Minggu, 11 Desember 2016

INSTRUKSI PRESIDEN RI


SATGAS SARA & TIM ANTI INTOLERANSI

AYO ... TANGKAP PENISTA AGAMA ... !!!
 
AYO ... TANGKAP PEMBAKAR MASJID TOLIKARA ... !!!
 
AYO ... TANGKAP LIBERAL YANG SERING NISTA AGAMA ... !!!
 
AYO ... TANGKAP NEO PKI YANG JADI MUSUH SEMUA AGAMA ... !!!
 
AYO ... TANGKAP GEMBONG AHMADIYAH DAN ALIRAN SESAT ... !!!
 
AYO ... TANGKAP PEMAKSA UMAT ISLAM PAKAI ATRIBUT NATAL ... !!!

https://www.youtube.com/shared?ci=Xur2PsJdIbY

http://nusantaranews.co/bentuk-satgas-cegah-sara-presiden-mestinya-penjarakan-penista-agama/


 Bentuk Satgas Cegah SARA, Presiden Mestinya Penjarakan Penista Agama

NUSANTARANEWS.CO – Ketua Progres 98, Faizal Assegaf dalam keterangan pers, Sabtu (10/11/2016) menilai, sebagai rakyat, dirinya mengapresiasi atas rencana Presiden Joko Widodo untuk membentuk Satgas Cegah Tindakan Intoleran (SCTI). Namun, kata Faizal, ia khawatir kebijakan tersebut menjadi instrumen politik kekuasaan dan justru bertindak diskriminasi dalam melindungi oknum penista agama yang terkesan kebal hukum.

“Kita sambut niat baik pak Presiden. Tapi sekali lagi, wadah atau tim dimaksud sudah pasti akan menambah beban keuangan negara dan menjadi tumpang-tindih dengan keberadaan dan peran kepolisian serta lembaga berwenang terkait,” kata Faizal Assegaf.

Baginya, bila tim SCTI diisi oleh orang-orang parpol atau kelompok yang berada dalam lingkarang kekuasaan, maka akan kehilangan legitimasi publik dan dicurigai sebagai “lapak” bagi para pemburu jabatan untuk mengais upah dari negara. Terlebih, lanjutnya bila kinerjanya hanya mengejar target “orderan” dengan memanfaatkan isu-isu intoleran (SARA) sebagai komuditas politik.

“Pak Presiden Jokowi kalau memang serius untuk membangun semangat toleransi lintas umat beragama, maka tindakan kongkretnya mendorong pihak penegak hukum untuk menangkap dan penjarakan oknum penista agama. Itu sumber masalahnya!” imbuhnya.

Sebab fakta menunjukan bahwa salah satu penyebab munculnya tindakan intoleran akhir-akhir ini, akibat dipicu oleh perilaku oknum penista agama. Baik secara langsung atau tidak, telah menimbulkan kemarahan luar biasa oleh jutaan umat Islam dan umat agama lainnya.

“Kami percaya, Pak Presiden punya niat baik dan kesungguhan untuk mendorong terciptanya situasi damai dan sejuk antar sesama umat beragama. Sikap itu sejalan dengan umat Islam yang telah membuktikan bahwa mereka sangat toleransi sebagaimana ditunjukan melalui aksi Bela Islam yang juga diikuti oleh Pak Presiden dan sejumlah pejabat negara,” ujar Faizal.

Memang dirinya mengakui, masih terdapat segelintir orang yang cenderung bertindak radikal dan ekstrim. Menurutnya persoalan seperti itu muncul akibat berbagai faktor, salah satunya terkait kesenjangan sosial-ekonomi serta problem penegakkan hukum.

“Pak Presiden sendiri telah mengakui bahwa aspek hukum, sampai sejauh ini pemerintah masih lamban dan belum maksimal,” tegasnya.

Toleransi umat beragama dapat diwujutkan bila rasa keadilan umat beragama dilindungi oleh hukum secara konsisten, transapan dan jauh dari segala agenda politik apapun. Namun dalam kasus penistaan agama, tegas Faizal, tampak supremasi hukum terdistorsi, berlarut-larut dan memicu kegusaran umat beragama.

“Pak Presiden, sejujurnya kehidupan rakyat sangat harmoni dan toleran, mereka penuh cinta kasih antar sesama ummat. Tapi pemerintah terkadang bertindak kontraproduktif dan bersikap cuek terhadap suara aspirasi umat,” bebernya mengingatkan. 
http://www.habibrizieq.com/2016/12/instruksi-presiden.html

Label:

KOMUNIS CHINA MASUK ZIMBABWE MATA UANG YUAN DIBERLAKUKAN. BAGAIMANA INDONESIA ?

JOKOWI SUDAH SERUKAN AGAR MATA UANG CHINA "YUAN" DIJADIKAN PATOKAN UKUR NILAI TUKAR RUPIAH
http://m.tempo.co/read/news/2015/12/23/118730055/cina-hapus-utang-yuan-jadi-mata-uang-zimbabwe

http://www.beritaislam.info/2016/12/jokowi-minta-yuan-dijadikan-patokan.html Jokowi Minta Yuan Dijadikan Patokan Nilai Tukar Rupiah, Ekonomi Indonesia Berkiblat ke Tiongkok?

Berita Islam 24H - Pada acara Saresehan 100 Ekonom yang digelar Indef di Jakarta, Selasa (6/12/2016) Presiden Joko Widodo mengatakan saat ini nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat tidak bisa dijadikan patokan untuk mengukur ekonomi Indonesia.

Salah satu penyebabnya adalah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS. Seperti dikutip Kompas, Jokowi mengungkapkan pasca-terpilihny Trump, mata uang berbagai negara termasuk Indonesia mengalami pelemahan terhadap dollar AS.

Namun, Jokowi menilai, melemahnya nilai tukar tersebut harusnya tidak menjadi kekhawatiran besar. "Menurut saya, kurs rupiah dan dollar bukan lagi tolok ukur yang tepat," kata Jokowi.

Sebab, lanjut dia, ekspor Indonesia ke Amerika Serikat saat ini tidak begitu signifikan, hanya 10 persen. Di sisi lain, Trump dengan kebijakan "America first" akan lebih membuat AS berjalan sendiri.

"Artinya, kurs rupiah-dollar semakin tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia, tetapi semakin mencerminkan kebijakan ekonomi AS yang saya sampaikan jalan sendiri tadi," ucap Jokowi.

Harusnya, lanjut Jokowi, masyarakat dan dunia usaha mulai mengukur Indonesia dengan mitra dagang terbesarnya.

Saat ini, jelas Jokowi, Tiongkok dalah mitra dagang terbesar bagi Indonesia, dengan total ekspor mencapai 15 persen. Sementara itu, Eropa 11,4 persen dan Jepang 10,7 persen.

"Kalau Tiongkok (China) terbesar ya harusnya rupiah- (yuan) renminbi yang relevan," ucap Jokowi. 

Label:

HABIB RIZIEQ BEBERKAN SEJUMLAH INDIKASI KEBANGKITAN PKI SEJAK REFORMASI 98

Berita Islam 24H - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab membeberkan sejumlah indikasi kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) sejak reformasi 98 lalu.

Berikut tiga puluh (30) indikasi yang disampaikan Habib Rizieq melalui pesannya yang diterima Suara Islam Online, Jumat (9/12/2016).

1. Tuntutan Pencabutan TAP MPRS NO XXV Th 1966 ttg Pembubaran dan Pelarangan PKI.

2. Peniadaan LITSUS (Penelitian Khusus) bagi Pejabat Publik untuk buktikan bersih diri dari unsur PKI.

3. Tanpa LITSUS banyak anak keturunan PKI yang masih mengusung ideologi PKI lolos menjadi Pejabat Publik di berbagai Daerah.

4. Tanpa LITSUS kini di DPR RI ada banyak turunan Keluarga PKI yang masih mengusung ideologi PKI.

5. Penghapusan Sejarah Pengkhianatan PKI dari Kurikukum Pendidikan Nasional di semua jenjang pendidikan.

6. Penghentian Pemutaran Film G30S/PKI di semua Televisi Nasional.

7. Maraknya film yang mengundang simpatik untuk PKI seperti film SENYAP dan GIE serta lainnya.

8. Munculnya Ormas dan Orsospol serta LSM yang berhaluan PKI seperti PRD dan PEPERNAS serta PAKORBA.

9. Terbitnya buku-buku yang membela PKI secara meluas tanpa batas dan dijual bebas.

10. Maraknya pembelaan terhadap PKI di berbagai Media Cetak dan Elektronik serta Medsos secara demonstratif dan provokatif.

