Minggu, 11 Maret 2018

Manusia Langit

Kenalan saya *seorang perencana keuangan* di Jakarta punya banyak klien dari *kalangan artis*, dia cerita *waktu itu pernah dicurhati seorang artis* yang tiap hari nongol di Televisi, terkenal dimana-mana, *tetapi buat bayar cicilan mobil 5 juta saja tidak punya*, Gaya hidup akhirnya meremukkan hidupnya.

Saya pernah kenal *seorang presenter TV nasional*, kalo sedang tampil rapi pakai jas rapi sekali, hanya sekali ketemu di seminar, dia minta nomer HP. Sebulan kemudian dia SMS, *Mas, saya pinjam uangnya 1 juta bisa* ? Minggu depan saya kembalikan.."

Tahun 2009 malah ada *vokalis band terkenal*, saya kenal sejak 2003 ketika dulu masih kerja di EO sering saya ketemu waktu saya jadi stage manager. Lagunya ngehits di semua radio, satu sore ngajak ketemu, *Ujung-ujungnya pinjam uang dengan alasan ini itu*. Dan sampai hari ini tidak pernah dikembalikan hingga tahun-tahun berlalu.

Kisah *Ustad Luqmanul Hakim* gak kalah unik, waktu masih kuliah S2 di Malaysia dia diundang makan di sebuah restoran mewah oleh salah satu kawannya. Ustad Luqman bahkan diminta memindahkan parkiran motor bututnya agar tidak menggangu pemandangan di halaman depannya. Usai makan, *kawannya justru curhat dan minta nasehat*, sambil menunjuk mobil mewah di halaman depan *yang sudah 6 bulan cicilannya belum terbayar*. Betul kan, *rezeki dari Allah itu pasti cukup untuk hidup, tapi tak akan cukup untuk gaya hidup*

Ada lagi *kisah seorang ibu tua* dengan kain jarik *datang ke sebuah masjid usai jumatan*, panitia dan takmir sedang berkumpul sambil duduk menghitung uang hasil infak jamaah hari itu. Ketika ibu itu datang dengan baju sangat biasa dan berkain jarik, *salah seorang dari mereka berdiri*, mendekati ibu itu sambil berkata, *maaf ibu, disini tidak memberikan sumbangan*.."

*Ibu itu membuka lipatan kain jariknya*, mengeluarkan uang berwarna merah, biru, merah, biru, merah, biru yang berlembar-lembar banyaknya, sambil berkata:
*Maaf nak, saya mau ikut bersedekah untuk pembangunan masjid ini*.. Ini uangnya mohon diterima.."

Seketika para takmir itu menunduk, tak ada yang berani memandang wajah ibu itu.. Salah tingkah dan menahan malu...

Tulisan dari *Ustad Salim A. Fillah* ini juga menarik, menahan nafas membacanya, tertulis dalam bukunya *Barakallahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta*

"Suatu malam, *Ustadz Muhammad Nazhif Masykur* berkunjung ke rumah. Setelah membicarakan beberapa hal, *beliau bercerita tentang tukang becak di sebuah kota di Jawa Timur*

*Ustadz Salim* melanjutkan, “Ini baru cerita, kata saya. Yang saya catat adalah, *pernyataan misi hidup tukang becak itu*, yakni: *Jangan pernah menyakiti dan Hati-hati memberi makan istri*."
“Antum pasti tanya,” kembali Salim melanjutkan ceritanya sembari menirukan kata-kata Ustadz Muhammad.

"Tukang becak macam apakah ini, sehingga punya mission statement segala?".
*Saya juga takjub dan berulang kali berseru, “Subhanallah,*” mendengar *kisah hidup bapak berusia 55 tahun ini*

*Tukang becak ini Hafidz Qira’at Sab’ah! Beliau menghafal Al-qur’an lengkap dengan tujuh lagu qira’at seperti saat ia diturunkan*:
qira’at Imam Hafsh, Imam Warasy, dan lainnya. Dua kalimat itu sederhana. Tetapi bayangkanlah sulitnya mewujudkan hal itu bagi kita.

*Jangan pernah menyakiti*. Dalam tafsir beliau di antaranya adalah *soal tarif becaknya*. *Jangan sampai ada yang menawar*, karena menawar menunjukkan ketidakrelaan dan ketersakitan.

*Misalnya ada yang berkata,* “Pak, terminal Rp 5.000 ya." Lalu dijawab,“Waduh, enggak bisa, Rp 7.000 Mbak."
*Itu namanya sudah menyakiti*. Makanya, beliau tak pernah pasang tarif.

“Pak, terminal Rp 5.000 ya.” Jawabnya pasti OK. “Pak, terminal Rp 3.000 ya."
Jawabnya juga OK. Bahkan kalau, “Pak, terminal Rp 1.000 ya.” Jawabnya juga sama, OK.
Gusti Allah, manusia macam apa ini!

Kalimat kedua, *Hati-hai memberi makan istri* Artinya, sang istri hanya akan makan dari keringat dan becak tuanya. *Rumahnya berdinding gedek*. Istrinya berjualan *gorengan* Stop! Jangan dikira beliau tidak bisa mengambil yang lebih dari itu. Harap tahu, *putra beliau dua orang* *Hafidz Al-qur’an semua*.
Salah satunya sudah menjadi dosen terkenal di *perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka di Jakarta*.
*Adiknya, tak kalah sukses. Pejabat strategis di pemerintah*

*Uniknya, saat pulang*, anak-anak sukses ini *tak berani berpenampilan mewah*. *Mobil* ditinggal beberapa blok dari rumah. *Semua aksesoris, seperti arloji dan handphone dilucuti*. Bahkan, *baju parlente diganti kaus oblong dan celana sederhana*. Ini adab dan tata krama.

