Minggu, 13 November 2016

POLRI AKAN PAKAI SYIAH DARI MESIR SEBAGAI SAKSI AHLI ATAS KASUS PENISTA ISLAM.

REZIM BANGSAT.

Breaking News
Oleh Ustad Nandang Burhanudin
****

Kaget. Aksi intel di bom Samarinda kita kutuk sama-sama. Kalau cuman pakai kaos Jihad, tukang Sablon juga bisa.

Bukan itu beritanya pemirsah.

Jokowi via POLRI akan mendatangkan Syaikh AlAzhar dan perwakilan lembaga Fatwa Darul Ifta Mesir ke Indonesia.

Targetnya apa? Tiada lain AlAzhar digiring memberi stempel soal keabsahan pemimpin kafir alias Ahox di Indonesia.

Kabarnya. Dar Ifta sudah mengeluarkan jawaban. Tapi tentu yang memberi masukan kalangan liberal pro Ahox yang berlindung di balik NU.

Saya sebagai alumni AlAzhar. Tidak akan tertipu dengan fatwa Darul Ifta yang saat ini dikangkangi AsSisi, sahabat Jokowi.

Dar Ifta yang membolehkan pembantaian dan vonis hukuman mati untuk demonstran damai. Apakah layak diambil fatwanya?

Ulama MUI lebih memiliki kredibilitas fatwa saat ini. Jadi jangan tertipu dengan nama besar AlAzhar. Benteng Islam yang telah sukses dihancurkan Yahudi.

Benteng Islam di dunia tinggal Turki dan Indonesia. Mari bergerak damai. Jangan terjebak perangkap aksi Jihadis binaan intel atau jubah kebesaran yang penuh darah. (*)

Keterangan Foto: Sang Syaikh telah tiba di Jakarta. Foto ini dijepret oleh seorang teman yang kebetulan ada di bandara dan melihat beliau.

Label: ,

Analisis IIBF: Jika Ahok Sampai Dipenjara, Inilah Dampaknya Bagi PDIP, Jokowi, Pengembang & Taipan


pos-metro.com - Kasus penistaan Al-Quran dan Ulama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama masih berlarut.

Kenapa kasus yang sederhana dan sudah banyak yurisprudensinya banyak pula yang sudah dibui atas kasus penistaan agama, kenapa jadi rumit?

Menurut Heppy Trenggono (Presiden Indonesia Islamic Bussiness Forum), karena kasus yang menyeret Ahok ini akan berdampak pada PDIP, Jokowi, Pengembang dan Taipan.

Berikut analisis Presiden Indonesia Islamic Bussiness Forum (IIBF), Heppy Trenggono:

- Persoalan Ahok ini bagi Polisi, bagi Jokowi, bagi PDIP sangat rumit, jauh lebih rumit dari yang kita bayangkan.

- Kalau hanya perspektif hukum, Ahok tinggal diciduk dari kemarin kemarin.

- Mereka berfikir keras dan berusaha merekayasa sedemikian rupa. Jika Ahok dipenjara maka:

1. Bagi PDIP ini bisa menjadi Tsunami kejatuhan politik.

2. Bagi PENGEMBANG yang Telah Mengucurkan investasi Puluhan Trilyun Rupiah, bisa menjadi keruntuhan bisnis, saham Podomoro bisa hancur.

3. Bagi JOKOWI bisa jadi ancaman berat, bukan tidak mungkin Ahok akan menyeret Jokowi sebagaimana Nazarudin menyeret Anas Urbaningrum.

4. Dan yang paling besar dampaknya adalah bagi Gerakan Politik yang sedang dilakukan oleh sekelompok TAIPAN yang ingin menguasai Indonesia.

5. Para Taipan ini telah berhasil mendudukkan Jokowi.
Langkah 2019 adalah menguasai dengan lebih massive lagi. Jika Ahok menang di DKI maka 2/3 kemenangan sudah mereka kantongi.

- Menangnya Ahok menjadi bukti bahwa mereka bisa mengalahkan segala bentuk perlawanan yang ada di negeri ini. Menguasai Indonesia lebih sederhana dari pada menguasai DKI.

- Maka jika Ahok jatuh, ini akan menjadi kemunduran luar biasa bagi mereka. Kejatuhan Ahok juga akan menjadikan kekuatan Islam dan Nasionalis terkonsolidasi, yang sasaran utamanya adalah kembali kepada UUD’45.

- Jika Indonesia kembali ke UUD’45 yang asli, maka kekuasaan tidak akan mungkin mereka rebut. Hari ini, Allah berikan hadiah melalui Al Maidah 51. Percayalah, Indonesia bangkit!

Mari kita sebarkan dan sadarkan !!!

Label: ,