11. Pagelaran Seminar / Temu Kangen / Dialog / Simposium / Diskusi Publik untuk Bela PKI.

12. Posisi KOMNAS HAM & berbagai LSM LIBERAL yang mati-matian membela PKI atas nama Hak Asasi Manusia.

13. Usulan penghapusan kolom agama dalam KTP sehingga memberi ruang kepada pengikut PKI untuk memiliki KTP tanpa beragama.

14. Desakan dan Tekanan terhadap Presiden Gus Dur, Megawati, SBY hingga Jokowi agar MINTA MAAF kepada PKI.

15. Dibangun dan diresmikannya MONUMEN LASKAR CHINA yang tidak lain dan tidak bukan adalah Laskar Komunis China POH AN TUI.

16. Partai Penguasa di Indonesia resmi kerja sama secara terbuka dengan PARTAI KOMUNIS CHINA dalam berbagai bidang.

17. Muncul kembali Jargon-Jargon PKI seperti REVOLUSI MENTAL dan SAMA RATA SAMA RASA serta MASYARAKAT TANPA KELAS.

18. Marak kembali logo PKI yaitu PALU ARIT yang dibuat di kaos dan kalender serta lainnya.

19. Munculnya foto-foto Tokoh PKI dalam Parade HUT RI di sejumlah daerah dan di Baliho bandara Soekarno Hatta.

20. Pengguliran RUU KKR (Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi) untuk mencari pembenaran bagi PKI.

21. Pengalihan Kiblat Pembangunan Ekonomi Indonesia ke China.

22. Peningkatan Kerja Sama dengan Negara China secara berlebihan, sehingga membuka pintu masuk imigran China ke Indonesia secara besar-besaran.

23. Pertemuan-pertemuan PKI sering dilaksanakan di Hotel Aryaduta karena berada di depan Patung Tani Mengusung Bedil yang merupakan Patung Angkatan ke-V Buruh dan Tani di Era Kejayaan PKI

24. Pagelaran Simposium Pemerintah ttg PKI di Th 2016 yang memposisikan PKI sebagai KORBAN.

25. Muncul Lambang PKI yaitu PALU ARIT di atas uang kertas resmi RI dipecahan rupiah 100 ribuan dan 20 ribuan serta 5 ribuan.

26. Presiden RI melarang TNI dan POLRI melakukan Razia atau pun Sweeping Lambang PKI.

27. Usulan pencarian dan penggalian kubur massal anggota PKI dengan mengabaikan korban pembantaian yang dilakukan PKI.

28. Sejumlah Tokoh Pendukung PKI galang dukung internasional untuk menggelar Pengadilan Internasional membela PKI.

29. Arahan Presiden RI agar memakai mata uang China YUAN sebagai standar bisnis dan perdagangan Indonesia di dunia internasional.

30. Lagu-Lagu PKI mulai didendangkan kembali.

Label:

Kenalilah Musuhmu

Siapa Saja 9 Naga?

1. Sofjan Wanandi

Sofjan Wanandi dikenal dekat dengan Jusuf Kalla. Tidak heran karena keduanya sudah kenal baik sejak lama. Bahkan, seorang petinggi PDIP mengaku Sofjan sudah sejak lama melobi Megawati untuk memasangkan Kalla dengan Jokowi. Sejak tahun 2013, Sofjan di berbagai kesempatan menyatakan bakal mengeluarkan Rp 2 triliun bila sekondanya, Jusuf Kalla, dipasangkan dengan Jokowi. Sofjan sendiri tercatat memiliki kekayaan lebih dari Rp 3 triliun. Sofjan kini memimpin Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

2. Tahir

Tahir tak lain ipar James Riady. Rosy Riady, isteri Tahir, adalah putri dari Mochtar Riady. Majalah Forbes menyebut, kekayaan Tahir per Maret 2013 sekitar US$ 2 miliar.  Dia berada di peringkat ketujuh orang terkaya di Indonesia. Tahir sukses dengan Grup Mayapada. Tahun lalu, ia menymbangkan sejumlah bus untuk membantu Jokowi membangun citra Jakarta.

3. Rusdi Kirana

Rusdi Kirana bersama kakaknya, Kusnan Kirana, tercatat sebagai orang kaya ke-29 menurut majalah Forbes pada November 2013. Keduanya sukses mendirikan maskapai penerbangan Lion Air. Dengan kekayaan yang mencapai US$ 1 miliar, Rusdi bergabung dengan tim pemenangan Jokowi-JK sebagai anggota Dewan Pengarah.

4. Jacob Soetoyo

Direktur PT Gesit Sarana Perkasa ini mempunyai jaringan yang kuat untuk lobi-lobi internasional. Jacob, yang juga menjadi Dewan Pengawas Center of Strategic and International Studies (CSIS), menyediakan rumahnya di Permata Hijau untuk pertemuan Jokowi dengan perwakilan asing di Jakarta, antara lain dengan Dubes Amerika Serikat (AS) Robert O’ Blacke, Duta Besar Myanmar, Meksiko, Turki, Norwegia dan Vatikan. Sebelumnya, Jacob juga sudah memfasilitasi pertemuan antara Jokowi dengan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad di rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta.

5. James Riyadi

James Riyadi yang bernama asli Li Bái adalah seorang misionaris Kristen fundamentalis. Ia pernah terlibat dalam kasus sponsorship pemilihan presiden Amerika Serikat yang memenangkan Bill Clinton. James Riyadi merupakan bos Group Lippo yang menguasai bermain di pasar perbankan, properti, dan rumah sakit. Ia menjadi pendukung Joko Widodo sejak pemilihan gubernur Jakarta. Namun, ia ditengarai bersaing pengaruh pada Jokowi dengan Jacob Soetoyo yang Katolik.

6. Anthony Salim

Anthony Salim atau Liem Hong Sien merupakan salah satu orang yang masuk ke dalam 10 Tokoh Bisnis yang paling berpengaruh pada tahun 2005 oleh Warta Ekonomi. Predikat itu diberikan karena dirinya berhasil membangun kembali Group Salim yang saat itu mengalami kegagalan yang diakibatkan oleh krisis ekonomi tahun 1998. Saat krisis 1988 Salim Group banyak mempunyai hutang hingga mencapai 55 Trilyun rupiah. Anthony Salim yang memegang kekuasaan pada Salim Group akhirnya harus melunasi hutangnya dengan cara menjual beberapa perusahaan yang dimilikinya yaitu PT Indocement Tunggal Perkasa, PT BCA, dan PT Indomobil Sukses Internasional. Meskipun demikian, Anthony Salim masih mempunyai beberapa perusahaan besar yang tidak dia jual. Perusahaan tersebut antara lain adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Bogasari Flour Mills. Kedua perusahaan ini merupakan perusahaan penghasil mie instant dan tepung terigu terbesar di dunia.

7. Tommy Winata

Tommy Winata merupakan pemilik Grup Artha Graha atau Artha Graha Network. Usahanya terutama bergerak dalam bidang perbankan, properti dan infrastruktur. Disamping usaha bidang komersiil, TW juga dikenal sebagai pendiri Artha Graha Peduli, sebuah Yayasan sosial, kemanusiaan dan lingkungan yang sering turun membantu masyarakat di banyak daerah di Indonesia. Sesaat setelah Jokowi melantik menteri, Tommy Winata terlihat dekat dengan Menteri Susi Pudjiastuti.

8. Edward Soeryadjaya

Ia yang bernama asli Tjia Han Pun adalah pemilik Ortus Group, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang otomotif. Hubungan antara Edward dengan Jokowi sangat dekat, apalagi Edward pernah mengeluarkan uang dalam jumlah yang sangat besar dari koceknya sendiri untuk proyek monorel. Ortus Group juga bahkan tengah dalam proses untuk mengakuisisi saham PT JM hingga 90% atau mayoritas.

9. Robert Budi Hartono

Robert Budi Hartono yang bernama asli Oei Hwie Tjhong adalah pemilik perusahaan rokok Djarum. Saat ini ada sebuah tren baru di dunia maju untuk menekan industri rokok. Baik iklan maupun sponsor rokok pada sejumlah kegiatan mulai dibatasi. Misalnya, Marlboro yang pasarnya di Amerika mulai mendapat tekanan sehingga mencari pasar baru, salah satu lahan basah tersebut adalah Indonesia. Inilah sebabnya Robert Budi Hartono mendukung Jokowi untuk mengamankan bisnis dan pasarnya di Indonesia.

Label:

INILAH SEJARAH YANG TIDAK BOLEH DI LUPAKAN OLEH KITA SEMUA

  Msh ttg PKI yg skrg  dibuat abu2 bbrp oknum.

- Tgl 31 Oktober;1948 :
Muso dieksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo.

Sedang MH Lukman dan Nyoto pergi ke pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).


- Akhir November 1948 :
Seluruh pimpinan PKI Muso berhasil dibunuh atau ditangkap,

dan seluruh daerah yang semula dikuasai PKI berhasil direbut,

antara lain :
Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lainnya.


- Tgl 19 Desember 1948 :
Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.


- Tahun 1949 :
PKI tetap tidak dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan rekontruksi PKI

dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.


- Awal Januari 1950 :
Pemerintah RI dengan disaksikan puluhan ribu masyarakat

yang datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI

dan mengidentifikasi para korban.

Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 kerangka mayat yang 68 dikenali dan 40 tidak dikenali,

sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 kerangka mayat yang semuanya berhasil diidentifikasi.

Para korban berasal dari berbagai kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.


- Tahun 1950 :
PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.


- Tgl 6 Agustus 1951 :
Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua senjata api yang ada.


- Tahun 1951 :
Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yang sepenuhnya mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno,

lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.


- Tahun 1955 :
PKI ikut Pemilu pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.


- Tgl 8 – 11 September 1957 :
Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang – Sumatera Selatan mengharamkan ideologi Komunis

dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua mantel organisasinya,

tapi ditolak oleh Soekarno.


- Tahun 1958 :
Kedekatan Soekarno dengan PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan pemberontakan terhadap Soekarno.

Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI.


- Tgl 15 Februari 1958 :
Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi

mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI),

namun pemberontak kan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.


- Tanggal 11 Juli 1958 :
DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.


- Bulan Agustus 1959 :
TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI,

namun kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.


- Tahun 1960 :
Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yang didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI.

Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.


- Tgl 17 Agustus 1960 :
Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No. 200 Th.1960 tertanggal 17 Agustuts 1960 tentang
"PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia)"

dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI,

padahal hanya karena ANTI NASAKOM.


- Medio Tahun 1960 :
Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 (dua) juta orang.


- Bulan Maret 1962 :
PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno,

DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.


- Bulan April 1962 : Kongres PKI.


- Tahun 1963 :
PKI memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia,

dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yang terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara” melawan Malaysia.


- Tgl 10 Juli 1963 :
Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No. 139 th. 1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia),

lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.


- Tahun 1963 :
Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI,

antara lain :
KH. Buya Hamka, KH. Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH  . Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar.


- Bulan Desember 1964 :
Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yang didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka,

menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.


- Tgl 6 Januari 1965 :
Atas desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA,

dengan dalih telah memfitnah PKI.


- Tgl 13 Januari 1965 :
Dua sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri,

sekaligus melecehkan pelajar wanitanya,

dan juga merampas sejumlah Mushaf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.


- Awal Tahun 1965 :
PKI dengan 3 juta anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT.

PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).


- Tgl 14 Mei 1965 :
Tiga sayap organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara,

dengan menangkap dan menyiksa serta membunuh Pelda Soedjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.


- Bulan Juli 1965 :
PKI menggelar pelatihan militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara”.


- Tgl 21 September 1965 :
Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No. 291 th. 1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA,

karena sangat memusuhi PKI.


- Tgl 30 September 1965 Pagi :
Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.


- Tgl 30 September 1965 Malam :
Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) :

a. PKI menculik dan membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA – Halim, mereka adalah :

- Jenderal Ahmad Yani,

- Letjen R.Suprapto,

- Letjen MT Haryono,

- Letjen S. Parman,

- Mayjen Panjaitan dan

- Mayjen Sutoyo Siswomiharjo.

b. PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution.

c. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga rumah kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan rumah Jenderal AH Nasution.

d. PKI juga menembak putri bungsu Jenderal AH Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yang berusaha menjadi perisai ayahandanya dari tembakan PKI,

kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada tanggal 6 Oktober 1965.

e. G30S / PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu :
Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief,

dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono,

serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi.

f. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah perwira ABRI (TNI / Polri) dari berbagai angkatan, antara lain :

- Angkatan Darat :
• Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro,

• Brigjen TNI Soepardjo dan

• Kolonel Infantri A. Latief.


- Angkatan Laut :
• Mayor KKO Pramuko Sudarno,

• Letkol Laut Ranu Sunardi dan

• Komodor Laut Soenardi.


- Angkatan Udara :
• Men / Pangau Laksda Udara Omar Dhani,

• Letkol Udara Heru Atmodjo dan

• Mayor Udara Sujono.


- Kepolisian :
• Brigjen Pol. Soetarto,

• Kombes Pol. Imam Supoyo dan

• AKBP Anwas Tanuamidjaja.
 

- Tgl 1 Oktober 1965 :
PKI di Yogyakarta juga membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono.

Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yang telah mengambil alih kekuasaan.


- Tgl 2 Oktober 1965 :
Letjen TNI Soeharto mengambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut pangkalan udara Halim Perdanakusuma dari PKI.


- Tgl 6 Oktober 1965 :
Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha melegalkan G30S,

tapi ditolak, bahkan terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S,

lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.


- Tgl 13 Oktober 1965 :
Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di seluruh Jawa.


- Tgl 18 Oktober 1965 :
PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran,

lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk pengajian.

Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yang menyamar sebagai Fatayat NU,

lalu mereka diracuni, setelah keracunan mereka dibantai oleh PKI dan jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi.

Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yang dibantai,

dan ada beberapa pemuda yang selamat dan melarikan diri,

sehingga menjadi saksi mata peristiwa.

Peristiwa tragis itu disebut Tragedi Cemetuk,

dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.


- Tgl 19 Oktober 1965 :
Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.


- Tgl 11 November 1965 :
PNI dan PKI bentrok di Bali.


- Tgl 22 November 1965 :
DN Aidit ditangkap dan diadili serta dihukum mati.


- Bln Desember 1965 :
Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.


- Tgl 11 Maret 1966 :
Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberi wewenang penuh kepada Letjen TNI Soeharto untuk mengambil langkah pengamanan Negara RI.


- Tgl 12 Maret 1965 :
Soeharto melarang secara resmi PKI.


- Bulan April 1965 :
Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.


- Tgl 13 Februari 1966 :
Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan :
”Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”


- Tgl 5 Juli 1966 :
Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS – RI Jenderal TNI AH Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.


- Bulan Desember 1966 :
Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI,

tapi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1967.


- Tahun 1967 :
Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di wilayah terpencil di Blitar Selatan bersama kaum Tani PKI.


- Bulan Maret 1968 :
Kaum Tani PKI di Blitar Selatan menyerang para pemimpin dan kader NU,

sehingga 60 (enam puluh) orang NU tewas dibunuh.


- Pertengahan 1968 :
TNI menyerang Blitar Selatan

dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.


- Dari tahun 1968 s/d 1998 :
Sepanjang Orde Baru secara resmi

PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966.


- Dari tahun 1998 s/d 2015 :
Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yang dibebaskan dari penjara,

beserta keluarga dan simpatisannya yang masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS,

justru menjadi pihak paling diuntungkan,

sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan fakta sejarah

dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN pejuang kemerdekaan RI.

Sejarah kekejaman PKI yang sangat panjang,

dan jangan biarkan mereka menambah lagi daftar kekejamannya:-)

di negeri tercinta ini....!

Smg Allah SWT senantiasa melindungi kita sekalian. Aamiin

Label:

ANCAMAN PKI DAN SYIAH DI INDONESIA SEMAKIN KUAT

Bogor (SI Online) - Sejumlah ulama, pimpinan ormas Islam, purnawirawan jenderal, dan tokoh masyarakat berkumpul di Majelis Al Ihya Bogor, Ahad (11/12/2016). Mereka berkumpul dalam rangka silaturahim dan menyikapi situasi terkini.

Acara yang dipimpin oleh Pimpinan Majelis Al Ihya KH Muhammad Husni Thamrin dan didampingi oleh Pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bogor Raya diantaranya Ustaz Iyus Khaerunnas, Ustaz Muhammad Nur Sukma dan Ustaz Hasri Harahap itu menghasilkan pernyataan sikap tokoh dan ulama se-Bogor Raya.

Berikut isi pernyataan sikap tersebut:

Pernyataan Sikap Tokoh dan Ulama Bogor Raya
11 Rabi'ul-Awwal 1438 H / 11 Desember 2016 M

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Pada hari ini Ahad 11 Robi’ul Awwal 1438 Hijriyah, ba'da sholat subuh, bertempat di Majlis Al Ihya Pasir Jaya Bogor, telah berkumpul para Tokoh Islam, Ulama, serta Pimpinan Ormas dan Lembaga-lembaga Islam lainnya, untuk bermusyawaroh memikirkan keselamatan agama, bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia.

Adapun hal-hal yang menjadi kekhawatiran utama para Tokoh Islam dan Ulama Bogor Raya adalah, karena telah muncul kepermukaan hal-hal yang dapat membahayakan agama, bangsa & negara, dan terkesan dibiarkan oleh penyelenggara negara saat ini.

Munculnya kembali PKI yang sangat nyata dibarengi hubungan istimewa pemerintah dengan China dirasakan oleh seluruh komponen bangsa, demikian juga aliran sesat Syiah yang dibarengi hubungan istimewa dengan Iran, serta munculnya Yayasan Peduli Pesantren (YPP) yang dimotori dan diketuai oleh Hary Tanoesoedibjo (seorang China non muslim) yang juga sangat meresahkan Umat Islam.

Atas dasar kondisi diatas, maka para Tokoh dan Ulama serta para Pimpinan Ormas dan Lembaga-lembaga Islam di Bogor Raya menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Meminta kepada Presiden, Kapolri dan Kejaksaan untuk segera menangkap, mengadili dan memenjarakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Si Penista Al quran, dan tidak ada pejabat Negara yang melindunginya.

2. Menolak paham Komunis dalam segala bentuknya.

3. Menolak paham Syiah dalam segala bentuknya.

4. Menolak kehadiran YPP dalam segala bentuknya.

5. Menolak segala bentuk makar, seperti membuka peluang asing menguasai Negara Republik Indonesia dalam segala bentuknya.

6. Mengusulkan, mendesak dan memperjuangkan kepada DPR/MPR RI  agar mengembalikan Undang – undang Dasar Negara kepada UUD'45 asli, sebagai upaya meluruskan kembali perjuangan seluruh komponen bangsa dan negara Republik Indonesia, sesuai cita-cita perjuangan kemerdekaan para pahlawan dan para pendiri bangsa Indonesia yang mayoritas adalah para Tokoh dan Ulama Islam.

7. Meminta kepada Pemerintah RI dan DPR/MPR RI untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal-hal yang membahayakan NKRI seperti disebutkan diatas.

8. Meminta kepada Kapolri dan Panglima TNI agar tidak berpihak kepada siapapun kecuali kepada kepentingan kedaulatan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, sesuai cita-cita perjuangan kemerdekaan Indonesia.

9. Meminta kepada Pemerintah, DPR/MPR RI agar seluruh Partai-partai yang melindungi, mendukung dan membantu kembalinya PKI di NKRI segera dibubarkan, sebagai penjabaran dari TAP MPRS NO.XXV/1966 dan Undang Undang No.27/1999.

Demikian pernyataan sikap ini dibuat sebagai langkah nyata yang akan terus diperjuangkan diseluruh tanah air Indonesia, dengan mengharap pertolongan Alloh SWT.

Bogor, 11 Robi’ul Awwal 1438 H / 11 Desember 2016.

Disusun dan ditandatangani bersama oleh seluruh peserta.

Label: