Senin, 18 September 2017

JANGAN BUAT LELAH DIRIMU BERCERAI BERAI DENGAN SAUDARAMU

*"PESAN TELAK DARI KOPASUS"*

*APAKAH ENGKAU LENGAH KALAU MEREKA TELAH TERLAHIR KEMBALI DENGAN BENTUK YANG BARU*

*BACA PELAN-PELAN LEHER KITA PASTI PUTUS CUMA-CUMA KALAU KITA LALAI*
*(PKI Thn. 1960 s/d Sekarang).*

*Untuk kewaspadaan nasional jangan lupa dengan sejarah agar dijadikan pelajaran jangan melakukan kesalahan yang sama.*

*1. Tahun 1960 : Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yang didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.*

*2. Tanggal 17 Agustus 1960 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustuts 1960 tentang PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.*

*3. Pertengahan Tahun 1960 : Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 (dua) juta orang.*

*4. Bulan Maret 1962 : PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.*

*5. Bulan April 1962 : Kongres PKI.*

*6. Tahun 1963 : PKI memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yang terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara” melawan Malaysia.*

*7. Tanggal 10 Juli 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.*

*8. Tahun 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH. Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar.*

*9. Bulan Desember 1964 : Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yang didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.*

*10. Tanggal 6 Januari 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah memfitnah PKI*

*11. Tanggal 13 Januari 1965 : Dua sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mush-haf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.*

*12. Awal Tahun 1965 : PKI dengan 3 juta anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).*

*13. Tanggal 14 Mei 1965 : Tiga sayap organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan menangkap dan menyiksa serta membunuh Pelda Sodjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.*

*14. Bulan Juli 1965 : PKI menggelar pelatihan militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara”, dan dibantu oleh unsur TNI Angkatan Udara.*

*15. Tanggal 21 September 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.*

*16. Tanggal 30 September 1965 Pagi : Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.*

*17. Tanggal 30 September 1965 Malam : Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) :*

*a. PKI menculik dan membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA – Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo.*

*b. PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution.*

*c. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga rumah kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan rumah Jenderal AH Nasution.*

*d. PKI juga menembak putri bungsu Jenderal AH Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yang berusaha menjadi perisai ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada tanggal 6 Oktober 1965.*

*e. G30S / PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu : Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi.*

*f. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah perwira ABRI / TNI dari berbagai angkatan, antara lain :*

*- Angkatan Darat : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief*

*- Angkatan Laut : Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi*

*- Angakatan Udara : Men / Pangau Laksyda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono*

*- Kepolisian : Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.*

*18. Tanggal 1 Oktober 1965 : PKI di Yogyakarta juga membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yang telah mengambil alih kekuasaan.*

*19. Tanggal 2 Oktober 1965 : Soeharto mnegambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut pangkalan udara Halim dari PKI.*

*20. Tanggal 6 Oktober 1965 : Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.*

*21. Tanggal 13 Oktober 1965 : Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di seluruh Jawa.*

*22. Tanggal 18 Oktober 1965 : PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan* *Muncar untuk pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yang menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni,* *setelah keracunan mereka dibantai oleh PKI dan jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring Kabupaten* *Banyuwangi.Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yang dibantai, dan ada beberapa pemuda yang selamat dan* *melarikan diri, sehingga menjadi saksi mata peristiwa. Persitiwa tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.*

*23. Tanggal 19 Oktober 1965 : Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.*

*24. Tanggal 11 November 1965 : PNI dan PKI bentrok di Bali.*

*25. Tanggal 22 November 1965 : DN Aidit ditangkap dan diadili serta dihukum mati.*

*26. Bulan Desember 1965 : Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.*

*27. Tanggal 11 Maret 1966 : Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberi wewenang penuh kepada Soeharto untuk mengambil langkah pengamanan Negara RI.*

*28. Tanggal 12 Maret 1966 : Soeharto melarang secara resmi PKI.*

*29. Bulan April 1966 : Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.*

*30. Tanggal 13 Februari 1966 : Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : ”Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”*

*31. Tanggal 5 Juli 1966 : Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS – RI Jenderal TNI AH Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.*

*32. Bulan Desember 1966 : Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1967.*

*33. Tahun 1967 : Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di di wilayah terpencil di Selatan Blitar bersama kaum Tani PKI.*

*34. Bulan Maret 1968 : Kaum Tani PKI di Selatan Blitar menyerang para pemimpin dan kader NU, sehingga 60 (enam puluh) orang NU tewas dibunuh.*

*35. Pertengahan 1968 : TNI menyerang Blitar dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.*

*36. Dari tahun 1968 s/d 1998 : Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966.*

*37. Dari tahun 1998 s/d 2015 : Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yang dibebaskan dari penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yang masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan fakta sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN pejuang kemerdekaan RI. Dan Ideologi Komunis tidak akan pernah mati, selama Syetan masih ada di dunia ini.*

*38. Di Jogokaryan Kotagede Yogyakarta, PKI bikin ludruk/kesenian rakyat lakonya ; MATINE GUSTI ALLAH = MATINYA TUHAN ALLAH.*

SUMPAH PRAJURIT NKRI :
"CAMKAN OLEH KALIAN PARA KOMUNIS YANG TELAH LAHIR DI NEGERI KU INI, BERGERAK KALIAN MENGHABISI PARA ULAMA, PARA JENDRAL, PARA TOKOH DAN RAKYAT BANGSA INI. DETIK ITU JUGA KALIAN AKAN MATI"

Catatan :
A. Nama kalian sudah ada dalam daftar target kami walaupun kalian bersembunyi di balik Partai politik

B. Kekuasaan yang akan kalian bangun sudah kami ikuti kemana arah kalian

C. Sumpah kami demi NKRI tidak peduli walau kami harus menghabisi Pemimpin tinggi yang akan merusak Bangsa ini

"SAATNYA KAMI LAHIR, DATANG, BERGERAK, DAN MENUMPAS"

Ttd.
KOPASUSPEMKOM
(Komando Pasukan Khusus Pembasmi Komunis)

Label:

Mau Tahu siapa Si Rieke Oneng Pitak loka ??

Biodata
Nama           : Rieke Diah Pitaloka Intan Permatasari alias Oneng
TTL                : Garut, 8 Januari 1974

Agama          : Islam

Pendidikan  : S2 Jurusan Filsafat Fakultas Ilmu Budaya UI

Pendidikan  : Anggota DPR RI F-PDI periode 2009-2014

Alamat         : Jl. KH. Ahmad Dahlan V No. 11-A Kukusan Depok- Jabar Telp. 021-78893410

Orang Tua
Ayah             : Edy Prayitno, SH

Umur            : ±69 tahun (lahir di Yogyakarta)

Agama          : Islam

Alamat         : Komplek Nusa Indah I RT 03/13 Ds. Jayarasa Kec. Tarogong Kidul Kab. Garut

Nama Ibu     : Tati Djulianti (alm)

Ibu Tiri          : Neneng Setia Asih (Garut, 1 Juli 1974)

Nama Suami: Donny Gahral Adian
Nama Anak  :
1)     Sagara Kawani (3 tahun/lahir tahun 2009)

2)     Jalu Manon Wisesa Adiansyah (lahir tahun 2012)

3)     Jalu Manon Badrika Adiansyah (lahir tahun 2012)

Nama Saudara:
1)     Netral Setiawan (Jakarta, 49 tahun), pekerjaan Dosen UI

2)     Abdul Gamad ( Garut, 48 tahun), pekerjaan Dosen di Belanda

3)     Buyung (Garut, 43 tahun), pekerjaan wiraswasta di Batam

Pengalaman Organisasi:
1)     Tahun 1998 Gerakan Mahasiswa UI Aliansi Pro Demokrasi Anti Militerisasi

2)     Tahun 2004-2007 Wakil Sekjen PKB pimpinan Muhaimin Iskandar

3)     Tahun 2006 s.d sekarang Ketua Yayasan Pitaloka yang bergerak di bidang sastra dan sosial kemasyarakatan

4)     Tahun 2008 s.d sekarang Ketua Bidang Pemberdayaan Permpuan DPP PDI-Perjuangan pimpinan Megawati Soekarnoputri

5)     Tahun 2011menghidupkan kembali yayasan UNSERA (Universitas Seni Rakyat) dan menjadi pengurus sampai sekarang. UNSERA adalah lembaga pendidikannya PKI

Pengalaman Pekerjaan
1)     Bintang sinetron, teater, iklan, dan pembawa acara program televisi, serta popularitasnya semakin melejit setelah main dalam sinetron Bajaj Bajuri sebagai Oneng

2)     Anggota DPR-RI periode 2009-2014 Fraksi PDI-Perjuangan Dapil-II Jabar (Kab. Bandung dan Kab. Bandung Barat)

2.     Antecendent
Orang tua (ayahnya) An. Edy Prayitno, SH adalah eks CGMI (Corp Gerakan Mahasiswa Indonesia) tahun 1965 yang merupakan organisasi mahasiswa underbow PKI
Edy Prayitno, SH selain sebagai Eks Barisan Soekarno Angkatan 1965, juga sebagai tokoh dan kader PNI ASU (PNI Ali Surachman) yang merupakan organisasi underbow/pendukung PKI dari  jalur intelektual
Beberapa kesaksian tentang Edy Prayitno, SH terkait keterlibatannya dalam PKI, yaitu:
1)     Bpk. Gorma Hutajalu (Eks tahanan Pulau Buru), menyampaikan bahwa dirinya adalah teman dekat Edy Prayitno, SH yang sama –saman aktif di CGMI tahun 1965

2)     Bpk. Enog (80 tahun, eks tahanan Pulau Buru dan mantan Ketua Fraksi PKI tahun 1965 Kab. Garut), alamat Leuwigoong Kab. Garut menyampaikan bahwa pasca kejadian PKI, dirinya yang mengamankan dan menyelamatkan Edy Prayitno, sehingga terselamatkan dan tidak ikut ditahan di Pulau Buru. Menjelang Pemilukada Gubernur/wagub Jabar, Ybs pernah diundang oleh Rieke Diah Pitaloka (Oneng) ke Jakarta untuk silaturahmi dan diduga kuat untuk suksesi Pemilukada Jabar dan mengamankan ayahnya (Edy Prayitno,SH) dari keterkaitan PKI

3)     Bpk. Edi Sugiyanto (saat ini menjabat Sekretaris DPP YPKP’65), menyampaikan bahwa dirinya dengan Edy Prayitno adalah sama-sama aktif di CGMI 1965 dan ketika masa Orde Baru Edy Prayitno masuk ke Partai Golkar serta merangkap sebagai pengacara

Rieke Diah Pitaloka yang berbintang Capricorn, memiliki hobi diskusi, olah raga dan membaca buku/puisi. Adapun buku/puisi yang pernah ditulis oleh Rieke Diah Pitaloka, diantaranya:
1)     Kumpulan puisi renungan kloset

2)     Dari cengkeh sampai Utrecht

3)     Kekerasan negara menular ke masyarakat

4)     Ups!!

Rieke Diah Pitaloka sejak tahun 2002, beraliansi dengan kelompok buruh FNPBI (Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia), dimana dalam aliansi tersebut Ybs cukup vokal dalam setiap melakukan aksi-aksinya bersama kaum buruh dan sering membacakan puisi-puisi perjuangan buruh
Saat aktif sebagai Wakil Sekjen PKB (tahun 2004-2007) pernah konflik internal dengan Ketua Umum PKB (Muhaimin Iskandar), sehingga Ybs keluar dari kepengurusan PKB dan masuk menjadi anggota/pengurus DPP PDI Perjuangan pimpinan Megawati Soekarnoputri
Ybs selain seorang artis juga politikus yang peduli masalah kesehatan, kependudukan dan KB dari BKKBN dan pada bulan Desember 2008 Ybs sebagai Duta Buruh Migran dari ILO (organisasi buruh internasional)
Sejak tahun 2008 Ybs dikenal sebagai politikus yang gencar dan peduli terhadap permasalahan Hukum dan HAM, serta gencar memperjuangkan hak-hak kaum perempuan
Rieke Diah Pitaloka adalah anggota Komisi IX DPR-RI yang peduli dan aktif di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, serta dirinya juga merupakan anggota Pansus RUU BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)
Rieke Diah Pitaloka juga aktif di LSM PPI (Pergerakan Perempuan Indonesia) dan PERPENI (Persatuan Perempuan Indonesia)
Rieke Diah Pitaloka saat ini (pada Pemilukada Gubernur/Wagub Jabar) telah mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jabar periode 2013-2018 didampingi oleh Teten Masduki yang didukung penuh oleh PDI-Perjuangan Jabar

Label:

SEMINAR BELA PKI 16-17 September 2017 Di Gedung Kantor LBH Jakarta

Tokoh Peserta :

1. Bejo Untung (YPKP 65)
2. Eyang Sri (Korban 65)
3. Boni Setiawan (Forum 1965 / 66)
4. Nining Elitos (KASBI)
5. Surya Anta (FRI-WEST PAPUA)
6. Dolorosa Sinaga (IPT 65)
7. Reza Muharam (IPT 65)

Organisai & LSM Pendukung :

1. LBH Jakarta
2. Kontras
3. ICW
4. AMNESTY
5. ESLAM
6. WALHI
7. KASBI
8. ARUS PELANGI
9. YPKP 65
10. IPT 65
11. PSHK
12. Solidaritas Perempuan
13. JPPK
14. INGAT 65
15. SANGGAR SUARA
16. FRI-WEST PAPUA
17. FORUM 65
18. FBLP
19. PEREMPUAN MAHARDIKA
20. TUTUR PEREMPUAN
21. AJAR
22. TWRS
23. PEMBEBASAN
24. GKA (Gereja Komunitas Anugerah)
25. SERIKAT PEKERJA MEDIA UNTUK DEMOKRASI
26. KOMNAS HAM

Penjaga dan Pelindung Seminar : POLRI

Isi Seminar Bela PKI :

1. Sejarah ttg Pengkhianatan PKI adalah Kebohongan.

2. PKI adalah korban Tentara dan Orde Baru.

3. PKI tidak membantai Umat Islam mau pun para Jenderal.

4. Forum.akan berjuang terus untuk memulihkan nama baik PKI.

5. PKI harus bangkit kembali.

Syarat Rekonsiliasi menurut Seminar Bela PKI :
1. Pemerintah harus mengakui bahwa benar ada pembantaian terhadap PKI.

2. Pemerintah harus minta maaf kepada PKI dan meluruskan sejarah PKI.

3. Pemerintah harus menegakkan hukum thd semua pihak yg terlibat dlm Pembantaian PKI.

4. Pemerintah harus mencabut semua larangan thd PKI dan membantu sosialisasi PKI di semua daerah.

5. Pemerintah harus memberikan kompensasi dan rehabikitasu serta repaprasi kepada Keluarga PKI.

Di hari pertama Seminar Polisi pura-pura membubarkan seminar agar warga Anti PKI membubarkan diri.

Setelah warga bubar ternyata acara seminar tetap jalan bahkan dijaga dan dilindungi Polisi.

Label:

Waspada!! KGB Akan seminar di Malang

*Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri yang terdiri dari Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri), Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD), Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Laut (PPAL), Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri), Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Udara (PPAU), Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) meminta Kapolri menggagalkan penyelenggaran seminar “Mengungkap Kebenaran Sejarah 1965/1966” oleh kelompok Komunis Gaya Baru (KGB), yang rencananya digelar besok di Jakarta, selama dua hari (16-17, September 2017).*

*Hal itu dikemukakan Kepala Biro Pembinaan Generasi Muda Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Brigjen (Purn) Badjoeri Widagdo, kepada SenayanPost.com, Jumat sore (15/9/2017).*

*“Pada rapat tanggal 14 September 2017 dipimpin oleh Ketua Forum Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, pengurus dan anggota Forum, serta tokoh agama yang hadir menegaskan bahwa purnawirawan TNI/Polri dan tokoh agama tidak akan membiarkan rencana tokoh-tokoh KGB menyelenggarakan seminar sejarah 1965/1966. Purnawirawan TNI/Polri meminta Kapolri menggagalkan penyelenggaraan seminar tersebut, karena dari pengalaman sebelumnya mereka jelas-jelas telah memutarbalikkan sejarah PKI,” tegas mantan Wakil Rektor Institut Intelijen Negara itu.*

*Menurut Badjoeri Widagdo, sikap purnawirawan TNI/Polri jelas dan tegas, menolak kegiatan ini karena bertentangan dengan moral dan nilai-nilai agama berdasarkan Pancasila, serta keamanan dan ketertiban umum. Apalagi, Presiden Joko Widodo telah memastikan pemerintah akan bertindak tegas terhadap organisasi mana pun yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Presiden tidak akan pandang bulu, baik terhadap kelompok kanan maupun kelompok kiri. Lebih-lebih terhadap PKI.*

“Kendati *PKI nyata-nyata dilarang berdasarkan TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966*, namun mereka berubah wujud sebagai Komunis Gaya Baru. Mereka kita yakini ingin kembali eksis di dunia politik dan ikut Pemilu. Berbagai strategi dan taktik dilakukan, antara lain menggelar kegiatan Internasional People Tribunal (IPT) di Den Haag tahun 2016. Lalu menggelar simposium Aryaduta. Beberapa bulan lalu, mereka mau mengadakan Pra Konggres di Jakarta Timur, tetapi syukur alhamdulillah dapat dibubarkan oleh Polri. Kini berita terakhir, mereka akan menggelar seminar sejarah 1965/1966 pada tanggal 16-17 September 2017. Karena itu, purnawirawan TNI/Polri mengingatkan agar hal ini dicegah jangan sampai terealisasi,” ujar Badjoeri Widagdo.

https://www.senayanpost.com/putarbalikkan-sejarah-pki-purnawirawan-tnipolri-minta-kapolri-gagalkan-seminar-kgb-besok/

Yg saya heran kemarin JOKOWI bilang gebuk PKI, sekarang udah bener2 nyata MUNCUL malah ada pembelahnya lagi dlm seminar kok nga di Gebuk sesuai Intruksi Jokowi? para APARAT hanya menolak acaranya bukan menangkap/ditangkap utk proses sesuai Hukum,, ini REZIM parah shg PKI tumbuh subur dan bermunculan.
SEMINAR PKI Kmrn - Informasinya Akan Dipindahkan Ke MALANG.  Semoga Masyarakat Malang Bisa Bersatu U/ Membatalkan‼

Label: