kita cermati, kemarin bersamaan dengan dipermalukannya Kapolri di DPR RI, GNPF-MUI baru saja mengadakan konpers yang isinya akan terus 'melawan' kriminalisasi terhadap Ulama dan ketidakadilan terhadap Umat Islam. Maka diadakan lah aksi bom hari ini, dan pas juga dengan momen hari besar umat kristiani.

9. Tiga hari lagi ramadhan, Umat Islam sedang bersiap untuk mengisi ramadhan setelah mendapat 'kemenangan' dalam aksi-aksi kemarin melawan ketidakadilan, jika nanti POLRI mengaitkan ini dengan isu agama (baca : jihad dan Islam) maka terlihat sekali ada yang ingin merusak citra Umat Islam.

10. Belakangan mahasiswa juga demo di depan istana dari kawan-kawan KAMMI yang notabene organisasi kemahasiswaan Islam. Ada kaitannya gak ya ? Bisa aja kalau mau dikaitkan.

11. Penguasa negri ini baru saja menebar ancaman dan menakut-nakuti (baca : teror) pihak-pihak yang konon menentang pancasila dengan kalimat "gebuk". Nah, dengan adanya aksi ini dan biasanya akan dikaitkan dengan isu agama (baca : Islam) sudah keliatan kan pihak yang akan "digebuk" setelah ini siapa ???.

12. Apa lagi ya ??? Tambahin sendiri deh...intinya kita sih udah biasa lah dan paham pola-pola pihak penguasa yang macam begini.

*Sampai kapan permainan kotor seperti ini dilanjutkan oleh pihak yang berkuasa ???*

Label: ,