*Sudah berulang kali sang putra mencoba meminta bapak dan ibunya ikut ke Jakarta* Tetapi tidak pernah tersampaikan.
Setiap kali akan bicara serasa tercekat di tenggorokan, lalu mereka hanya bisa menangis. *Menangis, sang bapak selalu bercerita tentang kebahagiaannya, dan dia mempersilakan putra-putranya menikmati kebahagiaan mereka sendiri*

*Ustadz Salim* melanjutkan, “Waktu saya ceritakan ini pada istri di Gedung Bedah Sentral *RSUP Dr. Sardjito keesokan harinya, kami menangis*

*Ada banyak kekasih Allah yang tak kita kenal*."
Ah, benar sekali: banyak kekasih Allah dan *manusia langit*  yang tidak kita kenal. tukas Ustad Salim A Fillah.

*Kawanku, Hari terus berganti, matahari datang pagi ini, dan menghilang sore nanti*

*Usia kita terus bertambah, tanpa sadar banyak hal yang begitu saja kita lewatkan hanya untuk mengejar dunia yang sementara*.

*Padahal esok pada waktunya, kita semua saat pulang ternyata hanya dibungkus kain kafan tak bersaku.. Tak ada bekal uang yang berlaku*

*Semua harta yang selama ini kita kejar habis-habisan, ternyata semu belaka*

*Pangkat, jabatan, kemewahan yang selama ini dibanggakan akan berakhir ditimbun tanah kuburan*.

*Banyak orang yang mengejar label kaya* dengan menggadaikan dunianya, harga diri sudah musnah entah kemana

*Sementara, banyak orang yang diam-diam ternyata kaya raya, dan lebih suka mencari muka hanya pada Tuhannya*..

Benar kata kawan saya *Mas Arief Budiman*, *Orang kaya adalah orang yang selalu merasa cukup, sehingga dia terus berbagi*.

*Orang miskin adalah orang yang selalu merasa kurang*".

*SAAT maut memyapa yang kita bawa hanya amaliyah*.
*Adapun harta hanya akan membuat pertanyaan di padang mahsyar kian berat*...

*Semoga ALLAH amenolong kita*

SELAMAT PAGI KAWAN...
*copas saja..kalau sudah pernah mohon maaf*

Label:

MBAH JUM

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1630417800338523&id=100001109553805
Oleh : Irene Radjiman

Begitulah beliau dipanggil. Aku sempat bertemu dengannya 5 tahun yang lalu saat berlibur di Kasian Bantul Yogyakarta. Nama desanya saya lupa.

Mbah Jum seorang tuna netra yang berprofesi sebagai pedagang tempe. Setiap pagi beliau dibonceng cucunya ke pasar untuk berjualan tempe. Sesampainya dipasar tempe segera digelar. Sambil menunggu pembeli datang, disaat pedagang lain sibuk menghitung uang dan ngerumpi dengan sesama pedagang, mbah Jum selalu bersenandung sholawat. Cucunya meninggalkan mbah Jum sebentar, karena ia juga bekerja sebagai kuli panggul dipasar itu. Dua jam kemudian, cucunya datang kembali untuk mengantar simbahnya pulang kerumah. Tidak sampai 2 jam dagangan tempe mbah Jum sudah habis ludes. Mbah Jum selalu pulang paling awal dibanding pedagang lainnya. Sebelum pulang mbah Jum selalu meminta cucunya menghitung uang hasil dagangannya dulu. Bila cucunya menyebut angka lebih dari 50 ribu rupiah, mbah Jum selalu minta cucunya mampir ke masjid untuk memasukkan uang lebihnya itu ke kotak amal.

Saat kutanya : “kenapa begitu ?”

“karena kata simbah modal simbah bikin tempe Cuma 20 ribu. Harusnya simbah paling banyak dapetnya yaa 50 ribu. Kalau sampai lebih berarti itu punyanya gusti Allah, harus dikembalikan lagi. Lha rumahnya gusti Allah kan dimasjid mbak, makanya kalau dapet lebih dari 50 ribu, saya diminta simbah masukkin uang lebihnya kemasjid.”

“Lho, kalo sampai lebih dari 50 ribu, itukan hak simbah, kan artinya simbah saat itu bawa tempe lebih banyak to ?” Tanyaku lagi

“Nggak mbak. Simbah itu tiap hari bawa tempenya ga berubah-ubah jumlahnya sama.” Cucunya kembali menjelaskan padaku.

“Tapi kenapa hasil penjualan simbah bisa berbeda-beda ?” tanyaku lagi

“Begini mbak, kalau ada yang beli tempe sama simbah, karena simbah tidak bisa melihat, simbah selalu bilang, ambil sendiri kembaliannya. Tapi mereka para pembeli itu selalu bilang, uangnya pas kok mbah, ga ada kembalian. Padahal banyak dari mereka yang beli tempe 5 ribu, ngasih uang 20 ribu. Ada yang beli tempe 10 ribu ngasih uang 50 ribu. Dan mereka semua selalu bilang uangnya pas, ga ada kembalian. Pernah suatu hari simbah dapat uang 350 ribu. Yaaa 300 ribu nya saya taruh dikotak amal masjid.” Begitu penjelasan sang cucu.

Aku melongo terdiam mendengar penjelasan itu. Disaat semua orang ingin semuanya menjadi uang, bahkan kalau bisa kotorannya sendiripun disulap menjadi uang, tapi ini mbah Jum…?? Aahhh…. Logikaku yang hidup di era kemoderenan jahiliyah ini memang belum sampai.

Sampai rumah pukul 10:00 pagi beliau langsung masak untuk makan siang dan malam. Ternyata mbah Jum juga seorang tukang pijat bayi (begitulah orang dikampung itu menyebutnya). Jadi bila ada anak-anak yang dikeluhkan demam, batuk, pilek, rewel, kejang, diare, muntah-muntah dan lain-lain, biasanya orang tua mereka akan langsung mengantarkan ke rumah mbah Jum. Bahkan bukan hanya untuk pijat bayi dan anak-anak, mbah Jum juga bisa membantu pemulihan kesehatan bagi orang dewasa yang mengalami keseleo, memar, patah tulang, dan sejenisnya. Mbah Jum tidak pernah memberikan tarif untuk jasanya itu, padahal beliau bersedia diganggu 24 jam bila ada yang butuh pertolongannya. Bahkan bila ada yang memberikan imbalan untuk jasanya itu, ia selalu masukan lagi 100% ke kotak amal masjid. Ya ! 100% ! anda kaget ? sama, saya juga kaget.

Ketika aku kembali bertanya : “kenapa harus semuanya dimasukkan ke kotak amal ?”

mbah Jum memberi penjelasan sambil tersenyum :
“Kulo niki sakjane mboten pinter mijet. Nek wonten sing seger waras mergo dipijet kaleh kulo, niku sanes kulo seng ndamel seger waras, niku kersane gusti Allah. Lha dadose mbayare mboten kaleh kulo, tapi kaleh gusti Allah.” (Saya itu sebenarnya nggak pinter mijit. Kalau ada yang sembuh karena saya pijit, itu bukan karena saya, tapi karena gusti Allah. Jadi bayarnya bukan sama saya, tapi sama gusti Allah).

Lagi-lagi aku terdiam. Lurus menatap wajah keriputnya yang bersih. Ternyata manusia yang datang dari peradaban kapitalis akan terkaget-kaget saat dihadapkan oleh peradaban sedekah tingkat tinggi macam ini. Dimana di era kapitalis orang sekarat saja masih bisa dijadikan lahan bisnis. Jangankan bicara GRATIS dengan menggunakan kartu BPJS saja sudah membuat beberapa oknum medis sinis.

Mbah Jum tinggal bersama 5 orang cucunya. Sebenarnya yang cucu kandung mbah Jum hanya satu, yaitu yang paling besar usia 20 tahun (laki-laki), yang selalu mengantar dan menemani mbah Jum berjualan tempe dipasar. 4 orang cucunya yang lain itu adalah anak-anak yatim piatu dari tetangganya yang dulu rumahnya kebakaran. Masing-masing mereka berumur 12 tahun (laki-laki), 10 tahun (laki-laki), 8 tahun (laki-laki) dan 7 tahun (perempuan).

Dikarenakan kondisinya yang tuna netra sejak lahir, membuat mbah Jum tidak bisa membaca dan menulis, namun ternyata ia hafal 30 juz Al-Quran. Subhanallah…!! Cucunya yang paling besar ternyata guru mengaji untuk anak-anak dikampung mereka. Ke-4 orang cucu-cucu angkatnya ternyata semuanya sudah qatam Al-Quran, bahkan 2 diantaranya sudah ada yang hafal 6 juz dan 2 juz.

“Kulo niki tiang kampong. Mboten saget ningali nopo-nopo ket bayi. Alhamdulillah kersane gusti Allah kulo diparingi berkah, saget apal Quran. Gusti Allah niku bener-bener adil kaleh kulo.” (saya ini orang kampong. Tidak bisa melihat apapun dari bayi. Alhamdulillah kehendak gusti Allah, saya diberi keberkahan, bisa hafal Al-Quran. Gusti Allah itu benar-benar adil sama saya).

Itu kata-kata terakhir mbah Jum, sebelum aku pamit pulang. Kupeluk erat dia, kuamati wajahnya. Kurasa saat itu bidadari surga iri melihat mbah Jum, karena kelak para bidadari itu akan menjadi pelayan bagi mbah Jum.

Matur nuwun mbah Jum, atas pelajaran sedekah tingkat tinggi 5 tahun yang lalu yang sudah simbah ajarkan pada saya di pelosok desa Yogyakarta.

SILAHKAN SHARE ATAU COPAS DENGAN MENYERTAKAN LINK BLOG INI.

DILARANG KERAS MENGAMBIL IDE CERITA INI UNTUK TUJUAN KOMERSIL TANPA SEIJIN PENULIS.

Label:

Kamis, 01 Maret 2018

HUKUM MELIHAT/MENJILATI KEMALUAN ISTRI SAAT JIMAK

KESIMPULAN TEAM MUSYAWWIRIN DHF
===================================

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ

“Isteri-isterimu adalah tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki” (QS. Al Baqarah: 223).

➡Para ulama' menyatakan bahwa yang dimaksud ladang (tempat bercocok tanam) pada wanita adalah kemaluannya yaitu tempat mani bersemai untuk mendapatkan keturunan. Ini adalah dalil bolehnya menyetubuhi istri pada kemaluannya, terserah dari arah depan, belakang atau istri dibalikkan. Asal tidak pada duburnya, karena dubur bukanlah ladang dan bukan tempat bercocok tanam.

📝Diperbolehkan bagi seorang suami untuk bersenang-senang (istimta') dengan istrinya dengan cara bagaimanapun selain melalui dubur. Termasuk diperbolehkan bagi suami untuk menjilat atau menghisap kelentit / klitoris (bidhr) istrinya, asalkan tidak dilakukan saat istri sedang haid. Namun tetap diusahakan agar tidak sampai menjilat madzi yang biasanya keluar saat istimta', karena madzi hukumnya najis.

📓Hasyiyah I'anah ath Thaalibiin Juz 3 Hal. 387-388

تتمة : يجوز للزوج كل تمتع منها بما سوى حلقة دبرها ولو بمص بظرها
......................
قوله: تتمة) أي في بيان بعض آداب النكاح. وقد ذكرت معظمها قبيل مبحث الاركان (قوله: يجوز للزوج) ومثله المتسري (وقوله: كل تمتع منها) أي من زوجته: أي أو من أمته (قوله: بما سوى حلقة دبرها) أما التمتع بها بالوطئ فحرام: لما ورد أنه اللوطية الصغرى وأنه لا ينظر الله إلى فاعله وأنه ملعون (قوله: ولو بمص بظرها) أي ولو كان التمتع بمص بظرها فإنه جائز. قال في القاموس: البظر - بالضم - الهنة، وسط الشفرة العليا.اه

📓Al Ghayah Wat Taqrib Hal. 7

ويحرم بالحيض والنفاس ثمانية أشياء: الصلاة والصوم وقراءة القرآن ومس المصحف وحمله ودخول المسجد والطواف والوطء والاستمتاع بما بين السرة والركبة

📓Kifayatul Akhyar Juz 1 Hal. 66

ويدخل في قول الشيخ المذي لأنه خارج من أحد السبيلين وحجة نجاسته حديث علي رضي الله عنه في قوله :"كنت رجلا مذاء فاستحييت أن أسأل رسول الله صلى الله عليه وسلم فأمرت المقداد فسأله فقال يغسل ذكره ويتوضأ". والمذي أبيض رقيق لزج يخرج بلا شهوة عند الملاعبة والنظر

👉Jika kita memperhatikan perkataan para fuqaha' (ahli fiqh) terdahulu maka kita dapati isyarat akan bolehnya praktek oral seks meskipun praktek tersebut merupakan perkara yang qabiih (buruk). Untuk menjelaskan hal ini mari kita renungkan poin-poin berikut :

❗Fokus :

👉Pertama : Praktek kelainan-kelainan seksual seperti menjimak istri melalui dubur, atau menjimak hewan telah tersebutkan oleh para fuqaha' terdahulu dalam kitab-kitab fiqih mereka. Demikian pula praktek oral seks juga telah diisyaratkan dalam buku-buku fiqih terdahulu, bahkan diisyaratkan oleh Imam As-Syafi'i.

📓Al Umm 1/37

وَلَوْ نَالَ من امْرَأَتِهِ ما دُونَ أَنْ يُغَيِّبَهُ في فَرْجِهَا ولم يُنْزِلْ لم يُوجِبْ ذلك غُسْلًا وَلَا نُوجِبُ الْغُسْلَ إلَّا أَنْ يُغَيِّبَهُ في الْفَرْجِ نَفْسِهِ أو الدُّبُرِ فَأَمَّا الْفَمُ أو غَيْرُ ذلك من جَسَدِهَا فَلَا يُوجِبُ غُسْلًا إذَا لم يُنْزِلْ

👉Kalau seandainya sang suami menggauli istrinya tanpa membenamkan dzakarnya ke farji (kemaluan) istrinya dan ia tidak mengeluarkan air mani maka hal ini tidak mengharuskannya mandi (janabah). Dan kami tidak mewajibkan mandi janabah kecuali jika ia memasukan dzakarnya ke kemaluan istrinya atau duburnya. Adapun mulut (istrinya) dan anggota tubuh istrinya yang lainnya maka tidak mewajibkan mandi jika ia tidak mengeluarkan air mani

👉Yaitu dzahirnya seakan-akan Imam Syafi'i menjelaskan bahwa jika seorang lelaki memasukan kemaluannya di mulut istrinya atau bagian tubuh yang lain (seperti diantara dua paha, atau dua payudara, atau dua belahan pantat) maka tidak mewajibkan mandi junub kecuali jika sang lelaki mengeluarkan mani. Hal ini berbeda jika ia memasukan dzakarnya ke vagina wanita atau duburnya, meskipun tidak sampai mengeluarkan mani maka tetap wajib untuk mandi junub.
👉Namun kenyataannya kita tidak mendapati penjelasan fuqaha' terdahulu yang panjang lebar tentang hukum oral seks.

👉Kedua : Para ulama sepakat akan bolehnya menyentuh kemaluan istri.

📓Ibnu ‘Abidin Al-Hanafi berkata dalam kitab Haasyiat Ibni ‘Aabidiin 6/367

سَأَل أَبُو يُوسُفَ أَبَا حَنِيفَةَ عَنِ الرَّجُل يَمَسُّ فَرْجَ امْرَأَتِهِ وَهِيَ تَمَسُّ فَرْجَهُ لِيَتَحَرَّكَ عَلَيْهَا هَل تَرَى بِذَلِكَ بَأْسًا ؟ قَال : لاَ ، وَأَرْجُو أَنْ يَعْظُمَ الأَْجْرُ

Abu Yusuf bertanya kepada Abu Hanifah –rahimahullah- tentang seseorang yang memegang kemaluan istrinya, dan sang istri yang menyentuh kemaluan suaminya agar tergerak syahwatnya kepada sang istri, maka apakah menurutmu bermasalah?. Abu Hanifah berkata, “Tidak mengapa, dan aku berharap besar pahalanya. Lihat juga Al Bahr Ar Raiq syarh Kanz Ad Daqaaiq 8/220 dan Tabyiinul Haqaaiq 6/19

👉Ketiga : Pernyataan sebagian fuqaha' yang menunjukkan akan bolehnya mencium kemaluan (vagina) wanita. Hal ini sangat ditegaskan terutama di kalangan para ulama madzhab Hanbali, dimana mereka menjelaskan akan bolehnya seorang suami mencium kemaluan istrinya sebelum berjimak, akan tetapi hukumnya makruh setelah berjimak (lihat Kasyaaful Qinaa’ 5/16-17, Al-Inshoof 8/27, Al-Iqnaa’ 3/240).

👉Keempat : Bahkan ada sebagian fuqaha' yang menyatakan bolehnya lebih dari sekedar mencium. Yaitu bahkan dibolehkan menjilat kemaluan sang istri.

📓Al Hatthaab rahimahullah berkata dalam kitab Mawaahib al Jaliil 5/23

قَدْ رُوِيَ عَنْ مَالِكٍ أَنَّهُ قَال : لاَ بَأْسَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى الْفَرْجِ فِي حَال الْجِمَاعِ ، وَزَادَ فِي رِوَايَةٍ : وَيَلْحَسَهُ بِلِسَانِهِ ، وَهُوَ مُبَالَغَةٌ فِي الإِْبَاحَةِ ، وَلَيْسَ كَذَلِكَ عَلَى ظَاهِرِهِ

telah diriwayatkan dari Imam Malik –rahimahullah- bahwasanya ia berkata, “Tidak mengapa melihat kemaluan tatkala berjimak”. Dan dalam riwayat yang lain ada tambahan, “Ia menjilat kemaluan istrinya dengan lidahnya”.
Dan ini merupakan bentuk mubalaghah (sekedar penekanan) akan bolehnya, akan tetapi bukan pada dzhahirnya

Al-Malibaariy Al-Fanaaniy (dari kalangan ulama abad 10 hijriyah) dari madzhab As-Syafi’iyah berkata:

يَجُوزُ لِلزَّوْجِ كُل تَمَتُّعٍ مِنْهَا بِمَا سِوَى حَلْقَةِ دُبُرِهَا ، وَلَوْ بِمَصِّ بَظْرِهَا

“Boleh bagi seorang suami segala bentuk menikmati istrinya kecuali lingkaran dubur, bahkan meskipun mengisap kiltorisnya” (Fathul Mu’iin bi Syarh Qurrotil ‘Ain bi Muhimmaatid diin, hal 482, terbitan Daar Ibnu Hazm, cetakan pertama tahun 1424 H-2004 H, Tahqiq : Bassaam Abdul Wahhaab Al-Jaabi)

👉Kelima : belum ditemukan dari kalangan fuqaha' terdahulu yang mengharamkan mencium atau menjilat kemaluan pasangan. Adapun dua pendapat yang saya paparkan di awal artikel ini adalah dalil-dalil yang disebutkan oleh para ahlul ilmu zaman sekarang. Adapun diantara para ulama yang memandang oral seks adalah perbuatan yang buruk hanya saja hukumnya tidak sampai haram adalah Syaikh Al-Jibriin rahimahullah.

فتوى ابن جبرين في حكم الجنس الفموي

السلام عليكم هذه فتوى للشيخ العلامة عبد الله بن جبرين عن الجنس الفموي: شيخنا الفاضل سؤال قد يكون محرجاَ ولكن لابد منه
ولا حياء في الدين فقد كثر هذه الأيام الكلام عن جواز الجنس الفموي
وهو((مباشرة الفم للفرج من كلا الزوجين))
وقد سمعنا من يحرم ومن يحلل ذلك..وبعد هذا الخلاف أتفق الجميع على
سؤالك عن حكمه في الشرع..علماَ أن بعض الدراسات الطبية الحديثة أثبتت
أن هناك علاقة بين الجنس الفموي وبين سرطان الفم؟
نرجو منك يا شيخنا إيضاح المسألة وجزاكم الله كل خير

أجاب فضيلته : لا شك أن هذا عمل يستقذر وأنه شيئا مما يأنفه المرء العاقل من ان يعمله حتى النظر إلى الفرج مجرد ينظر الرجل إلى فرج إمرأته أو نظر المرأة إلى فرج زوجها فقد ثبت عن عائشة رضي الله عنها قالت " ما رأيت فرج رسول الله صلى الله عليه وسلم وكذلك قالت " مارآه مني ولا رأيته منه " أي كل منا لم ينظر إلى عورة الآخر التي هي الفرج بمجرد النظر فكيف يصل الأمر إلى ان يضع فمه على هذا الفرج الذي هو مخرج الدم والبول وكذلك المرأة تضع فمها على هذا المخرج الذي هو مخرج البول ومخرج المني ونحو ذلك ، فيكون هذا مستقذرا ولكن لا يصل الأمر إلى الإثم ولا إلى التحريم لأن التحريم تابع إلى الدليل القويم والرجل قد ابيح له الإستمتاع بزوجته على مايقدرعليه وعلى ما يباح له
واذا قال ان النظر إلى الفرج قد يثير الشهوة ويحرك الشهوة كان في ذلك مناطق محدده وكذلك ايضا بالنسبة للمرأة
وعل كل حال يتضح لنا بعدم النظر إلى العورة وبعدم الجنس الفموي كما يعبر عليه التقبيل للفرج من كلا الزوجين نقول انه شيء مستنكر في الطباع .............."
هذا والله أعلم.

📝inti dari fatwa tersebut.... Meskipun hati ini condong akan haramnya oral seks mengingat sulitnya terhindar dari menjilat madzi, akan tetapi karena saya hanya menemukan perkataan fuqaha' terdahulu yang membolehkan oral seks maka saya berhenti pada pendapat mereka.

👉Keenam : Meskipun tidak ada pernyataan dari fuqaha' terdahulu akan haramnya oral seks akan tetapi terdapat pernyataan mereka yang menunjukkan bahwa oral seks merupakan perbuatan yang qabiih (buruk).

👉Sebagian ulama Malikiyah (seperti Muhammad Al-’Uthbiy) tatkala menukil perkataan Imam Malik diatas (“Tidak mengapa melihat kemaluan tatkala berjimak”. Dan dalam riwayat yang lain ada tambahan, “Ia menjilat kemaluan istrinya dengan lidahnya), maka Al-’uthbiya membuang perkataan Imam Malik “Ia menjilat kemaluan istrinya dengan lidahnya”, karena Al-’Uthbiy memandang ini adalah perbuatan yang buruk (lihat Al-Bayaan wa At-Tahsiil 5/79). Akan tetapi maksud dari Imam Malik tatkala menyebutkan lafal tersebut adalah untuk penegasan akan bolehnya memandang kemaluan istri tatkala berjimak.

📓Al-Qaadhi Abu al-Waliid Muhammad bin Rusyd rahimahullah berkata dalam Al-Bayaan wa At-Tahshiil 5/79

إِلاَّ أَنَّ الْعُلَمَاءَ يَسْتَجِيْزُوْنَ مِثْلَ هَذَا إِرَادَةَ الْبَيَانِ ، وَلِكَيْلاَ يَحْرُمُ مَا لَيْسَ بِحَرَامٍ ، فَإِنَّ كَثِيْرًا مِنَ الْعَوَامِّ يَعْتَقِدُوْنَ أَنَّهُ لاَ يَجُوْزُ لِلرَّجُلِ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى فَرْجِ امْرَأَتِهِ فِي حَالٍ مِنَ الْأَحْوَالِ. وَقَدْ سَأَلَنِي عَنْ ذَلِكَ بَعْضُهُمْ فَاسْتَغْرَبَ أَنْ يَكُوْنَ ذَلِكَ جَائِزاً وَكَذَلِكَ تَكْلِيْمُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ عِنْدَ الْوَطْءِ، لاَ إِشْكَالَ فِي جَوَازِهِ وَلاَ وَجْهَ لِكَرَاهِيَتِهِ

Hanya saja para ulama membolehkan seperti ini dalam rangka penjelasan, sehingga tidak diharamkan perkara yang tidak haram. Karena banyak orang awam yang meyakini bahwasanya tidak boleh seseorang melihat kemaluan istrinya dalam kondisi apapun. Sebagian mereka telah bertanya kepadaku tentang hal ini, dan mereka heran kalau hal ini diperbolehkan. Demikian pula seseorang boleh berbicara dengan istrinya tatkala berjimak, tidak ada masalah dalam hal ini dan tidak ada sisi makruhnya.

Wallohua'lam bishowwab.

Label:

Rabu, 28 Februari 2018

Hati -Hati Jangan Baca Hal Yang Bodoh

HEI TUKANG BC HAL2 BODOH!bc ini ya!sampe bawah biar kalian sadar!

⛔untuk Wa ancaman biasanya kya gini:
-klo gk kirim ibumu bakaln mati
-klo gk kirim kamu bakalan sial!
HELLOOO!!WA bisa bikin orng mati??KEREN AMAT!

⛔klo gk kirim setan bakalan dtng disblh lo!
YA AMPUN!!gaul amat tuh setan pake WA!jangan2 itu setan belah tengah😄

⛔klo gk kirim km bakalan sial!saya bersumpah bla bla bla
LAH!!pake ngancem nazar segala!HELLOO!!nazar itu niat dr hati bukan dr WA!
Jangan bw2 nama tuhan dah di WA!

⛔klo kirim ini simbol akan terupgrade dengan sendirinya.
HELLO!!yg namanya sistem baru ya musti di download lah!masaiya tiba2 nongol di WA LO?
GIMANA PROSESNYA??BODOH!GK BISA APA2!

⛔klo kirim ini dpt pulsa/batre full(tanpa carger dan listrik)
PERCUMA PUNYA OTAK KLO PERCAYA ALAY GITU2AN!

⛔klo kirim ini sm blik ke km beberapa kali,brarti ada yg suka sm kamu!MANA BUKTINYA NEGG??GK ADA!!

sorry ane ganggu waktu nte,tapi ane bener2 gk tahan!!SHARE BAGI YG SETUJU DAN KOMEN BCAN INI!jika ada yg marah,brarti ada yg kesindir,-

Ane  share karena ane setuju bngt!!dan ane  capek terus terima bacan yg gk penting buat ane!!bikin spam aja!!jangan berenti di kamu,biar orng alay2 itu sadar dan tau!!

AYO!BERANTAS HOAX DI INDONESIA!!share yg sering kirim bacan gk jelas!biar mereka sadar dan gk ganggu kalian!!
terimakasih🙏🏻
berantas hoax indonesia

Label:

PESAN TELAK DARI KOPASUS

JANGAN BUAT LELAH DIRIMU BERCERAI BERAI DENGAN SAUDARAMU*

*APAKAH ENGKAU LENGAH KALAU MEREKA TELAH TERLAHIR KEMBALI DENGAN BENTUK YANG BARU*

*BACA PELAN-PELAN LEHER KITA PASTI PUTUS CUMA-CUMA KALAU KITA LALAI*
*(PKI Thn. 1960 s/d Sekarang).*

*Untuk kewaspadaan nasional jangan lupa dengan sejarah agar dijadikan pelajaran jangan melakukan kesalahan yang sama.*

*1. Tahun 1960 : Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yang didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.*

*2. Tanggal 17 Agustus 1960 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustuts 1960 tentang PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.*

*3. Pertengahan Tahun 1960 : Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 (dua) juta orang.*

*4. Bulan Maret 1962 : PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.*

*5. Bulan April 1962 : Kongres PKI.*

*6. Tahun 1963 : PKI memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yang terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara” melawan Malaysia.*

*7. Tanggal 10 Juli 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.*

*8. Tahun 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH. Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar.*

*9. Bulan Desember 1964 : Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yang didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.*

*10. Tanggal 6 Januari 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah memfitnah PKI*

*11. Tanggal 13 Januari 1965 : Dua sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mush-haf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.*

*12. Awal Tahun 1965 : PKI dengan 3 juta anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).*

*13. Tanggal 14 Mei 1965 : Tiga sayap organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan menangkap dan menyiksa serta membunuh Pelda Sodjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.*

*14. Bulan Juli 1965 : PKI menggelar pelatihan militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara”, dan dibantu oleh unsur TNI Angkatan Udara.*

*15. Tanggal 21 September 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.*

*16. Tanggal 30 September 1965 Pagi : Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.*

*17. Tanggal 30 September 1965 Malam : Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) :*

*a. PKI menculik dan membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA – Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo.*

*b. PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution.*

*c. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga rumah kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan rumah Jenderal AH Nasution.*

*d. PKI juga menembak putri bungsu Jenderal AH Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yang berusaha menjadi perisai ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada tanggal 6 Oktober 1965.*

*e. G30S / PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu : Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi.*

*f. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah perwira ABRI / TNI dari berbagai angkatan, antara lain :*

*- Angkatan Darat : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief*

*- Angkatan Laut : Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi*

*- Angakatan Udara : Men / Pangau Laksyda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono*

*- Kepolisian : Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.*

*18. Tanggal 1 Oktober 1965 : PKI di Yogyakarta juga membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yang telah mengambil alih kekuasaan.*

*19. Tanggal 2 Oktober 1965 : Soeharto mnegambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut pangkalan udara Halim dari PKI.*

*20. Tanggal 6 Oktober 1965 : Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.*

*21. Tanggal 13 Oktober 1965 : Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di seluruh Jawa.*

*22. Tanggal 18 Oktober 1965 : PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan* *Muncar untuk pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yang menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni,* *setelah keracunan mereka dibantai oleh PKI dan jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring Kabupaten* *Banyuwangi.Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yang dibantai, dan ada beberapa pemuda yang selamat dan* *melarikan diri, sehingga menjadi saksi mata peristiwa. Persitiwa tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.*

*23. Tanggal 19 Oktober 1965 : Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.*

*24. Tanggal 11 November 1965 : PNI dan PKI bentrok di Bali.*

*25. Tanggal 22 November 1965 : DN Aidit ditangkap dan diadili serta dihukum mati.*

*26. Bulan Desember 1965 : Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.*

*27. Tanggal 11 Maret 1966 : Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberi wewenang penuh kepada Soeharto untuk mengambil langkah pengamanan Negara RI.*

*28. Tanggal 12 Maret 1966 : Soeharto melarang secara resmi PKI.*

*29. Bulan April 1966 : Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.*

*30. Tanggal 13 Februari 1966 : Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : ”Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”*

*31. Tanggal 5 Juli 1966 : Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS – RI Jenderal TNI AH Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.*

*32. Bulan Desember 1966 : Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1967.*

*33. Tahun 1967 : Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di di wilayah terpencil di Selatan Blitar bersama kaum Tani PKI.*

*34. Bulan Maret 1968 : Kaum Tani PKI di Selatan Blitar menyerang para pemimpin dan kader NU, sehingga 60 (enam puluh) orang NU tewas dibunuh.*

*35. Pertengahan 1968 : TNI menyerang Blitar dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.*

*36. Dari tahun 1968 s/d 1998 : Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966.*

*37. Dari tahun 1998 s/d 2015 : Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yang dibebaskan dari penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yang masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan fakta sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN pejuang kemerdekaan RI. Dan Ideologi Komunis tidak akan pernah mati, selama Syetan masih ada di dunia ini.*

*38. Di Jogokaryan Kotagede Yogyakarta, PKI bikin ludruk/kesenian rakyat lakonya ;
MATINE GUSTI ALLAH = MATINYA TUHAN ALLAH.*

SUMPAH PRAJURIT NKRI :
"CAMKAN OLEH KALIAN PARA KOMUNIS YANG TELAH LAHIR DI NEGERI KU INI, BERGERAK KALIAN MENGHABISI PARA ULAMA, PARA JENDRAL, PARA TOKOH DAN RAKYAT BANGSA INI. DETIK ITU JUGA KALIAN AKAN MATI"

Catatan :
A. Nama kalian sudah ada dalam daftar target kami walaupun kalian bersembunyi di balik Partai politik

B. Kekuasaan yang akan kalian bangun sudah kami ikuti kemana arah kalian

C. Sumpah kami demi NKRI tidak peduli walau kami harus menghabisi Pemimpin tinggi yang akan merusak Bangsa ini
"SAATNYA KAMI LAHIR, DATANG, BERGERAK, DAN MENUMPAS"

Ttd.
KOPASUSPEMKOM
(Komando Pasukan Khusus Pembasmi Komunis)...AMIB..............HMK.......HRS........semangat juang 45

Label:

Sabtu, 24 Februari 2018

Imam Besar Habib Rizieq tidak mau mati konyol !

Tanggapan terhadap Arbi Sanit yang menyatakan di beberapa media sosial bahwa HRS adalah kriminal serta " ibarat hantu " dan serentak pernyataan dari  para cibirisme, yang menutup facta eskalasi politik tanah air ketika beliau umroh

Banyak sekali yang menyampaikan pendapat atau tepatnya hinaan kepada sang Imam Besar  Ummat Islam RI bahwa sang imam penakut tidak mau bertanggung jawab buktinya melarikan diri ke Saudi. Itu justifikasi yg subjektif . Bahasa betawi atau melayunya ' mau menang sendiri ' .  Atau egoistis

Apa kata Pemerintahan Belanda terhadap Bang Pitung. Bang pitung disebut ekstrimis dan teroris , apa kata pribumi batavia  saat itu, *Bang Pitung adalah pahlawan*

Tapi kenapa petugas kemanan negara dari kepolisian negara tidak bisa menangkapnya ? Akan tetapi  tidak dikatakan sebagai ketidak mampuan penegak hukum negara dari negeri ini ? Atau kelemahan kapolri , kelemahan presiden ?

Anda pernah tahu tentang etimologi melarikan diri ? 

Apakah anda pikir pahlawan anda yang namanya Tuanku Imam Bonjol tidak pernah melarikan diri ? Karena pelariannyalah Islam ada di Tapanuli Selatan , yang dimulai dari mandailing natal.
Anda pernah dengar nama Pahlawan Sisingamangaraja XII , anda pernah dengar nama Pahlawan Diponegoro, Pahlawan Tengku Umar.  Apakah anda pernah mendengar  nama Saddam Hussein, yg melarikan diri  berenang dari sungai tigris ke mesir sebelum jadi presiden, lalu  menangiskah saddam di tiang hukuman mati, setelah tertangkap oleh penguasa baru penggantinya ?

*Apakah anda tega mengatakan Cut Nyak dhien yang makamnya di Kota Sumedang , Tuanku Imam Binjol yang makamnya di Tomohon Sulawesi utara dan founding fathers NKRI Soekarno - Hatta Pahlawan dan Bapak Bangsa kita yang dibuang ke Digul serta sebelumnya sembunyi dan atau disembunyikan tokoh - tokoh pejuang bangsa ke Rengas Dengklok adalah pecundang atau pelaku kriminal ?*

Tidak perlu ilustrasi acuan yg paling top, yang nyata  menjadi bagian contoh rujukan para ulama dan banyak ummat manusia sejak belaiu hidup dahulu, sampai dengan  now, serta dipercaya bagi yang beriman bahwa semua kata serta kalimat yang disampaikannya menjadi bahan suri  tauladan ummat sampai akhir zaman,  lebih tepatnya menjadi sunnah terhadap " larinya " Rasulullah dari makkah  ke madinah .

Timbul pertanyaan  dan jawaban yang sangat simple . Apakah pahlawan2 kita semua itu patut kita nyatakan sebagai ketakutan pada penjajah belanda , karena  perbuatan salahnya maka melarikan diri ?

Apakah kita sanggup mengatakan para pahlawan tersebut pengecut ?

Apakah kita sanggup  mengatakan Mahluk yang teramat mulia Nabi Besar Muhammad adalah seorang penakut dan pecundang ? Astaghfirullahal'adziim !

Bukankan bahasa sejarah yang patut digunakan bagi  para pahlawan nasional ' bahwa mereka  para pahlawan saat itu selamatkan diri dengan cara bersembunyi agar tidak tertangkap, karena sayang dan rasa kekhawatiran yang tinggi karena bila mereka tertangkap akan terjadi pelemahan kekuatan , kehancuran serta berujung kekalahan sehingga  terhentinya perjuangan ummat para pengikutnya untuk  melawan kedzoliman saat itu, maka dengan rasa berat hati para pahlawan terpaksa mengungsi atau hijrah demi kebenaran serta keadilan , demi dasar da'wah yang diyakininya dan kepentingan ummat manusia saat itu dan saat now.

Habib Rizieq pernah ditahan lalu dipenjara sebanyak 2 kali pada orde rezim sebelumnya. 
Akan tetapi saat ini, momen Habib Rizieq Shihab hijrah patutkah  dinyatakan oleh ilmuwan selaku pengamat  IB HRS  melarikan diri  karena salah dan takut dipenjara, akankah anda arbi sanit dan para pencibir selaku  pengamat ( ilmuwan ) atau masyarakat yang cerdas telah mempelajari hukum tentang uu. Pornografi Jo.  uu . Ite bahwa penindakan hukum dilakukan terhadap penyebarnya  atau pelaku atau pembuatnya *dengan tujuan dengan sengaja menyebarluaskan*  atau mempublikasikannya agar dapat dilihat oleh umum , serta kaitan ilmu hukum tersebut pengamat idelnya tidak terputus amatannya . Pengamatan mesti dilanjutkan  dengan fakta  dan peristiwa saat ini  gejala gejala politis, sosial dan khususnya kriminal terhadap pembunuhan  ulama- ulama yang saat ini terjadi.

Mudah- mudahan kalian ' pengamat cibirisme ' diberi maaf oleh Habib Rizieq serta ulama-ulama pengikutnya kelak !

Sejalan dengan hingar bingar pernyataan pengamat sontoloyois, termasuk malah saya rasakan sebagai ucapan cenderung devide empera hanya semakin mempekeruh keadaan bukan mendinginkan suasana dan rekonsiliasi antar anak bangsa, antara penguasa dan para penegak hukumnya disatu sisi  dan para ulama serta pengikutnya dilain sisi. 

Apakah kita  dan kalian benar- benar mengetahui,  melihat  beliau  IB HRS bersembunyi fisik maupun suaranya ? *tentunya pengamatannya mesti pakai kaca bening tanpa debu dan pakai alat pikir !!!*

Ingat sebagai pengamat atau ilmuwan Arbi Sanit sebagai intelektual akademisi, sebaiknya dalam menyampaikan pandangannya harus jujur karena *ilmu pengetahuan tidak boleh bohong*,  bagi masyarakat hukum tentunya melekat teori atau pengertian tentang hukum positip sebagai ius konstitum / hukum harus berlaku dengan ciri-ciri idealisme bahwa prinsip penegakan hukum adalah wajib walau dalam situasi serta kondisi apapun atau fiat justicia ruat cullum. Tapi ada juga dikenal azas - azas dalam perundang-undangan yang de facto maupun de yuris bertolak belakang  dengan faham atau prinsip kewajiban positifisme dimaksud yaitu *demi kepentingan umum*

Maka dibutuhkan keluasan dan kelapangan dada semua fihak tak terkecuali , *dan terakhir jangan lupa pakai alat pikir !*

Mudah - mudahan mari kita sama - sama berdoa, untuk NKRI lebih baik kedepannya .  Salam NKRI HARGA MATI

Jakarta, Jum'at, 23 Pebr 2018

Sektetaris PPIB / Panitia Penjemputan Imam Besar Ummat Islam HRS.

H. Damai Hari Lubis, SH., MH.  Sekretaris Dewan Kehormatan DPP. Kongres Advokat Indonesia / DPP KAI . Ketua AAB/ Aliansi Anak Bangsa , Wkl Sekretaris TPUA/ Tim Pembela Ulama dan Aktifis, Anggota GNPF Ulama/ Gerakan Nasional Pembela Fatwa Ulama

Label: , ,

TAKUT REZIM : TIDUR SAJA...!!!

Oleh: Tengku Zulkifli Usman

Kalau anda takut bully-an, takut tahdziran, takut cacian, takut penjara, takut pasal karet atau takut peluru, maka, tetaplah di mesjid dan dzikiran, gak perlu berjuang, gak perlu amar ma'ruf nahi munkar ke penguasa

Kalau anda mengira bahwa melawan kedzoliman itu cukup dengan do'a saja, ya silakan saja, yang saya tau, plot kedzoliman pun sebenarnya bekerja lebih keras daripada anda, muslim yang gak punya daya juang

Pasrah itu bukan mazhab Islam, kalau berjuang itu cukup dengan doa dan kata bijak tanpa pijakan yang benar, maka banyak ulama memilih untuk hidup tenang. Buat apa ada ulama melawan sampai ada yang dibunuh, dipenjara, digantung dan sebagainya.

Apakah anda pernah ketemu ulama sepanjang sejarah yang hidupnya nyaman tenteram dibawah AC dan minum air segar dingin setiap waktu dengan dasi dan baju rapi dan mengejar gaji tinggi, takut hilang profesi, kasih tau saya.

Kalau anda takut tantangan, takut melawan, maka gak usah turun berjuang di medsos atau gak usah ngapa-ngapain, terus aja dalam bahasa bijak yang justru musuh menertawakan, kok cara melawan begitu?

Kalau anda takut dituduh makar, takut ditangkap, takut segala resiko, gak usah ngaku ngaku jadi pejuang, mana ada pejuang model begitu, lagian mana ada pejuang Islam yang sekedar ngaku.

Mana ada Islam maju dengan pejuang yang kebiasaannya ngawur ngelantur, minim pengetahuan, minim keberanian, minim infaq, minim pengorbanan, kasih tau saya, tiang agama mana yang sudah tegak dengan kebiasaan pejuang model begitu?

Benar kata Abdullah Azzam, peradaban Islam hanya diukir oleh dua hal, pena ulama atau darah para syuhada. Kalau pena anda tumpul, keringat anda mahal, apalagi bicara darah, ya udah, mana ada Islam bisa maju dengan perjuangan model begitu, kalau hanya begitu saja sudah ngaku mujahid, banyak banget dong yang dapat gelar syuhada.

Wallahu 'alam

Label: