Senin, 14 November 2016

Dalam SEJARAH DUNIA Banyak Manusia yang Tidak Berdosa

Dalam SEJARAH DUNIA
Banyak Manusia yang Tidak Berdosa telah menjadi Korban Pembunuhan secara BRUTAL, Diantaranya Oleh :

1) "Hitler"
Apakah Anda tahu siapa dia ?!!
Dia adalah seorang Kristen, namun media tidak akan pernah memanggil dia dengan nama TERORIS Kristen
2) "Joseph Stalin disebut sebagai Paman Joe".
Dia telah membunuh 20 juta manusia termasuk 14,5 juta yang mati kelaparan.
Apakah dia seorang Muslim ??!! BUKAN !!!
3) "Mao Tse Tsung (Cina)"
Dia telah membunuh 14-20 juta manusia.
Apakah dia seorang Muslim ??!! BUKAN !!!
4) "Benito Mussolini (Italia)"
Dia telah membunuh 400 ribu manusia.
Apakah dia seorang Muslim ??!! BUKAN !!!
5) "Ashoka" Dalam Kalinga Pertempuran
Dia telah membunuh 100 ribu manusia.
Apakah dia seorang Muslim ??!! BUKAN !!!
6) Embargo yang dimasukkan oleh George Bush di Irak,
1/2 juta anak telah tewas di Irak saja !!!

Bayangkan !!!
Mereka diatas TIDAK PERNAH disebut TERORIS oleh media.
Mengapa Hari ini sebagian besar non-muslim takut dengan mendengar kata-kata "JIHAD".
Jihad adalah kata Arab yang berasal dari akar kata bahasa Arab "jahada" yang berarti "BERJUANG" atau "BERSUNGGUH-SUNGGUH" melawan kejahatan dan ketidak adilan.
Itu tidak berarti membunuh orang tidak berdosa.

Perbedaannya adalah kita berdiri MELAWAN KEJAHATAN, bukan dengan kejahatan ".
Anda masih berpikir bahwa Islam adalah masalah ???

Coba Renungkan dan Fikir baik baik ....
1. Pertama Perang Dunia, 17 juta orang mati
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM)
2. Kedua Perang Dunia, 50-55 Juta orang mati
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM )
3. Nagasaki bom atom 200.000 mati
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM )
4. Perang di Vietnam, lebih dari 5 juta orang mati
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM)
5. Perang di Bosnia / Kosovo, lebih 5,00,000 mati
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM)
6. Perang di Irak (sejauh ini) 12.000.000 kematian
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM)
7. Afghanistan, Irak, Palestina, Burma dll
(Disebabkan oleh NON-MUSLIM)
8. Di Kamboja 1975-1979, hampir 3 juta kematian
(disebabkan oleh NON-MUSLIM).

"ORANG MUSLIM BUKANLAH TERORIS DAN TERORIS BUKANLAH ORANG MUSLIM. "
TERORIS SESUNGGUHNYA ADALAH APA YANG TELAH DISEBUTKAN DIATAS
Hapus standar ganda Legalitas Pembunuhan atas nama TERORIS
Ttd
"Drs.ALI ALHABSYI.S.H.,M.H"
Silakan berbagi sebanyak yang Anda bisa

Label:

Syaikh Amr Mendadak Pulang Ke Mesir, Rekayasa Dan Adu Domba Ulama Gagal Total

 NUSANEWS - Ulama Mesir Syeikh Amru Wardani sedianya menjadi saksi ahli dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa (15/11/2016). Namun, dia mendadak meninggalkan Indonesia hari ini, Senin (14/11).

Petinggi Lembaga Fatwa Darul Ifta Mesir itu diduga pulang lantaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) melayangkan protes kepada Dubes Mesir untuk Indonesia dan Syeikh Al Azhar terkait rencana Syeikh Mushthofa menjadi saksi meringankan Ahok.

“Dubes Mesir untuk Indonesia Ahmad Amr Muawab, menelpon saya pukul 19.06 WIB. Beliau menyampaikan berita penting. Sehubungan dengan hiruk-pikuknya di memia online dan medsos tentang Syeikh Mustofa, Beliau mengatakan bahwa yang bersangkutan telah meninggalkan Indonesia dan pulang ke negaranya tadi sore,” ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, KH Muhyiddin Juanidi, Senin (14/11/2016).


Menurut Muhyiddin, Syeikh Mushthofa pulang ke Mesir dengan alasan keluarganya sedang sakit. Padahal, agenda Syeikh Mushthofa di Indonesia tidak hanya menjadi saksi meringankan kasus Ahok, tapi juga menjadi pembicara di beberapa tempat.

“Kepulangan Syeikh Mushthofa secara mendadak itu menjadi sebuah pertanyaan besar. Tapi kami memahami ini sebagai bukti bahwa surat MUI ke Grand Syeikh Al Azhar telah membuahkan hasil postif,” imbuh Muhyiddin.

Mantan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor ini berharap, ke depan tidak ada lagi kelompok-kelompok tertentu yang mencoba mendatangkan ulama dari manapun yang mencoba mendelegitimasi fatwa-fatwa MUI.

“Syeikh Mushthofa didatangkan oleh kelompok yang dekat dengan partai penguasa untuk menjadi saksi meringankan Ahok. Dia tidak tahu menahu soal kasus penistaan agama di Indonesia maupun aksi damai 4 November lalu. Mudah-mudahan tidak ada lagi kelompok tertentu yang mencoba mendatangkan ulama dari negara asing yang berusaha mendelegitimasi otoritas MUI,” tandas Muhyiddin. (ps)***(NUSANEWS)***

Label: , ,

TERUNGKAP ! Ternyata Syeikh Amr Wardani Awalnya Diundang ke Indonesia untuk Ceramah, Bukan Saksi Ahli Ahok.

Syaikh Mushthofa Amr Wardani ternyata tidak tahu jika dirinya akan dijadikan saksi ahli untuk meringankan Ahok dalam gelar perkara dugaan penistaan agama, Selasa (15/11/2016) besok. Ulama Mesir itu diundang ke Indonesia tidak dijelaskan terkait kasus penistaan agama. Demikian informasi yang dihimpun oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari Kedubes Mesir.

Setelah mendengar Syaikh Amr didatangkan ke Indonesia untuk menjadi saksi ahli, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, KH Muhyiddin Junaidi mendatangi Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Ahmad Amr Muawab, Senin (14/11/2016).

Dalam pertemuan itu, MUI menyakan apakah benar Syeikh Amr akan menjadi saksi meringankan kasus Ahok

“Berdasarkan keterangan Dubes Mesir untuk Indonesia, dia (Syaikh Amr, red) diundang oleh salah satu kelompok yang dekat dengan partai penguasa,” kata KH Muhyiddin Junaidi.

Namun, Syeikh Amr sama sekali tidak mengetahui jika dia diundang untuk menjadi saksi meringankan kasus Ahok. Bahkan, ia juga tak tahu soal aksi damai 4 November yang diikuti ratusan ribu umat Islam di Indonesia.

Dari keterangan itu, KH Muhyiddin Junaidi menyimpulkan bahwa ini adalah rekayasa.

“Dia tidak tahu menahu sama sekali soal kasus penistaan agama di Indonesia. Ini semua hasil rekayasa, ada kelompok tertentu yang coba terus-menerus melakukan adu-domba untuk menciptakan ketidaknyamanan, mempekeruh suasana politik dalam negeri,” tegas KH Muhyiddin seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group).

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian membenarkan bahwa besok penyidik Bareskrim akan menghadirkan Syaikh Amr dalam gelar perkara kasus Ahok. Ia juga mengatakan bahwa saksi ahli itu didatangkan atas permintaan Ahok. Sehingga pihaknya juga mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Itu (permintaan) dari pihak terlapor ya, pihak terlapor kan boleh, seperti Jessica mau ngambil dari Australia, kan silakan, jadi yang dari terlapor ngambil dari Mesir ya silakan, enggak ada masalah," kata Tito di Mako Brimob Mangga Dua, Depok, Senin (14/11/2016), seperti dikutip Republika.

Label: ,

Aksi Pendukung Ahok Hanya Dihadiri Ratusan Orang dan Diguyur Hujan

Islamedia - Massa Pro Joko Widodo (Projo) yang sekaligus pendukung Basuku Tjahaja Purnama (Ahok) menggelar aksi dengan tema "SAVE NKRI" di arena Car Free Day Jakarta, ahad (13/11/2016).


Titik start aksi dimulai dari depan Towe BCA Jakarta, peserta aksi mengenakan kaos serba putih dengan gambar foto Presiden Jokowi dan tulisan PROJO dan membawa bendera merah.

Berbeda dengan "Aksi 411" pada 4 November 2016 yang melibatkan jutaan massa Umat Islam, aksi kali ini hanya dihadiri oleh ratusan orang dan suasana aksi sempat terganggung karena diguyur oleh hujan.

Sementara panitia penyelenggara mengklaim bahwa aksi ini dilakukukan menyikapi situasi politik akhir-akhir ini, yang berpotensi mengancam ke-Indonesia-an.

Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi, menghimbau agar jangan pernah berhenti dan lelah untuk selalu menyuarakan tentang nilai-nilai Kebhinekaan Indonesia yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa sebagai sumber kekuatan NKRI.

"Jangan sampai pengorbanan darah dan nyawa para pahlawan kita dalam mempersatukan bangsa negara kita menjadi hancur dan sia-sia karena nafsu politik sesaat," ujar Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo saat orasi.[islamedia.id]
http://berita.islamedia.id/2016/11/aksi-pendukung-ahok-hanya-dihadiri-ratusan-orang-dan-diguyur-hujan.html

Label: ,